ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS EKSPOR NON-MIGAS DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI IMPLIKASINYA TERHADAP KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN DI SULAWESI SELATAN

MUKHLIS SUFRI, 099813134 D (2005) ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS EKSPOR NON-MIGAS DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI IMPLIKASINYA TERHADAP KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN DI SULAWESI SELATAN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-sufrimukhl-3551-dise12-6-abs.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
32642_fulltext1-4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
32642_fulltext5-dapus.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
32642_lamp.pdf

Download (949kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang daya saing komoditas ekspor non-migas dan perubahan struktur ekonomi implikasinya terhadap kebijaksanaan pembangunan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini adalah sifatnya penelitian survei dengan menggunakan data sekunder dan prime. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sedangkan data primer diperoleh dari usaha tani Kakao, kopi, udang dan rumput laut di tujuh daerah basis sebagai sampel. Sedangkan olahannya diperoleh dari daerah basis industri yang dianggap strategis. Data dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan Shift Proportionality shift (SSA) yang diukur dari Pangsa Regional (PR), Proportional Shift (PS) dan Differential Shift (DS) dan Analisis Location Question (LQ) dengan maksud melihat posisi relatif suatu daerah melalui pergeseran sektor-sektor ekonomi dan pertumbuhannya, serta sektor basis pada setiap daerah. Selanjutnya dengan sektor basis yang dimiliki oleh suatu daerah akan dilihat tingkat daya saing komoditas yang dimiliki melalui pendekatan analisis Domestic Resource Cost (DRC), Effective Rate Protection (ERP), Indeks Konsentrasi Pasar (IKP) dan Indeks Konsentrasi Komoditas (IKK) khususnya komoditas hasil pertanian, sedangkan komoditas hasil olahannya (agroindustri) dapat dilihat dengan mengukur pengaruh variabel teknologi, investasi, managemen dan Tenaga Kerja (TK) terhadap kinerja yang dimiliki industri olahan komoditas hasil pertanian. Dengan hasil tersebut sekaligus dapat menjelaskan berlaku tidaknya daya saing keunggulan komparatif ke kompetitif. Keseluruhan alat analisis yang digunakan integratif dapat ditemukan bahwa tidak semua daerah yang memiliki sektor basis mengalami pergeseran dan pertambahan sektor-sektor ekonomi yang arahnya positif (cepat) pada sektor yang sama di suatu daerah. Hal ini didukung oleh hubungan antara Location Quotient (LQ) dengan pertumbuhan Pangsa Regional (PR) menunjukkan pengaruh yang negatif. Kemudian daerah-daerah yang memiliki sektor basis yang menghasilkan komoditas kakao, kopi, udang dan rumput taut memiliki tingkat daya saing yang cukup tinggi yang ditemukan ke empat komoditas hasil pertanian tersebut pada daerah sampel sebagai daerah basis, memiliki tingkat efisiensi yang tinggi yang didukung dengan tingkat proteksi efektif yang negatif dan akses pasar yang cukup balk. Keadaan ini juga didukung dengan adanya pengaruh positif antara Effective Rate Protection (ERP) terhadap pertumbuhan Pangsa Regional (PR). Jika dilihat dari aspek yang dihasilkan oleh industri yang mengolah empat komoditas hasil pertanian tersebut ditemukan bahwa faktor teknologi dan investasi berpengaruh negatif terhadap kinerja industri yang menghasilkan komoditas tersebut sekaligus menjelaskan bahwa Pengembangan industri olahan hasil pertanian (agroindustri) pada sektor basis belum mengalami pergeseran daya saing keunggulan komparatif ke ke kompetitif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pendekatan analisis tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk kebijaksanaan yang mengarah kepada sektor basis agar memiliki pergeseran dan pertumbuhan yang lebih cepat atau positif. Disamping itu implementasi kebijaksanaan, diperlukan peningkatan daya saing komoditas hasil pertanian bukan hanya pada daerah basis, tetapi juga daerah-daerah yang lain yang sesungguhnya berpotensi untuk dikembangkan. Pengembangan industri olahan agroindustri harus didukung dengan teknologi, investasi guna meningkatkan kinerja industri olahan agar mampu menunjukkan berlakunya daya saing keunggulan kompetitif sesuai tuntutan otonomi daerah dan perdagangan bebas yang akan dihadapi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.E.12/06 Suf a
Uncontrolled Keywords: Competitive and Shitf sectors in commodities agriculture and processing performance implicated at development policy in South Sulawesi
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF1-6182 Commerce
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3820-3836 Economic constitution, policy, planning, and development
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MUKHLIS SUFRI, 099813134 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMurdijanto Purbangkoro, Prof., Dr., H., SE., SUUNSPECIFIED
ContributorSoedjono Abipraja, Prof., Dr., SEUNSPECIFIED
ContributorImam Syakir, Prof., Dr., H., SEUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Oct 2016 06:01
Last Modified: 05 Jun 2017 21:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32642
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item