PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP MINAT INVESTASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR SEDANG DAN BESAR DI JAWA TIMUR

SOEKARNOTO, 090013784D (2006) PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP MINAT INVESTASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR SEDANG DAN BESAR DI JAWA TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
soekarnoto.pdf

Download (396kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-soekarnoto-7426-dise12-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pembangunan ekonomi disadari merupakan suatu proses yang penting yang harus dijalankan oleh setiap negara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi hanya bisa dicapai melalui akumulasi kapital dan industrialiasi. Industrialisasi masih dianggap sebagai strategi pembangunan untuk memecahkan masalah, terutama di negara-negara sedang berkembang. Pendapat Prebis, Raul, yang dikutip oleh Widodo, Susena Trianto (1997 : 53), menyatakan bahwa satu-satunya jalan bagi negara berkembang untuk bisa mengejar ketertinggalan dan negara maju adalah mengembangkan sektor industrinya. Sejak tahun 1978, ketika Rencana Pembangunan Lima Tahun di implementasikan, dan program industrialisasi dimulai, pemerintah daerah Jawa Timur telah menerapkan model growth pole dan membagi provinsi Jawa Timur menjadi sembilan Satuan Wilayah Pembangunan (SWP). Dengan model ini, diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan terjadi trickle down effect, sehingga akan terjadi distribusi pendapatan yang lebih baik antar sektor, antar kota/ kabupaten, dan antar Satuan Wilayah Pembangunan (SWP). Sayangnya, apa yang telah diharapkan tidak memadai. Model growth pole hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi, di lain pihak, model tersebut telah meningkatkan aglomerasi industri dan memperlebar kesenjangan pendapatan antar sektor, antar kota/ kabupaten, dan antar Satuan Wilayah Pembangunan (SWP). Dengan demikian, perlu adanya re-evaluasi terhadap rencana tersebut untuk memperoleh kebijakan dan strategi ekonomi pembangunan Jawa Timur yang lebih baik. Studi ini ditujukan untuk: (1) menentukan investasi prioritas, khususnya investasi pada industri manufaktur sedang dan besar. Analisis yang digunakan untuk menentukan investasi prioritas adalah analisis Input-Output. Criteria yang digunakan untuk menentukan investasi prioritas adalah kombinasi antara backward linkage, forward linkage, gross value added, dan ekspor industri manufaktur sedang dan besar; (2) studi mengenai pengaruh variabel makroekonomi yaitu: pertumbuhan ekonomi pada periode t-1, G(t-I), Tingkat bunga pada periode t, it, Inflasi pada periode t-1, Inf.(t_l), Investasi pada periode t-1, 1(t-I) dan Nilai Tukar Dolar tehadap Rupiah pada periode t, NTt, terhadap minat investasi, digunakan analisis multiple regression. Dan analisis Input-Output diperoleh basil bahwa ada delapan industri yang perlu diprioritaskan yaitu: Industri Pengolahan dan industri Penyamaan kulit, Industri Pupuk dan Pestisida, Industri Kertas dan barang-barang dart Karton, Industri Kimia lainnya, industri Pengilangan minyak, Industri Makanan dari Tepung, Industri Kertas, dan Industri Barang-barang logam. Selanjutnya, hasil analisis regresi berganda menunjukkan hanya ada empat variabel independen yang dipelajari berpengaruh signifikan ,pada a = 0,10, terhadap minat investasi baik untuk PMA maupun PMDN yaitu: G(t_lt, In£(t_l), I(t_t), dan NTt. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bagi PMA, Itt_t mempunyai peranan yang dominan terhadap minat investasi PMA, dan Gtt_l mempunyai peranan dominan terhadap minat investasi PMDN. Secara bersama-sama, peranan variabel independen terhadap minat investasi adalah sebesar 74,3% untuk PMA dan 77% untuk PMDN.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 12/08 Soe p
Uncontrolled Keywords: Investment interest, Industry, Priority of Investment, Macroeconomic
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1112-1116 Investments
T Technology > TS Manufactures > TS1-2301 Manufactures
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
SOEKARNOTO, 090013784DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorImam Syakir, Prof.Dr.H.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 30 Sep 2016 00:40
Last Modified: 19 Jun 2017 20:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32311
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item