PENGARUH JENIS PEKERJAAN DAN WAKTU KERJA WANITA TERHADAP STRUKTUR SOSIAL EKONOMI KELUARGA SERTA FERTILITAS DI KABUPATEN JEMBER JAWA TIMUR

MOHAMMAD SALEH, 099612353 D (2003) PENGARUH JENIS PEKERJAAN DAN WAKTU KERJA WANITA TERHADAP STRUKTUR SOSIAL EKONOMI KELUARGA SERTA FERTILITAS DI KABUPATEN JEMBER JAWA TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-salehmoham-3488-dise17-6-abs.pdf

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-salehmoham-3488-dise17-6.pdf

Download (11MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Program pembangunan pemerintah diantaranya adalah pembinaan peranan wanita dalam meningkatkan peran serta aktif dalam proses pembangunan nasional sesuai dengan kodrat dan martabatnya sebagai mitra kerja sejajar pria. Tujuan studi ini, mempelajari bagaimana pengaruh jenis pekerjaan dan waktu kerja wanita terhadap struktur sosial ekonomi keluarga dan fertilitas di Kabupaten Jember. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah dengan cara menganalisis teori Ronald Freedman dan Easterlin berdasarkan data primer. Permasalahan secara umum, apakah teori Ronald Freedman dan Easterlin berlaku untuk daerah Kabupaten Jember, dari permasalahan tersebut dapat disusun beberapa hipotesis sebagai berikut : 1.Teori Ronald Freedman yang menyatakan bahwa pengaruh waktu kerja wanita dan sosial ekonomi secara langsung maupun diantara variabel antara yaitu keikutsertaan dalam KB terhadap fertilitas berlaku di daerah Jember. Sedangkan variabel sosial ekonomi untuk pendapatan diantara variabel antara yaitu keikutsertaan KB terhadap fertilitas tidak berlaku. 2.Teori Easterlin mengenai semakin besarnya pendapatan berpengaruh negatip terhadap fertilitas tidak berlaku di daerah Jember. 3.Wanita pekerja siang hari mempunyai pendapatan lebih banyak dibanding wanita pekerja malam hari serta sekaligus mempunyai fertilitas yang lebih tinggi. 4.Produktivitas kerja wanita bagian sortir tembakau di gudang lebih besar dibanding produktivitas kerja wanita asongan atau mlijo, namun fertilitasnya lebih rendah. 5.Wanita yang bekerja dalam waktu yang sama baik siang maupun malam hari dengan suaminya mempunyai fertilitas yang lebih banyak dibanding dengan wanita yang waktu bekerjanya berbeda dengan suaminya, dimana pasangan suarni istri yang sama-sama bekerja siang hari mempunyai fertilitas yang lebih banyak dibanding dengan pasangan suami istri yang bekerja malam hari. 6.Bagi pasangan suami istri yang bekerja bersamaan baik waktu maupun tempat dimana ia bekerja mempunyai fertilitas lebih banyak dibanding dengan pasangan suami istri yang bekerja dalam waktu yang sama namun dengan tempat bekerja yang berbeda ataupun dibandingkan dengan pasangan suami istri yang bekerja dalam waktu yang berbeda pada tempat bekerja yang sama. Untuk membuktikan hipotesis tersebut digunakan analisis kuantitatip meliputi : analisis jalur, regresi sederhana dan t test serta tabulasi silang sederhana.Dari berbagai analisis, diperoleh hasil studi sebagai berikut : 1.Teori Freedman berdasarkan aspek sosial dan ekonomi ternyata seluruhnya berlaku di daerah Kabupaten Jember, kecuali pengaruh pendapatan secara tidak langsung terhadap fertilitas yaitu diantara variabel KB dan juga pengaruh lamanya ibu bekerja secara tidak langsung terhadap fertilitas diantara variabel KB. 2.Teori Easterlin yaitu mengenai pengaruh pendapatan yang negatip terhadap fertilitas ternyata tidak berlaku di daerah Kabupaten Jember. 3.Pendapatan rata-rata perminggu ibu yang bekerja siang hari lebih kecil dibanding ibu yang bekerja malam hari, namun fertilitasnya lebih banyak. 4.Ibu yang bekerja sebagai buruh tembakau di gudang produktivitas kerjanya lebih rendah dibanding ibu yang bekerja sebagai mlijo dan asongan, tetapi fertilitasnya lebih banyak dibanding pekerja mlijo. . 5.Besarnya fertilitas suami istri yang waktu bekerjanya bersamaan baik pada waktu siang hari maupun pada waktu malam hari lebih banyak dibanding dengan suami istri yang waktu bekerjanya berbeda dan juga besarnya fertilitas suami istri yang waktu bekerjanya sama pada waktu siang hari lebih banyak dibanding dengan suami istri yang waktu bekerjanya sama pada waktu malam hari. 6.Fertilitas suami istri yang waktu dan tempat kerjanya sama, lebih banyak dibanding suami istri yang waktu bekerjanya sama tapi tempat kerjanya berbeda. Sedangkan besarnya fertilitas suami istri yang waktu dan tempat kerjanya sama lebih banyak dibanding dengan suami istri yang waktu bekerjanya berbeda tapi tempat kerjanya sama. Disamping itu, besarnya jumlah fertilitas suami istri yang waktu bekerjanya sama lebih banyak dibanding dengan suami istri yang waktu bekerjanya berbeda. Selain hal tersebut, diperoleh indikasi bahwa antara ibu suku bangsa Jawa dengan Madura terdapat perbedaan curahan jam kerja dan keikutsertaan dalam program KB tentu saja temuan ini perlu adanya studi dan pembuktian lebih lanjut. Untuk itu perlu adanya kesempatan tersendiri bagi para peneliti lain untuk memperdalam studi tersebut

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.E.17/06 Sal p
Uncontrolled Keywords: Women workers, Time allocation, and fertility
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL458 Women in Comparative Religion
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
MOHAMMAD SALEH, 099612353 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSuroso Imam Zadjuli, Prof., Dr., H., SEUNSPECIFIED
ContributorMurdijanto Purbangkoro, Prof., DR., SEUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Oct 2016 05:50
Last Modified: 11 Oct 2016 05:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32649
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item