PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN KOMPOSISI DEWAN DIREKSI SERTA DEWAN KOMISARIS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DAN NILAI PERUSAHAAN PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

IDA BAGUS ANOM PURBAWANGSA, 090014179D (2006) PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN KOMPOSISI DEWAN DIREKSI SERTA DEWAN KOMISARIS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DAN NILAI PERUSAHAAN PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
purbawangs.pdf

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-purbawangs-3759-dise09-7.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pasar modal merupakan salah satu wahana yang dapat dimanfaatkan untuk memobilisasi dana, baik dalam atau luar negeri. Pasar modal sangat populer dipandang sebagai salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mempresentasikan kondisi perekonomian suatu negara. Makin maju dan berkembang pasar modal suatu negara, semakin maju dan berkembang perekonomian negara tersebut, begitu sebaliknya. Di Bursa Efek Jakarta hanya sebagian kecil saham yang dijual ke pasar. Keluarga masih menjadi pemegang saham terbesar, ini berarti keluarga masih memiliki kontrol yang besar terhadap perusahaannya. Akibatnya kepemilikan perusahaan sangat terkonsentrasi pada sedikit pemegang saham. Pemegang saham mayoritas adalah pengendali perusahaan. Kendali yang besar memudahkan para pemilik mengontrol berbagai kebijakan strategi seperti strategi pendanaan dan investasi. Struktur kepemilikan di Indonesia belum terdapat pemisahan yang jelas antara kepemilikan dan kontrol pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kebanyakan perusahaan masih dimiliki oleh keluarga dan posisi manajer dipegang oleh pemegang saham mayoritas. Kalaupun tidak maka manajernya masih dari kalangan keluarga, akibatnya apa yang menjadi pendapat pemegang saham terbesar juga menjadi pendapat manajer. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalis pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel struktur kepemilikan, komposisi dewan direksi, komposisi dewan komisaris terhadap kebijakan dividen dan nilai perusahaan.pada industri manufaktur di bursa efek Jakarta. Populasi penelitian ini adalah perusahaan industri manufaktur yang listed di BEJ sejak tahun 2000 dan masih aktif hingga tahun 2004. Selanjutnya dari emiten yang terdaf tar aktif tersebut dengan metode sensus, diperoleh 24 emiten yang secara terus menerus membagikan dividen dan dipergunakan sebagai unit analisis dalam studi ini. Untuk menjawab masalah penelitian dan pengujian hipotesis penelitian, digunakan model persamaan struktural (structural Equation Modeling), dengan bantuan program aplikasi AMOS (Analysis of Moment Structure) versi 4.01. Fakta empiris yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Struktur kepemilikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap komposisi dewan direksi, ini berarti hipotesis 1 tidak diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa struktur kepemilikan (pemegang saham publik dan pengendali) tidak dapat mempengaruhi komposisi keanggotaan dewan direksi independent. Tidak signifikannya temuan ini mengindikasikan bahwa dalam pengelolaan perusahaan memang sangat diperlukan sumber daya yang professional yang berasal dari pihak luar (independent). 2) Struktur kepemilikan tidak berpengaruh signifikan terhadap komposisi dewan komisaris, ini berarti hipotesis 2 ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa struktur kepemilikan tidak mempengaruhi komposisi komisaris. Keberadaan anggota dewan komisaris independent tidak dapat diintervensi oleh pemegang saham pengendali. Temuan ini mengindikasikan bahwa tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sudah mulai diterapkan di perusahaan. 3) Struktur kepemilikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, dengan demikian hipotesis 3 diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa proteksi atas pemegang saham minoritas di Indonesia masih rendah karena sebagian besar perusahaan yang terdaftar masih didominasi oleh keluarga. Para pemegang saham mayoritas menghendaki bagian laba yang akan dibagikan sebagai dividen relatif kecil, karena cash flow yang dimiliki perusahaan akan dimanfaatkan sebagai sumber dana internal untuk melakukan reinvestment. 4) Struktur kepemilikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap nilai perusahaan, dengan demikian hipotesis 4 diterima. Theory of the firm menyatakan bahwa pemisahan antara kepemilikan dan fungsi pengambilan keputusan akan menyebabkan konflik keagenan antara pemilik dan manager. Kepemilikan publik akan dapat menurunkan konflik keagenan. Semakin besar kepemilikan pihak luar maka semakin efisien pemanfaatan aktiva perusahaan. 5) Komposisi dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan divider, dengan demikian hipotesis 5 diterima. Adanya direktur independent memungkinkan mereka untuk dapat mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). 6) Komposisi dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, dengan demikian hipotesis 6 dapat diterima. Pada dasarnya, pemodal tidak dapat secara langsung berhubungan dengan pengelola terutama pada perusahaan besar, dalam keadaan inilah hubungan kelembagaan dewan komisaris diperlukan, sebagai suatu badan yang melakukan pengawasan terhadap pihak pengelola agar kepentingan perseroan dapat terjamin. 7) Komposisi dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan demikian hipotesis 7 diterima. Keterkaitan antara komposisi dewan direksi dengan nilai perusahaan didasarkan pada teori keagenan yang menyatakan bahwa perilaku disfiiiictional mengurangi nilai perusahaan. Dewan direksi yang independen diharapkan akan meningkatkan efektivitas monitoring yang pada akhirnya mengurangi biaya keagenan dan meningkatkan nilai perusahaan. 8) Komposisi dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan demikian hipotesis 8 diterima. Di Indonesia landasan pembentukan dewan komisaris sudah sangat jelas dan kuat. Baik BAPEPAM maupun BEJ telah mensyaratkan pembentukan dewan komisaris untuk perusahaan-perusahaan publik. Tiap-tiap anggota dewan komisaris yang independent diharapkan dapat meningkatkan efektivitas monitoring, karenanya dapat mengurangi biaya keagenan dan meningkatkan nilai perusahaan. 9) Kebijakan dividen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan demikian hipotesis 9 dapat diterima. Hal ini dapat dijelaskan bahwa semakin tinggi dividen yang dibayarkan, semakin rendah nilai perusahaan. Terdapat dua alasan yang dapat digunakan untuk menjelaskan temuan ini, pertama, investor lebih menyukai laba ditahan daripada dividen, karena pertimbangan pajak yang dikenakan kepada capital gains lebih rendah. Pandangan ini menyarankan agar perusahaan membayarkan dividen yang rendah jika ingin memaksimumkan nilai perusahaannya. Kedua, investor menganggap bahwa pembayaran dividen merupakan bad news.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E. 09/07 Pur p
Uncontrolled Keywords: Ownership structure, board of directors composition, board of commissioners composition, dividend policy, corporate value
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
IDA BAGUS ANOM PURBAWANGSA, 090014179DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Maemunah Soeharto, Prof.Dr.Hj.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 05 Oct 2016 04:49
Last Modified: 20 Jun 2017 21:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32390
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item