NILAI PRODUK WISATA BUDAYA DAN BAURAN PROMOSI SEBAGAI FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK WISATA BUDAYA DI KALIMANTAN TIMUR

THERESIA MILITINA, 099712446 D (2005) NILAI PRODUK WISATA BUDAYA DAN BAURAN PROMOSI SEBAGAI FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK WISATA BUDAYA DI KALIMANTAN TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-militinath-3483-dise19-5abs.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-militinath-3483-dise19-5.pdf

Download (14MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Disertasi berjudul Nilai Produk Produk Wisata Budaya Dan Bauran Bauran Promosi Sebagai Faktor Penentu Keputusan Membeli Produk Wisata Budaya Di Kalimantan Timur, bertujuan membahas tentang nilai produk wisata budaya dan bauran promosi yang mempengaruhi keputusan wisatawan membeli produk wisata budaya, serta perbedaan proporsi keputusan membeli dalam segmen pasar geografis, demografis, psikografis dan perilaku. Beberapa hasil penelitian menunjukkan obyek wisata budaya banyak menarik minat wisatawan untuk berkunjung, seperti yang telah diuraikan pada latar belakang, namun belum terdapat penelitian tentang faktor-faktor nilai fisik dan nilai non fisik serta bauran promosi yang menjadi daya tarik untuk membeli produk wisata budaya. Penelitian segmentasi di bidang kepariwisataan juga masih langka, seperti yang diakui sejumlah pakar pemasaran pariwisata seperti Wind (1978), Raaji dan Verhallen (1994) dan peneliti-peneliti lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran tentang perilaku wisatawan salama mengunjungi obyek wisata dan/atau membeli produk wisata budaya, sehingga dapat menemukan model/konsep promosi produk wisata budaya. Peneliti berharap hasil penelitian ini memberikan kontribusi yang besar bagi pemasaran produk wisata budaya khususnya dan pemasaran pariwisata 1. Faktor nilai fisik produk wisata budaya yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap keputusan wisatawan membeli PWB adalah kualitas dan desain. Kualitas, =3,492, p=0,0001; dan desain, =0,651, p=O,OO01. Hasil analisis ini sejalan dengan konsep produksi, yang diungkapkan Kotler, (2000:20) yang menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan ciri paling bermutu, berkinerja, atau inovatif. Kemasan dan warna signifikan dan berpengaruh negatif terhadap keputusan membeli produk wisata budaya. Pada dasarnya suatu produk wisata budaya yang dibeli adalah keaslian produk, kemasan bukanlah faktor utama untuk menentukan keputusan membeli. Demikian pula warna produk haruslah menunjukkan keaslian yang merupakan ciri khas dan keunikan produk. 2. Nilai non fisik yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap keputusan membeli produk wisata budaya, meliputi variabel-variabel sebagai berikut: keunikan, = 1,521, nilai p= 0,0001; nilai historis, = 1,467, nilai p=0,0001; keindahan, = 1,194, nilai p= 0,0001; nilai p=0,0001; dan pelayanan =1,123, nilai p = 0,0001. Sejumlah penelitian menunjukkan wisatawan tertarik mengunjungi beberapa obyek wisata karena adanya faktor keunikan, nilai historis, keindahan dan pelayanan yang baik. Ini adalah nilai non risiko 3. Bauran promosi yang signifikan dan berpengaruh positif memperkuat pengaruh nilai fisik produk wisata budaya terhadap keputusan membeli adalah (1) advertising, direct mail, personal selling, dan sales promotion, yang mempromosikan produk wisata budaya yang berkaitan dengan kemasan produk, (2) public relation, yang mempromosikan produk wisata budaya yang berkaitan dengan kemasan dan warna produk, (3) Word of Mouth yang mempromosikan produk wisata budaya yang berkaitan dengan warna produk. Bauran promosi yang signifikan dan berpengaruh negatif adalah (1) advertising yang mempromosikan produk wisata budaya yang berkaitan dengan warna dan desain, (2) public relation, direct mail, personal selling, dan sales promotion, mempromosikan produk wisata budaya yang berkaitan dengan warna produk. 4. Bauran promosi yang signifikan memperkuat pengaruh nilai non fisik produk wisata budaya terhadap keputusan membeli adalah: direct mail, yang mempromosikan produk wisata budaya yang berkaitan dengan keindahan produk. 5. Hasil analisis Chi-square tentang perbedaan proporsi keputusan membeli produk wisata budaya yang signifikan dan bermakna, didasarkan pacta jumlah wisatawan yang membeli produk wisata budaya (1216 orang wisatawan) menunjukkan: (1)segmen geografis, wisatawan Indonesia, 876 orang (72,0%), wisatawan mancanegara, adalah wisatawan Eropah, 82 orang (6,7%); (2) gagmen demografis, jenis kelamin laki-Iaki, 918 orang (75,5%), umur wisatawan, 20-30 tahun, 462 orang (38,0%), tingkat pendidikan, pendidikan menengah, 658 orang (54,1), pekerjaan, pengusaha, 260 orang (21,4%), dan pendapatan lebih dari 5 (lima) juta rupiah, 352 orang (28,9%); (3) segmen psikografis: (a) gaya hidup, menambah pengetahuan, 366 orang (30,1%), dan (b) kepribadian, menyukai seni, 434 orang (35,7%); (4) segmen perilaku: (a) tujuan utama mengunjungi obyek wisata, rekreasi, 832 orang (39,6%), (b) frekuensi kunjungan, pada kunjungan pertama, 624 orang (51,3%), dan (c) lama tinggal di obyek wisata, 1-3 hari, 1016 orang (83,6%). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan disimpulkan sebagai berikut: 1. Keputusan membeli produk wisata budaya, terutama didasarkan pada nilai fisik dan nilai non fisik PWB dan nilai budaya individu (wisatawan). 2. Promosi produk wisata dan bauran promosi yang digunakan untuk mempromosikan PWB belum dilakukan secara tepat dan maksimal oleh pemerintah, Agen Travel, GPO, industri pariwisata dan organisasi terkait dengan pariwisata lainnya. 3. Bauran promosi belum membudaya dalam masyarakat, artinya masyarakat kurang memanfaatkan bauran promosi sebagai sumber informasi untuk memperoleh informasi produk wisata budaya. 4. Wisatawan yang datang di obyek wisata, merupakan segmen pasar yang cukup potensial membeli produk wisata budaya. 5. Model/konsep promosi produk wisata budaya, menekankan faktor-faktor berikut: (a) nilai fisik dan nilai non fisik PWB yang mempengaruhi keputusan membeli, (b) menggunakan bauran promosi yang tepat, (c) isi pesan promosi dan gambar produk wisata yang ditulis dan ditayangkan pada media promosi haruslah menyiratkan keaslian nilai budaya dan memperhatikan nilai budaya wisatawan, (d) segmen-segmen pasar wisata yang potensial membeli produk wisata budaya. Temuan-temuan penelitian ini memiliki implikasi akademik maupun implikasi praktis. Implikasi akademiknya antara lain mengkonfirmasikan hasil hasil penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian ini dan memunculkan sejumlah pertanyaan barn untuk diteliti lebih lanjut berkaitan dengan ciri-ciri daya tarik PWB yang melatar belakangi wisatawan mengunjungi obyek wisata dan/atau membeli PWB dan bauran promosi selia segmen-segmen pasar yang potensial membeli PWB. Hasil penelitian ini memiliki nilai yang sangat strategis mengingat hampir semua keputusan di bidang pemasaran membutuhkan informasi mengenai selera dan karakteristik konsumen, karakteristik unik produk, bauran promosi dan segmen pasar. Informasi ini menjadi dasar dalam menyusun strategi pemasaran, khususnya pemasaran PWB. Hasil penelitian ini juga menjadi landasan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis yang berhubungan dengan kepariwisataan. Kontribusi dari hasil penelitian ini sangat besar yaitu sebagai landasan teoritis untuk memasarkan produk wisata budaya khususnya dan obyek wisata pada umumnya. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah dengan diketahuinya faktor daya tarik produk wisata budaya, bauran promosi dan segmen pasar yang potensial, maka akan mempermudah pengambil kebijakan menyusun strategi promosi produk wisata budaya dan produk wisata umumnya, sehingga obyek wisata dan produk wisata di Kalimantan Timur dapat dikenal secara luas di Indonesia dan negara-negara di dunia. Hasil temuan penelitian ini dapat meningkatkan dan mengembangkan kepariwisataan daerah dan nasional, sehingga membuka kesempatan kerja yang lebih luas, menghasilkan pendapatan bagi daerah dan devisa bagi negara, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di Kalimantan Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya. serta perkembangannya baik untuk wilayah Kalimantan Timur maupun untuk cakupan yang lebih luas, Indonesia dan manca negara. Sejalan dengan tujuan dan paradigma di atas, ada lima permasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian ini, yaitu: (1) nilai fisik produk wisata budaya yang mempengaruhi keputusan wisatawan membeli produk wisata budaya, (2) nilai non fisik produk wisata budaya yang mempengaruhi keputusan membeli wisatawan membeli produk wisata budaya, (3) bauran promosi yang memperkuat pengaruh nilai fisik produk wisata budaya terhadap keputusan membeli produk wisata budaya, (4) bauran promosi yang memperkuat pengaruh nilai non fisik produk wisata budaya terhadap keputusan membeli produk wisata budaya, (5) perbedaan proporsi keputusan membeli yang bermakna, dalam segmen pasar geografis, demografis, psikografis dan perilaku, dengan tujuan untuk menemukan wisatawan potensial yang membeli produk wisata budaya. Pendekatan yang digunakan untuk memecahkan permasalahan penelitian tersebut di atas, menggunakan analisis logistic regression, Path Analysis (dengan cara canonical correlation dan logistic regression) dan Chi-Square dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Permasalahan satu dan dua, menggunakan analisis logistic regression, permasalahan 3 (tiga) dan 4(empat) menggunakan Path Analysis dengan cara canonical correlation, permasalahan 5, menggunakan Chi-Square. Jawaban terhadap lima permasalahan tersebut, menjadi temuan baru dalam penelitian ini, dan merupakan konsep pemasaran pariwisata, khususnya konsep promosi produk wisata budaya. </description

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.E.19/05 Mil n
Uncontrolled Keywords: Physical and non-physical values of cultural tourism products, potential tourists, mixed promotion, decision to purchase
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law > K3941-3974 Trade and commerce
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
THERESIA MILITINA, 099712446 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorV Hengky Supit, Prof., SE., AkUNSPECIFIED
ContributorIBM Santika, Dr., SEUNSPECIFIED
ContributorL Dyson, Prof., DR., Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Oct 2016 02:19
Last Modified: 11 Oct 2016 02:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32651
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item