PENGARUH TINGKAT PEMBERDAYAAN MANAJER PEREMPUANTERHADAP MOTIVASI EKTRINSIK DAN INTRINSIKSERTA KINERJA MANAJER PEREMPUAN PADA PERUSAHAAN PERIKANAN DI JAWA TIMUR

HARSUKO RINIWATI, 090315256D (2006) PENGARUH TINGKAT PEMBERDAYAAN MANAJER PEREMPUANTERHADAP MOTIVASI EKTRINSIK DAN INTRINSIKSERTA KINERJA MANAJER PEREMPUAN PADA PERUSAHAAN PERIKANAN DI JAWA TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
riniwatiha.pdf

Download (461kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1riniwatiha.pdf
Restricted to Registered users only

Download (836kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pemberdayaan (empowerment) adalah suatu proses yang memberikan otonomi dan pengambilan keputusan lebih besar kepada pekerja dalam segala faktor yang mempengaruhi basil kerja. Otonomi yang besar artinya manajemen tingkat lebih atas menjelaskan dan mendelegasikan seluruhnya hingga perintah dan instruksi sangat sedikit. Pemberdayaan bertujuan menghapuskan hambatan-hambatan karena adanya peraturan, prosedur, perintah, dan lain-lain yang memperlamban reaksi dan merintangi aksi Sumberdaya Manusia (SDM). Pemberdayaan juga memberi kepada SDM rasa berprestasi, berpengaruh pada basil bisnis, dan memiliki kebebasan membuat keputusan. Rasa seperti itu mendatangkan dampak nyata yang dapat meningkatkan semangat kerja atau motivasi kerja dan kinerja SDM secara berarti . Tujuan studi adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh : tingkat pemberdayaan manajer perempuan terhadap motivasi ektrinsik, tingkat pemberdayaan manajer perempuan terhadap motivasi intrinsik, motivasi ektrinsik terhadap kinerja manajer perempuan, motivasi intrinsik terhadap kinerja manajer perempuan, motivasi ektrinsik terhadap motivasi intrinsik dan tingkat pemberdayaan manajer perempuan terhadap kinerja manajer perempuan. Rancangan penelitian menggunakan penelitian eksplanatory (explanatory research). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan perikanan di Jawa Timur. Penelitian dilakukan di Perusahaan Perikanan skala sedang dan besar yang ada di Jawa Timur. Jumlah responden sebanyak 121 manajer perempuan. Data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan metode survey. Jawaban yang diperoleh dari responden sesuai dengan nilai variabel berdasarkan skala semantic. Selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen melalui pengujian confirmatory factor analysis (CFA) menunjukkan bahwa nilai loading factor dari indicator-indikator semua variabel latent dalam studi ini lebih dari 0,30, signifikan pada a = 5 % dengan Goodness of Fit Index (GFI) memenuhi nilai yang disyaratkan yaitu > 0,90. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian untuk semua variabel yaitu tingkat pemberdayaan manajer perempuan, motivasi ektrinsik, motivasi intrinsik, dan kinerja manajer perempuan adalah valid dan reliabel. Variabel-variabel indikator dapat memenuhi syarat untuk digunakan dalam membentuk atau mengukur variabel latent. Hasil pengujian hipotesis pengaruh langsung menunjukkan tingkat pemberdayaan manajer perempuan berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi ekstrinsik dan kinerja manajer perempuan, serta tidak signifikan terhadap motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja manajer perempuan dan motivasi intrinsik, motivasi intrinsik berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja manajer perempuan. Sedangkan hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan tingkat pemberdayaan manajer perempuan terhadap motivasi intrinsik melalui motivasi ektrinsik tidak signifikan, motivasi ektrinsik terhadap kinerja manajer perempuan melalui motivasi intrinsik tidak signifikan, tingkat pemberdayaan manajer perempuan terhadap kinerja manajer perempuan melalui motivasi ektrinsik tidak signifikan. Temuan secara teoritis bahwa persepsi manajer perempuan terhadap tingkat pemberdayaan manajer perempuan dibentuk oleh dimensi akses, partisipasi, pengambilan keputusan dan keberanian mengambil resiko. Motivasi ektrinsik dibentuk oleh dimensi gaji/insentif/bonus, keamanan dan social. Motivasi intrinsik dibentuk oleh dimensi tertarik pada pekerjaan, tertantang pada pekerjaan, belajar hal baru, menciptakan kontribusi panting, memanfaatkan potensi sepenuhnya, kreatif dan tanggung jawab. Kinerja manajer perempuan dibentuk oleh dimensi jumlah pekerjaan yang terselesaikan, kualitas dari pekerjaan, ketepatan waktu dan kepemimpinan. Temuan secara empiris bahwa terdapat : pengaruh positif signifikan tingkat pemberdayaan manajer perempuan terhadap motivasi ekstrinsik dan kinerja manajer perempuan serta pengaruh tidak signifikan terhadap motivasi intrinsik, pengaruh tidak signifikan motivasi ekstrinsik terhadap kinerja manajer perempuan dan motivasi Intrinsik, pengaruh negatif signifikan motivasi intrinsik terhadap kinerja manajer perempuan. Hasil studi ini mendukung motivasi Maslow, Manajemen Sumberdaya Manusia (MSDM), teori keadilan (equity theory) dan melemahkan teori X, manajemen tradisional, pengembangan personal, motivasi existence-relatedness-growth (ERG). lmplikasi dari hasil ini bahwa kebijakan perusahaan terhadap manajer perempuan menerapkan pemberdayaan karena mendukung teori MSDM. Hasil studi ini menyanggah temuan Benabou and Tirole (2003), Franco et al. (2004), De Voe and Iyengar (2004) dan melengkapi temuan James Jr. (2005), Chow et al. (2005), dan Gong (2003). Kesimpulan secara umum, bahwa pemberdayaan manajer perempuan lebih menyentuh aspek teknis karena berpengaruh pada motivasi ektrinsik, belum menyentuh aspek psikologis karena tidak berpengaruh terhadap motivasi intrinsik. Tingkat pemberdayaan manajer perempuan berperan dalam meningkatkan kinerja manajer perempuan pada perusahaan perikanan di Jawa Timur. Jika dilihat dari sisi motivasi, motivasi intrinsik lebih panting karena berpengaruh terhadap kinerja manajer perempuan. Saran dari hasil studi ini diharapkan : perusahaan dan pemerintah meningkatkan tingkat pemberdayaan manajer perempuan sehingga dapat berpengaruh pada motivasi intrinsik. Perusahaan dapat bekerjasama dengan pemerintah dan instansi terkait, misalnya dengan mengadakan pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan aspek intrinsik, atau mendirikan lembaga-lembaga yang dapat membantu perempuan dalam mangatasi pekerjaan domestik misalnya panti penitipan bayi, catering dan cleaning service murah, dan lain-lain di lokasi perindustrian dimana banyak perempuan bekerja. Peneliti, dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang tingkat pemberdayaan perempuan yang dapat berpengaruh terhadap motivasi intrinsik. Bagi manajer perempuan, agar lebih meningkatkan tingkat pemberdayaan diri yang dapat berpengaruh terhadap motivasi intrinsik yaitu dengan meningkatkan komitmen dan pengelolaan yang balk antara peran ganda perempuan dan kendala dalam berkarir.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 22/07 Rin p
Uncontrolled Keywords: female manager empowerment level, extrinsic motivation, intrinsic motivation, female manager performance.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5546-5548.6 Office management
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
HARSUKO RINIWATI, 090315256DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorImam Syakir, Prof.Dr.H.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 06 Oct 2016 01:48
Last Modified: 19 Jun 2017 21:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32338
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item