REKONSTRUKSI SOSIAL PERKAWINAN EKSOGAMI DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL DI BALI

I NYOMAN BUDIANA, 099913670 D/IS (2004) REKONSTRUKSI SOSIAL PERKAWINAN EKSOGAMI DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL DI BALI. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
139. Abstrak Dis S 01-05 Bud r.pdf

Download (429kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-budianainy-3503-diss01-5.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Realitas perkawinan eksogami antar wangsa terutama antar golongan triwangsa dengan jaba wangsa di Bali, bila dilihat dari adat tradisi kemasyarakatan masa lalu banyak diwarnai dengan perlakuan yang diskriminatif. Perlakuan dimaksud ditengarai dengan adanya sejumlah sanksi adat seperti dibuang (diselong), diturunkan derajat kehormatannya, kawin dengan keris (simbol pengganti purusa) dan sanksi sosial lainnya seperti anak perempuan triwangsa dilarang pulang kerumah orang tuanya bila kawin dengan jaba wangsa dan perbedaan dalam prosesi ritual bagi perempuan jaba wangsa yang kawin dengan laki-Iaki triwangsa. Fenomena sosial tersebut dicermati secara rinci dan mendalam melalui penelitian grounded, agar diperoleh hasil berupa data empirik dan akurat, terutama yang berkaitan dengan variasi dari kategori, properti, maupun atribut yang dapat mendorong terjadinya perkawinan eksogami. Di samping itu dengan menerapkan analisis kualitatif secara cermat diharapkan dapat mengungkap makna maupun pemahaman yang dilakukan oleh para individu yang telah melakukan perkawinan eksogami. Melalui beberapa langkah analisis kualitatif yang terungkap dalam axial coding, penelitian menunjukkan hasil temuan bahwa konstruksi sosial perkawinan eksogami yang telah dilakukan oleh sejumlah individu dalam masyarakat Bali dewasa ini, telah menunjukkan adanya perubahan yang mendasar. Perubahan yang terjadi berupa kecenderungan tidak adanya lagi perlakuan diskriminatif baik dalam cara maupun dalam prosesi ritual perkawinan eksogami tersebut. Dalam sistem perkawinan biasa (antar orang Bali maupun dengan warga negara asing) para individu cenderung melakukan perkawinan dengan cara meminang sedangkan dalam sistem perkawinan nyeburin, individu yang diteliti telah melakukan perkawinan secara eksogami antar wangsa dan dilakukan baik dengan cara meminang maupun dengan cara ngerorod. Beberapa faktor yang dikategorikan sebagai nilai yang memberi dorongan terjadinya perkawinan eksogami diantaranya berupa gerakan atau reaksi terhadap adapt serta tradisi yang masih bernuansa diskriminatif, kemajuan tingkat pendidikan masyarakat, meningkatnya pemahaman terhadap ajaran agama (Hindu), adanya perlindungan dari hukum perkawinan nasional, tidak berfungsinya lagi lembaga adat tertentu yang mempertahankan tradisi lama dan kompleksitas pergaulan masyarakat dalam kemajuan kepariwisataan di Bali. Perubahan sosial dalam konteks perkawinan eksogami yang terjadi pada masyarakat Bali, mengandung makna bahwa perkawinan eksogami telah diterima dengan baik oleh masyarakat atas dasar saling menghormati antar sesama manusia. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan secara terperinci terhadap permasalahan disertasi ini, maka dapat dikemukakan beberapa proposisi sebagai berikut. 1. Reaksi terhadap adat-tradisi feodal, pemahaman nilai agama, kemajuan tingkat pendidikan dan kompleksitas pergaulan individu dalam masyarakat memberi semangat pendorong kepada perubahan perilaku primordial pada masyarakat Hindu di Bali menuju struktur sosio-kultural yang egaliter, baik dalam konteks hubungan kekerabatan maupun kekeluargaan. 2. Perubahan perilaku primordial masyarakat terjadi, karena adanya perubahan pemahaman status individu dalam masyarakat ,dari pengertian wangsa yang lebih mengutamakan unsur keturunan, ke arah pengertian warna yang lebih menekankan fungsi (profesi) individu dalam masyarakat. 3. Pemahaman konsep warna secara proporsional pada masyarakat, dapat menumbuhkan perilaku saling menghormati berdasarkan konsep kesejajaran (egaliter) dalam rangka mewujudkan solidaritas sosial yang dijiwai oleh semangat keagamaan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis S 01/05 Bud r
Uncontrolled Keywords: exogamy marriage and social change
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV3176-3199 Special classes. By race or ethnic group
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Sosial
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
I NYOMAN BUDIANA, 099913670 D/ISUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSoetandyo Wignjosoebroto, Prof., H., MPAUNSPECIFIED
ContributorI Gede Pitama, Prof., Dr., MScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Oct 2016 02:59
Last Modified: 05 Jul 2017 22:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32556
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item