PENGARUH FAKTOR PERMINTAAN DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP LUAS LAHAN KELAPA SAWIT DI SUMATERA UTARA

SYA’AD [H.] AFIFUDDIN, 099712432D (2002) PENGARUH FAKTOR PERMINTAAN DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP LUAS LAHAN KELAPA SAWIT DI SUMATERA UTARA. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-afifuddins-3574-dise19-k.pdf

Download (507kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-afifuddins-3574-dise19-w.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis lacy) berasal dari hutan trofika Afrika Barat. Ditanam pada tahun 1911 secara komersil di Sumatera Utara. Sejak tahun 1980 dikembangkan ke seluruh Indonesia. Dan sektor pertanian, kelapa sawit menyumbangkaan produk domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara pada urutan pertama (tahun 1993 - 1997). Sejak tahun 1978 sampai tahun 2000 pemerintah mengatur tata niaga minyak kelapa sawit, baik untuk pasar di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena miyak kelapa sawit telah digunakan sebagai bahan mentah untuk industri produk turunannya di dalam negeri. Pertambahan produksi minyak kelapa sawit sebesar 7 %, tidak seimbang dengan permintaan dalam negeri minyak kelapa sawit 18,9 % dan permintaan luar negeri minyak kelapa sawit 25,3 %, akibat pertambahan luas lahan yang rendah sebesar 5,7 % per tahun, pada periode tahun 1980 – 2000. Dalam jangka panjang dikhawatirkan terwujud kelebihan permintaan (over demand). Perwujudan kelebihan permintaan tergantung kemampuan para produsen (petani pekebun) dalam menambah produksi melalui pertambahan luas lahan. Menurut Pappas dan Mark Hirschey (1995 : 135), Permintaan terhadap produk suatu perusahaan, merupakan faktor utama dalam penentu bagi profitabilitas sebuah perusahaan. Seefisien apapun proses operasi dan seberapapun terampilnya para pengelola, sebuah perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan kecuali produknya memiliki permintaan, baik melalui penciptaan permintaan atau menemukan produk baru yang memiliki permintaan pasar (pangsa pasar). Pappas dan Mark Hirschey (1995:95) menyatakan, permintaan adalah jumlah barang atau jasa (produk) yang rela atau yang mampu dibeli oleh konsumen, selama periode waktu tertentu, berdasarkan kondisi-kondisi tertentu. Harga produk yang diminta, harga produk lain dan faktor lain berpengaruh terhadap permintaan produk. Terdapat dua model dasar untuk permintaan konsumen. Satu, permintaan langsung, untuk konsumsi akhir konsumen dan dua, permintaan tui unan, sebagai input dalam proses produksi lanjutan. Tujuan studi ini bermaksud mengkaji pengaruh faktor permintaan minyak kelapa sawit dalam negeri (terdiri dari, produksi minyak goreng sawit dalam negeri, kuota ekspor minyak kelapa sawit) dan permintaan minyak kelapa sawit luar negeri (terdiri dari, harga ekspor minyak kelapa sawit, kurs rupiah dan harga minyak kacang kedele dunia) terhadap luas lahan kelapa sawit di Sumatera Utara. Subjek penelitian keseluruhan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara, objek penelitian luas lahan kelapa sawit Sumatera Utara. Metode dan analisis menggunakan Analisis Regresi. Analisis Jalur dan Analisis Structural Equation Modeling (SEM), menggunakan program Software Komputer Analysis of Moment Structural (AMOS) 4.10. Temuan studi menunjukkan tidak terdapat pengaruh permintaan dalam negeri minyak kelapa sawit terhadap luas lahan kelapa sawit, karena pada umumnya produsen minyak kelapa sawit adalah berorientasi ekspor. Minyak kelapa sawit sebagai produk perkebunan (agribisnis), diproduksi untuk tujuan ekspor. Menjual pads pasar ekspor, lebih baik dan tidak memiliki resiko-resiko pasar yang dapat wujud, daripada menjual pads pasar domestik. Sedangkan memproduksi produk turunannya untuk tujuan di pasarkan di dalam negeri memerlukan prosedur birokrasi. Hanya sebagian kecil pihak industriawan yang sanggup untuk mamasuki pasar. Sementara pangsa pasar di dalam negeri baik tata niaga maupun harga diatur oleh peraturan pemerintah. Hal ini menunjukkan teori Pappas dan Mark Hirschey (1995) tidak sesuai dengan gejala yang ditemukan di daerah studi. Tetapi di pihak lain menunjukkan hal yang sebaliknya, produksi minyak goreng sawit dalam negeri, harga kacang kedele dunia dan permintaan luar negeri minyak kelapa sawit berpengaruh positif dan harga ekspor minyak kelapa sawit berpengaruh negatif terhadap luas lahan kelapa sawit. Hal ini menunjukkan bahwa teori Pappas dan Mark Hirschey tidak bertentangan dengan gejala yang ditemukan pada objek penelitian, gejala yang ditemukan ini juga tidak bertentangan dengan teori permintaan yang dipelajari. Temuan baru studi ini, kuota ekspor minyak kelapa sawit, kurs rupiah mempunyai pengaruh yang signifikan dengan arah positif terhadap luas lahan kelapa sawit. Melalui variabel antara permintaan luar negeri minyak kelapa sawit, kurs rupiah juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap luas lahan kelapa sawit dengan arah positif, Temuan ini merupakan temuan baru bagi teori Pappas dan Mark Hirschey (1995). Temuan lain adalah produksi minyak goreng sawit dalam negeri dan kuota ekspor mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan dalam negeri minyak kelapa sawit dengan arah positif. Dari sisi lain, harga ekspor minyak kelapa sawit, kurs rupiah dan harga minyak kacang kedele dunia mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan luar negeri minyak kelapa sawit. Masing-masing dengan arah yang positif kecuali harga ekspor minyak kelapa sawit dengan arah yang negatif. Temuan ini, sebagian menerima dan sebagian menolak hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pappas dan Mark Hirschey (1995), Senteri (1978, 1985). Implikasi teori dari temuan studi ini adalah permintaan luar negeri (pasar ekspor) adalah merupakan_ faktor penentu yang penting bagi profitabilitas perusahaan perkebunan (agribisnis) kelapa sawit di Sumatera Utara (Pappas dan Mark Hirschey (1995). Kebijaksanaan kuota ekspor minyak kelapa sawit adalah sebagai pembatas jumlah barang (minyak kelapa sawit) yang keluar untuk ekspor, dengan tujuan menjamin tersedianya barang (minyak goreng dan produk turunan) di dalam negeri dalam proporsi yang cukup dan untuk pengendalian harga guna mencapai stabilisasi harga di dalam negeri (Nopirin 1999). Minyak kacang kedele dunia adalah pesaing bagi minyak kelapa sawit pada pasar internasional. Pasar minyak kelapa sawit merupakan pasar monopsoni, kerjasama kedua produsen utama (Indonesia dan Malaysia) merupakan implikasi penting untuk mempengaruhi struktur pasar minyak kelapa sawit dunia. Mendasarkan pada hubungan pengaruh produksi minyak goreng sawit dan kuota ekspor terhadap permintaan dalam negeri minyak kelapa sawit. Menunjukkan ada signyal pasar di dalam negeri bagi pengembangan produk turunan. Implikasi kebijakan, perlu satu langkah untuk meningkatkan permintaan pada pasar domestik melalui pengembangan industri produk turunan lain. Akhirnya implikasi untuk menambah luas lahan kelapa sawit perlu memperhatikan elemen-elemen seperti, produksi minyak goreng sawit dalam negeri, kuota ekspor minyak kelapa sawit, permintaan luar negeri minyak kelapa sawit, harga ekspor minyak kelapa sawit, kurs rupiah dan harga minyak kacang kedele dunia. Untuk kepentingan penelitian yang terkait dengan penelitian yang dilakukan atas dasar keterbatasan yang ada ketika penelitian ini dilakukan disarankan untuk penelitian lain agar dapat menggunakan data primer bagi meneliti produk-produk lain secara mendetail. Misalnya, minyak kacang kedele, minyak jagung dan minyak kelapa. Penelitian ini tidak menyoroti status tanah di Sumatera Utara. Berdasarkan tinjauan di lapangan terdapat beberapa masalah tanah, seperti, status tanah ulayat dan lainnya. Penelitian hanya fokus mengkaji pengaruh faktor permintaan terhadap pengadaan lahan kelapa sawit, tidak membahas masalah adat terhadap pengurusan tanah.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E. 19 / 03 Afi p
Uncontrolled Keywords: Influence, domestic demand, export demand, palm plantation area, Structural Equation Modeling (SEM), Analysis of Moment Structural (AMOS), Crude Palm Oil (CPO)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD5701-6000.9 Labor market. Labor supply. Labor demand
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
SYA’AD [H.] AFIFUDDIN, 099712432DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMurdjianto Purbangkoro, Prof.Dr.,SE.,SUUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 05 Oct 2016 04:37
Last Modified: 02 Jul 2017 20:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32404
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item