PENGARUH RASA MEMILIKI DAN KUALITAS LAYANAN SERTA MOTIVASI MEMBELI DAN PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP KINERJA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA DI KOTA MALANG

NUR HIDAYATI, 090014167D (2006) PENGARUH RASA MEMILIKI DAN KUALITAS LAYANAN SERTA MOTIVASI MEMBELI DAN PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP KINERJA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA DI KOTA MALANG. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
hidayatinu.pdf

Download (323kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-hidayatinu-7427-dise13-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Koperasi merupakan salah satu penyangga perekonomian nasional sehingga lembaga ini diharapkan mampu memberikan kontribusi berarti bagi perkembangan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu peningkatan kinerja koperasi secara terus-menerus adalah hal yang sangat penting, terutama bagi koperasi konsumsi. Pemberdayaan koperasi berarti pemberdayaan anggota, karena anggota-lah yang memegang peran sangat dominan terhadap keberhasilan suatu koperasi. Oleh karena itu semakin besar jumlah anggota, maka semakin berpotensi untuk meningkatkan kinerja koperasi, yang pada akhirnya upaya koperasi untuk mensejajarkan diri dengan pelaku ekonomi yang lain dapat terwujud. Dalam beberapa tahun terakhir (2002-2005) perkembangan jumlah anggota koperasi di Kota Malang mengalami peningkatan, demikian pula permodalannya. Namun demikian bila dilihat dari perkembangan penjualan justru mengalami penurunan di tahun 2005. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan jumlah anggota dan permodalan belum menjamin peningkatan penjualan maupun SHU bagi koperasi. Ini juga berarti peningkatan anggota belum mampu diberdayakan secara maksimal oleh pengelola atau pengurus koperasi. Sebagaimana perusahaan swasta lainnya, koperasi dalam menekuni usahanya menghadapi persaingan yang sangat ketat. Ini terlihat dari banyaknya toko-toko baru dan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) baru yang bermunculan di Kota Malang yang tentu saja akan memberikan nuansa yang juga baru bagi pebelanja atau konsumen, tidak terkecuali anggota koperasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan pemberdayaan anggota/konsumen melalui perencanaan dan strategi pemasaran yang memadai dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pembeliannya. Kajian perilaku konsumen dikelompokkan dalam tiga perspektif yaitu 1) Perspektif pengambilan keputusan, 2) Perspektif pengalaman, dan 3) Perspektif Pengaruh perilaku. Banyak penelitian perilaku konsumen yang hanya menggunakan salah satu perspektif saja, namun tidak sedikit pula yang menggabungkan ketiga perspektif tersebut sekaligus. Anggota suatu koperasi juga konsumen koperasi tersebut dan pemilik koperasi adalah juga pemakai-pemakainya. Pemberdayaan konsumen/anggota berarti mengupayakan partisipasi anggota secara maksimal melalui peningkatan kualitas layanan yang lebih baik maupun kesadaran akan rasa memiliki anggota pada koperasinya. Di samping itu, pengelola/ pengurus juga perlu mengetahui apa motivasi anggota dalam berpartisipasi pada koperasinya. Sehingga melalui variabel-variabel tersebut kinerja koperasi dapat ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah yaitu pendekatan deduktif dan induktif. Sedangkan datanya dianalisis dengan metode statistik inferensial dan selanjutnya digunakan teknik analisis SEM (Structural Equation Modeling) dan dibantu dengan program AMOS dan SPSS. Teknik sampling secara random dengan ukuran sampel 170 responden dari 26 KPRI di Kota Malang. Temuan penelitian ini adalah bahwa rasa memiliki anggota berpengaruh signifikan terhadap partisipasi anggota KPRI di Kota Malang. Namun tidak ditemukan adanya pengaruh signifikan antara rasa memiliki terhadap motivasi membeli anggota dan kinerja KPRI di Kota Malang. Kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi dan motivasi membeli Berta kinerja KPRI di Kota Malang. Partisipasi anggota berpengaruh signifikan terhadap kinerja KPRI di Kota Malang, sedangkan motivasi membeli anggota ditemukan berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja KPRI di Kota Malang. Kesimpulan yang dapat ditarik dari basil temuan di atas adalah bahwa anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Kota Malang dapat diberdayakan dan dilibatkan (berpartisipasi) karena pertama adanya kesadaran akan rasa memiliki dari anggota pada koperasinya, kedua kualitas layanan yang hams meningkat lebih baik. Kinerja KPRI dapat ditingkatkan melalui tindakan nyata dari anggotanya berupa partisipasi. tetapi tidak didasarkan pada apa motivasi pembeliannya di koperasi. Di sisi lain, partisipasi anggota dapat ditingkatkan melalui kesadaran akan rasa ikut memiliki dari anggota kepada koperasinya dan kualitas layanan yang diberikan oleh koperasi kepada anggotanya. Dalam usaha mempertahankan dan mengembangkan KPRI di Kota Malang disarankan kepada pengelola/pengurus untuk mengutamakan kualitas layanan yang hams diberikan pada anggota secara lebih balk, mengupayakan partisipasi aktif anggotanya secara maksimal melalui kesadaran rasa ikut memiliki koperasi, terutama meningkatkan rasa tanggung jawab akan anggota terhadap kelangsungan hidup koperasinya, maupun tumbuh kembang koperasinya.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 13/08 Hid p
Uncontrolled Keywords: Sense of belonging, service quality, Buying motivation, participation, and cooperative performance
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
NUR HIDAYATI, 090014167DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEffendie, Prof.Dr.H.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 06 Oct 2016 01:49
Last Modified: 19 Jun 2017 20:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32313
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item