PENGARUH SUBSIDI BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN TERHADAP PENGELUARAN KONSUMSI DAN KEADAAN SOSIAL EKONOMI SERTA KESEJAHTERAAN KELUARGA DI WILAYAH BUDAYA JAWA TIMUR TAHUN 2006

SASONGKO, 090114495D (2007) PENGARUH SUBSIDI BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN TERHADAP PENGELUARAN KONSUMSI DAN KEADAAN SOSIAL EKONOMI SERTA KESEJAHTERAAN KELUARGA DI WILAYAH BUDAYA JAWA TIMUR TAHUN 2006. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2008-sasongko-6967-dise01-t.pdf

Download (520kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-sasongko-6967-dise01-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Beras merupakan komoditi strategis di Indonesia. Harga beras merupakan faktor penentu tingkat kemiskinan dalam jangka pendek. Kenaikan harga beras yang cukup tinggi menyebabkan pengeluaran konsumsi untuk beras bagi penduduk miskin cukup besar. Program beras untuk keluarga miskin (raskin) merupakan salah satu upaya pemerintah membantu mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin. Melalui program tersebut, yang didukung program bantuan penanggulangan kemiskinan yang lain, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial keluarga. Studi ini bertujuan untuk menguji: pengaruh subsidi beras untuk keluarga miskin terhadap: pengeluaran konsumsi keluarga, keadaan sosial ekonomi keluarga, serta pengaruh keadaan sosial ekonomi keluarga terhadap pengeluaran konsumsi keluarga, kesejahteraan keluarga dan pengaruh pengeluaran konsumsi keluarga terhadap kesejahteraan keluarga. Populasi studi adalah keluarga miskin penerima beras untuk keluarga miskin di wilayah budaya Jawa Timur yang meliputi budaya Mataraman, budaya Madura, dan budaya Arek. Teknik pengambilan sampel digunakan metode multi stage sampling. Sampel kabupaten ditetapkan secara purposive yaitu Ponorogo mewakili budaya Mataraman, Sampang mewakili budaya Madura, dan Malang mewakili budaya Arek. Untuk setiap kabupaten yang terpilih ditetapkan sampel kecamatan masing-masing sebanyak satu kecamatan yang dilakukan dengan cam purposive. Dari setiap kecamatan yang terpilih sebagai sampel, masing-masing ditetapkan dua desa sampel. Untuk Kabupaten Ponorogo dengan sampel Kecamatan Sawoo dan desa sampel Tugurejo dan Grogol. Untuk Kabupaten Sampang dengan sampel Kecamatan Camplong dan desa sampel Banjartabulu dan Tambakan. Untuk Kabupaten Malang dengan sampel Kecamatan Turen dan desa sampel Pagedangan dan Sananrejo. Pengambilan sampel keluarga penerima beras untuk keluarga miskin untuk setiap desa dilakukan secara acak. Setiap desa ditetapkan sebanyak 30 keluarga, sehingga jumlah sampel keluarga pada tiap kabupaten sebanyak 60 dan jumlah seluruh sampel untuk tiga kabupaten sebanyak 180. Variabel studi terdiri dari variabel independent yaitu subsidi beras untuk keluarga miskin, variabel intervening yaitu keadaan sosial ekonomi keluarga dan variabel pengeluaran konsumsi keluarga, sedangkan variabel dependent yaitu kesejahteraan keluarga. Variabel-variabel tersebut merupakan variabel laten yang memiliki 18 indikator. Untuk menjawab masalah studi, pada masing-masing wilayah budaya terdapat lima hipotesis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) dengan bantuan program SPSS for Windows Rel 10.0. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa pengaruh subsidi beras untuk keluarga miskin terhadap pengeluaran konsumsi keluarga terbukti signifikan untuk budaya Madura. Pengaruh subsidi beras untuk keluarga miskin terhadap keadaan sosial ekonomi keluarga signifikan untuk budaya Mataraman dan Madura. Pengaruh keadaan sosial ekonomi keluarga terhadap pengeluaran konsumsi keluarga signifikan pada budaya Mataraman. Pengaruh keadaan sosial ekonomi keluarga terhadap kesejahteraan keluarga tidak signifikan untuk budaya Mataraman, Madura dan Arek. Pengaruh pengeluaran konsumsi keluarga terhadap kesejahteraan keluarga signifikan pada budaya Mataraman dan Arek. Teori tentang subsidi harga pangan untuk keluarga miskin diterima untuk budaya Madura karena berpengaruh signifikan mengurangi pengeluaran konsumsi keluarga. Pada budaya Mataraman dan Arek, teori tersebut ditolak. Temuan teoritis kedua bahwa dalam penyaluran subsidi beras terdapat Net Social Cost yang harus diperhitungkan pada keluarga penerima subsidi. Upaya untuk meratakan subsidi beras di tingkat desa menjadi salah satu sebab kecilnya pengaruh subsidi beras untuk keluarga miskin terhadap pengeluaran konsumsi, keadaan sosial ekonomi, dan kesejahteraan keluarga di wilayah budaya Jawa Timur.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E.01/08 Sas p
Uncontrolled Keywords: Rice Subsidy, Familys Socio-Economic Condition and Consumption Expenses, Family Welfare
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1700-1973 Social legislation > K1960-1973 Public welfare. Public assistance
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
SASONGKO, 090114495DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEffendie, Prof.Dr.H.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 06 Oct 2016 01:38
Last Modified: 02 Jul 2017 22:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32408
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item