ANALISIS KINERJA KOPERASI BERDASAR PENERAPAN AZAS BERDIKARI DAN GOTONG ROYONG PADA KOPERASI PEGAWAI DAN NON PEGAWAI DI PROVINSI JAWA TIMUR

SUPRAJITNO, 090013798D (2007) ANALISIS KINERJA KOPERASI BERDASAR PENERAPAN AZAS BERDIKARI DAN GOTONG ROYONG PADA KOPERASI PEGAWAI DAN NON PEGAWAI DI PROVINSI JAWA TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
suprajitno.pdf

Download (439kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-suprajitno-7806-dise30-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Koperasi pada konstitusi dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dicantumkan pada Pasal 33 ayat 1 yang merupakan dasar dan sistem perekono¬mian Indonesia. Walaupun bagi insan koperasi_ amandemen tersebut tidak menggeser keyakinan terhadap koperasi dan peranannya dalam perekonomian. Dari tigapululllima (35) Icrnis koperasi yang ada di Jawa Timur berdasar data dari Dinas Koperasi dan Pembinaail Usaha Kecil Propinsi Jawa Timur sesuai dengan batasan dan de(inisi yang digunakan dalam disertasi ini, dapat dike lompokkan sebagai benkut : a). sembilan (9) koperasi dikelompokkan sebagai Koperasi Pegawai, dan b). duapululi enam (26) koperasi dikelompokkan sebagai Koperasi Non-Pegawai. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mcmbedakan kineria antar kedua kelompok tersebut. Studi atau penelitian terhadap pembedaan ini ditekankan kepada dasar koperasi yaitu gotongroyong dan prinsip berdin di atas kaki sendiri (berdikari) Kajian ini didasarkan pada data sekunder_. yaitu data yang diserahkan koperasi pada akhir tahun antara tahun 2000 sampai tahun 2004. Laporan tersebut diperoleh pada awal tallun berikutnya, sehingga data tahun 2004 digunakan laporan yang diterima pada akhir Maret 2005. Kinerja koperasi dicerminkan oleh Sisa Hasil Usaha sebagai basil dari upaya efisiensi yang dilakukan dalam melavani anggotanya. Disebut hasil of siensi karena koperasi lebih mengutamakarn pelayanan kepada anggota dalam melakukan kegiatan Usaha bukan memperoleh kcuntungan seperti pada badan Usaha lain. Kinerja tersebut sesuai dengan dasar dan/atau prinsip berkoperasi dipengaruhi oleh berbagai variabel. Pada studi ini digunakan variabel-variabel Jumlah Anggota. Umur Koperasi. Jumlah Unit Usaha, Modal Sendiri, Modal LUar, dan Aset Koperasi. Tingkat kegotongroyongan yang dicerminkan oleh Pertumbuhan Anggota bergantung atau dipengaruhi oleh kesediaan anggota dalam berpartisipasi (Modal Sendiri setiap Anggota) dan pelayanan koperasi kepada Anggota (Nilai Volume Usaha Untuk setiap Anggota. Tingkat kemandirian koperasi dicerminkan kesiapan koperasi terhadap kewajiban (diproksi dengan rasio Modal Sendiri terhadap Total Modal), oleh Rentabilitas Modal Sendiri (rasio Sisa Hasil Usaha terhadap Modal Sendiri), Return On Asset(rasio Sisa Ilasil Usaha terhadap Aset), Asset Turn Over(rasio Nilai Volume Usaha terhadap Aset, dan profitabilitas (rasio Sisa Hasil Usaha terhadap Nilai Volume Usaha) Instrumen analisis digunakan adalah rasio antar variabel dan model kausalitas antara variabel Sisa Hasil Usaha, tingkat Kegotongroyongan, dan tingkat Kemandirian dengan variabel-variabel yang diduga mempengaruhinya. Model kausalitas menggunakan pooled regression atau panel data yang merupakan gabungan antara data runtut waktU atau thne series dan data silang atau crass section. Penggunaarn model dan instrumen ini berkait dengan penggunaan dari 65 unit Koperasi Pegawai dan 77 unit Koperasi Non-Pegawai dari 30 Kabupate n/Kota se Jawa Timur antara kurun waktu Tahun 2000 sampai Tahun 2004. Analytical descrihtine research atau descrilwire research ini diproses dengan menggunakan program I-views 5 (Tabun 2004). Uji beda antara kedua kelompok koperasi tersebut digunakan z-test dengan program Megastat ver. 2005. Penemuan studi ini tentang: 1. Rata-rata Jumlah anggota; 2. Rata-rata tumur Koperasi; 3. Rata-rata Jumlah Unit Usaha; 4. Perbandingan Modal Sendiri; 5. Penggunaan Modal Luar; 6. Perkembangan Total Modal (Modal Sendiri dan Modal Luar); 7. Perbandingan Aset Koperasi,; 8. Perbandingan Nilai Volume Usaha; 9. Perbandingan Sisa I fasil Usaha. Rasio Sisa Tlasil Usaha terhadap variabel-penelitian ditemukan tentang: 1. Prosentase terhadap Modal Sendiri,: 2. Prosentase terhadap Modal Luar; 3. Prosentase terhadap Total Modal; 4. Prosentase terhadap Aset; 5. Prosentase terhadap Nilai Volume Usaha: 6. Nilai Sisa IIasil per Anggota. Rasio Nilai Volume Usaha terhadap variabel lainnya menunjukkan bahwa: 1. terhadap Modal Sendiri, kedua koperasi cenderung meningkat; 2. terhadap Modal Luar; 3. kccenderungan terhadap Total Modal: 4. kecenderungan terhadap Aset; 5. penouku-an Nilai Transaksi terhadap Anggota. Model kinerja melalui hubungan (kausalitas) kedua kelompok koperasi dengan menggunakan variabel-variabel yang lama hasilnya adalah bahwa terhadap Sisa Hasil Usaha, variabel: 1. Anggota signifikan pada Koperasi Pegawai, tetapi tidak signifikan pada Koperasi Non-Pegawai; 2. Jumlah Unit Usaha tidak signifikan pada kedua jenis koperasi tersebut: 3. Modal Sendiri signifikan pada Koperasi Pegawai. tetapi tidak signifikan pada Koperasi Non-Pegawai; 4. Modal Luar signifikan pada Koperasi PcO awai, tetapi sang at signifikan pada Koperasi Non-Pegawai; 5. Umur Koperasi signifikan pada kedua kelompok koperasi: 6. Aset signifikan pada kedua jenis koperasi; 7. Nilai Volume Usaha tidak signifikan pada kedua kelompok koperasi. Model tingkat kegotongroyongan dengan melihat hubungan(kausalitas) antara pertumbuhan anggota dengan partisipasi anogota (modal Sendiri per Anggota) dan pelayanan terhadap anggota (Nilai Volume Usaha per Anggota). Vasil perhitungan menunjukkan bahwa partisipasi anggota signifikan pada Koperasi Pegawai, tetapi tidak ada variabel yang signifikan pada Koperasi Non-Pegawai. Model tingkat kemandirian yang direfleksikan dcngan rasio Modal Sendiri terhadap Total Modal. maka variabel rasio Nilai Volume Usaha terhadap Aset yang signifikan pada kedua koperasi tersebut. Variabel Profitabilitas (rasio Sisa Hasil Usaha terhadap Nilai Volume Usaha) hanya signifikan pada Koperasi Pegawai. Berdasar uji beda, maka variabel yang membedakan antara kedua kelompok koperasi tersebut pada model kinerja adalah : a. Variabel Anggota; b. Variabel Modal Luar; c. Variabel Umur Koperasi; d. Variabel Omzet(Nilai Volume Usaha). Pada model tingkat kegotongroyongan hanyalah variabel rasio Nilai Volume Usaha terhadap Anggota. Pada model tingkat kemandirian variabel rasio Sisa Hasil Usaha terhadap Aset dan variabel rasio Nilai Volume Usaha terhadap Aset yang signifikan dalam membedakan kedua kelompok koperasi itu. .Jika dibandingkan dengan penelitian yang scbelumnya, maka terdapat beberapa kesimpulan yang search yaitu : 1. keterlepasan koperasi dari anggotanya (Bayu Krisnamurthi) atau tidak adanya integrasi vertikal dengan usaha anggota (I Wayan Ramantha). Penclitian lain yang discbutkan dalam pcnclitiall selain tnjuail, obyek, dan mctodanya bcrbeda. Perbedaan hasil penelitian Dampak pada Jumlah Usaha yang,,, tidak signifikan, tetapi loklts usaha menjadi signifikan, artinya tunggal usaha lcbih balk dari multi usaha (M.Fatllorrozy). Dampak tcoritis dari penelitian terhadap koperasi observasi di Jawa Timor ini tidak merubah secara mcndasar teori terutama teori koperasi, namun terjadi pergescran pada praktik pelaksanaan berkoperasi, karcna anggota yang menjadi dasar utama organisasi koperasi tidak lagi menjadi fokus aktivitas koperasi atau tidak labi signifikan terhadap basil kegiatan usaha koperasi. Dampak terhadap kebijakan Pemerintah adalah perlunya pengcndalian proses pcngakuan (aspek legislasi) atau Badan Hokum Koperasi agar kclahiran koperasi secara historis melaim proses yang sesuai dengan koperativisme. Secara empiris diperlukan pembenahan internal terhadap scluruh koperasi. schinoga kalau terjadi perbedaan antara jenis atau kelompok koperasi tidak menyangkut unsur dasar dari suatu kchidupan koperasi. Hasil penelitian ini mcnyimpulkan dengan tidak melupakan kekurangan dan keterbatasannya hahwa diperlukan alat pengukur yang saat ini digunakan dalam pengklasilikasian koperasi untuk dikeinbangkan cara pencatatan yang lebih mudah dilaksanakan olch setup koperasi, sehingga bermanfaat bagi semtia pihak (share holder dan stake holder).

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 30/08 Sup a
Uncontrolled Keywords: Employee co-operative. non employee co-operative, surplus, total sales (earn), the amount of member, the capital share, the loan capital, the asset, full member, serve member, the amount of business unit, various ratios
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
SUPRAJITNO, 090013798DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Edi Swasono, Prof.Dr.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 30 Sep 2016 00:39
Last Modified: 19 Jun 2017 22:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32353
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item