PERILAKU KEKERASAN SUPORTER BONEK DALAM PERSPEKTIF SUBKULTUR KEKERASAN

RADEN RORO NANIK SETYOWATI, 091070410 (2014) PERILAKU KEKERASAN SUPORTER BONEK DALAM PERSPEKTIF SUBKULTUR KEKERASAN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2014-setyowatir-33692-8.abstr-t.pdf

Download (137kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT 1)
gdlhub-gdl-s3-2014-setyowatir-33692-17full A.pdf
Restricted to Registered users only

Download (728kB) | Request a copy
[img] Text (FULLTEXT 2)
gdlhub-gdl-s3-2014-setyowatir-33692-17full B.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keberadaan suporter merupakan hal penting bagi suatu kesebelasan. Istilah suporter erat kaitannya dengan kecintaan dan fanatisme pada tim kesayangan. Persebaya sebagai salah satu kesebelasan yang tua usianya, memiliki suporter fanatik bernama suporter Bonek (Bondo nekat). Penelitian ini mengaji kekerasan yang dilakukan suporter Bonek, makna perilaku kekerasan, motivasi serta tujuan, dan nilai dan norma serta identitas kelompok sehingga cenderung melakukan kekerasan. Subjek penelitian adalah suporter Bonek di Surabaya dan sekitarnya, dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penganalisisan data yang digunakan untuk mengaji data dari berbagai sumber sampai pada pemaknaan (meaning). Hasilnya sebagai berikut. 1) Kekerasan dilakukan secara spontan tanpa direncanakan sebelumnya. 2) Suporter Bonek memaknai perilaku kekerasan dalam pertandingan sepakbola sebagai tindakan yang bersifat adjective sebagai berikut. Pertama, sebagai simbol keberanian, kejantanan, dan kebanggaan. Kedua, sebagai sumber inspirasi, dan spirit kehidupan. Ketiga sebagai nilai-nilai yang penuh kewajaran. Keempat, sebagai sesuatu yang menyimpang dan tidak boleh dilakukan. 3) Motivasi (because motive) suporter Bonek melakukan perilaku kekerasan yang terjadi dalam pertandingan sepakbola ada lima variasi yaitu membela nama baik Persebaya, spontanitas dan diajak teman, terbawa emosi dari wasit, rivalitas dengan suporter lain, dan kesenangan, kepuasan serta partisipasi. 4) Tujuan (in order to motive) suporter Bonek melakukan perilaku kekerasan dalam pertandingan ada tiga variasi, yaitu demi nama baik Persebaya, membalaskan kekecewaan sekaligus rasa cinta pada Persebaya, emosi dan dendam serta menjatuhkan mental rival. 5) Adanya nilai dan norma serta identitas kelompok yang dimiliki suporter Bonek sehingga cenderung mudah melakukan kekerasan. Simpulannya, perilaku kekerasan yang dilakukan meski kebanyakan bersifat terbuka dan verbal, sudah merupakan subkultur kekerasan. Hal ini sesuai dengan teori subkultur kekerasan Marvin E. Wolfgang dan Franco Ferracuti. Identitas tersebut menjadi unsur pokok dalam interaksi sosial. Hal ini dapat dilihat pada suporter Bonek Surabaya. Identitas diri adalah kebenaran objektif sedangkan identitas orang lain adalah subjektif dan salah.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis S 01/14 Set p
Uncontrolled Keywords: Violence Behavior, Bonek Supporters, Subculture of Violence
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV40-69 Social service. Social work. Charity organization and practice
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Sosial
Creators:
CreatorsEmail
RADEN RORO NANIK SETYOWATI, 091070410UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMusta'in Mashud, Prof., Dr., Drs., M.SiUNSPECIFIED
ContributorL Dyson, Prof., Dr., Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 21 Oct 2016 17:58
Last Modified: 05 Jul 2017 23:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32560
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item