PENGARUH KEMAMPUAN LNTEIEKTUAL DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN SERTA PEMBELAJARAN DAN PEMANTAUAN DIRI TERHADAP KOMPETENSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

TEDJA SUSADYA, 090014212D (2006) PENGARUH KEMAMPUAN LNTEIEKTUAL DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN SERTA PEMBELAJARAN DAN PEMANTAUAN DIRI TERHADAP KOMPETENSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2008-susadyated-8057-abstract-8.pdf

Download (588kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-susadyated-7843-dise29-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (533kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Upaya Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu program prioritas pembangunan. Kenyataan ini ditunjukkan dengan alokasi dana pembangunan sumber daya manusia yang dianggarkan pada tahun 2001–2005 jumlahnya mencapai Rp 3,576 trilyun. Besarnya respon masyarakat Kalimantan Timurterhadap pembangunan SUMBER DAYA MANUSIA dapat dicermati dari estimasi sumber dana tersebut, yakni: 50% berasal dari individu; dan 20% berasal dari masyarakat; 15% berasal dari swasta; 15% berasal dari swadaya masyarakat. Kontribusi masing-masing daerah Kabupaten/Kota dalam proses pembangunan SUMBER DAYA MANUSIA di Kalimantan Timur adalah sebagai berikut: Kabupaten Pasir 6,35%; Kutai Barat 7,08%; Kutai Kertanegara 9,33%; Kutai Timur 8,62%; Berau 13,16%; Samarinda 16,58%; Tarakan 6,91%, dan Bontang 7,06%. Selanjutnya ditinjau dari pengalokasian dana pengembangan SUMBER DAYA MANUSIA tersebut sebarannya adalah: bidang pendidikan mendapat alokasi 55,86%; bidang kesehatan mendapat alokasi 34,21%; bidang kependudukan mendapat alokasi 7,43%; bidang Agama mendapat alokasi 1,66%; dan bidang tenaga kerja mendapat alokasi 0,77%. Esensinya makna pengembangan SUMBER DAYA MANUSIA bagi masyarakat Kalimantan Timur saat ini dan di masa depan cukup signifikan, karena secara historis penyerapan tenaga kerja secara sektoral di Kalimantan Timur cukup mengembirakan, kenyataan ini ditunjukkan pada periode 1990 sampai dengan1999 dapat dirinci sebagai berikut: tahun 1990 sebanyak 730.384 orang; tahun 1995 sebanyak 903.704 orang; dan tahun 1999 sebanyak 1.039.086 orang atau telah meningkat dengan rata-rata 3,99% tiap tahun. Semakin besarnya perhatian pemerintah pusat dalam mengembangkan Wilayah Indonesia Bagian Timur, dan semakin berkembangnya perusahaan¬perusahaan yang ada, maka penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Timur di masa mendatang diperkirakan akan semakin meningkat. Guna merespon dan mengantisipasi kondisi persaingan antar perusahaan yang semakin hebat di era globalisasi ini, maka setiap perusahaan dituntut untuk mengembangkan kapabilitas atau kompetensi sumber daya yang dimilikinya. Dengan memiliki sumber daya yang kapabel atau kompeten, perusahaan akan Iebih mampu menyusun strategi bersaing dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki atau Iebih mampu menghadapi ancaman dari lingkungan perusahaannya. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang kita kenal sebagai sumber daya penggerak dan pencipta sumber daya yang tidak nampak dalam suatu perusahaan, menjadi sumber daya yang mutlak perlu ditingkatkan kompetensinya. Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, ada dua cara yang umum dilakukan oleh suatu organisasi perusahaan, yakni melalui cara merekrut tenaga baru yang dipandang memenuhi syarat kompetensi yang ditetapkan oleh perusahaan atau melalui cara memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan kepada para pegawai yang sudah dimiliki oleh Perusahaan. Mengingat besarnya makna kompetensi sumber daya manusia dalam suatu organisasi perusahaan sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, maka penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui proses penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi di Kalimantan Timur dalam upaya mengembangkan kompetensi sumber daya Iulusannya. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Peningkatan Kompetensi merupakan bagian yang integral bagi program perguruan tinggi di Kalimantan Timur agar Lulusannya dapat lebih berprestasi dalam bidang pekerjaan setelah lulus dari Perguruan Tinggi di Kalimantan Timur. Untuk itu penekanan terhadap program pembelajaran diarahkan pada peningkatan kompetensi mahasiswanya melalui kegiatan-kegiatan yang berorientasi laboratorium lapangan. 2. Secara keseluruhan kompetensi lulusan perguruan tinggi di Kalimantan Timur dalam proses peningkatan sumber daya manusia yang kapabel diperlukan dukungan dari pemerintah daerah agar stimulasi percepatan menyediaan sumber daya manusia yang handal dan mempunyai komitmen terhadap peningkatan ekonomi daerah dapat di realisasi. Anggaran pendidikan dari pemerintah daerah perlu mendapatkan perhatian yang serius agar apa yang diharapkan oleh masyarakat di Kalimantan Timur dalam masa mendatang dapat diwujudkan sesuai dengan program yang dicanangkan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E.29/08 Sus p
Uncontrolled Keywords: Intellectual ability, individual decision making ability, learning process ability, locus of control, competency, and employees performance.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
TEDJA SUSADYA, 090014212DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorImam Syakir, Prof.Dr.H.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 04 Oct 2016 02:30
Last Modified: 02 Jul 2017 22:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32413
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item