PENGARUH FAKTOR DAYA TARIK SEKTORAL DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU SERTA KESESUAIAN PILIHAN PEKERJAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA SEKTOR PERTANIAN DAN INDUSTRI PENGOLAHAN DI JAWA TIMUR

SUSILO, 0998713141 D (2004) PENGARUH FAKTOR DAYA TARIK SEKTORAL DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU SERTA KESESUAIAN PILIHAN PEKERJAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA SEKTOR PERTANIAN DAN INDUSTRI PENGOLAHAN DI JAWA TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-susilo-3556-dise27-5abs.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-susilo-3556-dise27-5.pdf

Download (18MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Proses pembangunan ekonomi dalam periode jangka panjang akan membawa suatu perubahan yang mendasar dalam struktur ekonomi, dari ekonomi tradisional dengan pertanian sebagai sektor kunci ke ekonomi modern yang didominasi oleh sektor-sektor non primer khususnya industri pengolahan dan jasa sebagai mesin penggerak utama terhadap pertumbuhan ekonomi. Hipotesis yang digunakan untuk mencermati masalah ini di samping didasarkan pada fakta-fakta yang memperlihatkan adanya korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan perubahan struktural, juga didasarkan pada beberapa teori yang relevan. Menurut Todaro terjadinya perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian (pedesaan) ke sektor industri (perkotaan) ditentukan oleh dua faktor, yaitu : (1) adanya perbedaan tingkat upah nil diantara sektor pertanian dan sektor industri. (2) adanya kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan di sektor industri. Harris-Todaro (1997: 280), membuat formulasi mengenai terjadinya perpindahan dari sektor pertanian ke sektor industri. Perpindahan terjadi karena adanya perbedaan The Rate Of Expected Wage antara sektor pertanian dan sektor industri. Apabila The Rate Of Expected Wage di sektor industri atau perkotaan lebih besar daripada di sektor pertanian atau pedesaan, maka akibatnya adalah tenaga kerja memilih untuk bekerja di sektor industri, yang berarti terjadi perpindahan atau migrasi dan sebaliknya. Sedangkan menurut Kottler, et al., (1997: 177 -178) faktor-faktor penentu dari pembangunan industri, terdiri dari kelompok faktor-faktor daya tarik industri dan kelompok faktor-faktor daya saing. Faktor-faktor daya tarik tersebut, antara lain meliputi : (1) faktor-faktor pasar; (2) faktor-faktor persaingan; (3) faktor-faktor keuangan dan ekonomi; dan (4) faktor-faktor teknologi. Sedangkan faktor-faktor penentu pembangunan dan faktor-faktor daya saing antara lain meliputi : (1) penilaian kemampuan industri; (2) pembangunan kemampuan industri. Pemikiran yang dikemukakan Kotler, et al., tersebut selanjutnya dimodifikasi sesuai dengan tujuan studi, sehingga daya tarik yang dimaksudkan dalam studi ini meliputi : (1) faktor kesempatan kerja; (2) faktor pasar; (3) faktor upah; dan (4) faktor teknologi. Penelitian empiris yang dilakukan oleh Chenery dan Syrquin (1975) tentang transformasi struktur ekonomi menunjukkan bahwa sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita, perekonomian suatu negara mengalami perubahan yaitu yang semula didominasi oleh sektor primer (pertanian) bergeser ke sektor-sektor non primer, seperti : industri, perdagangan dan jasa. Pergeseran ini terjadi berkaitan erat dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja pada sektor non primer, sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan pendapatan per kapita pada sektor non primer tersebut. Di Jawa Timur peningkatan produktivitas tersebut terjadi apakah juga benar-¬benar karena alasan demikian atau lebih dikarenakan mereka bekerja lebih lama atau pembayaran lebih baik atau fasilitas sarana dan prasarana yang lebih baik atau karena adanya peningkatan mutu modal manusia para pekerja itu sendiri, atau karena bertambahnya kesempatan kerja pada sektor industri pengolahan. Oleh karena itu, untuk memperoleh gambaran dan jawaban yang lebih konkrit sangat penting dan relevan studi yang menganalisis mengenai faktor kesesuaian pilihan pekerjaan terhadap produktivitas pekerja di sektor pertanian dan industri pengolahan di Jawa Timur ini dilakukan. Secara umum studi ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor daya tarik sektoral, karakteristik individu dan kesesuaian pilihan pekerjaan terhadap produktivitas pekerja pada sektor pertanian dan industri pengolahan di Jawa Timur. Tujuan berikutnya menguji dan menganalisis secara parsial yang meliputi : pengaruh faktor daya tarik sektoral, karakteristik individu terhadap kesesuaian pilihan pekerjaan di sektor pertanian; pengaruh daya tarik sektoral, karakteristik individu, kesesuain pilihan pekerjaan terhadap produktivitas pekerja di sektor pertanian; pengaruh faktor daya tarik sektoral, karakteristik individu terhadap kesesuaian pilihan pekerjaan di sektor industri pengolahan; pengaruh faktor daya tarik sektoral, karakteristik individu, kesesuaian pilihan pekerjaan terhadap produktivitas pekerja di sektor industri pengolahan; serta menganalisis perbedaan produktivitas pekerja di sektor pertanian dan industri pengolahan. Studi ini dilakukan di Jawa Timur dengan menggunakan metode survei, di mana teknik pengambilan sampel dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut : Pertama, penentuan kabupaten dilakukan dengan cara purposive, berdasarkan atas pertimbangan Satuan Wilayah Pengembangan (SWP); Kedua, penentuan kecamatan dilakukan dengan cara purposive, di mana setiap kabupaten diambil sebanyak 2 (dua) kecamatan; Ketiga, penentuan desa dilakukan dengan cam purposive, di mana setiap kecamatan yang terpilih diambil sebanyak 2 (dua) desa; Keempat, penentuan responden dilakukan secara random. Sampling unitnya adalah penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama pada sektor pertanian dan sektor industri pengolahan yang tersebar di 9 (sembilan) Kabupaten dengan jumlah responden sebanyak 384 orang. Sesuai dengan tujuan studi maka analisis data dalam studi ini digunakan Model Persamaan Struktural (Structural Equation ModelingSEM) dengan Program Aplikasi AMOS (Analysis of Moment Structural). Hasil studi menunjukkan bahwa faktor daya tarik sektoral dan karakteristik individu berpengaruh secara signifikan terhadap kesesuain pilihan pekerjaan baik di sektor pertanian maupun industri pengolahan . Sedangkan pada masing-masing sektor tersebut kesesuaian pilihan pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas pekerja. Namun demikian, bahwa faktor daya tarik sektoral dan karakteristik individu menunjukkan pengaruh secara signifikan terhadap produktivitas pekerja. Hal ini berarti bahwa pengaruh daya tarik sektoral dan karakteristik individu terhadap produktivitas pekerja baik pada sektor pertanian maupun industri pengolahan tidak melalui variabel kesesuaian pilihan pekerjaan (intervening variable) tetapi pengaruhnya terhadap produktivitas pekerja adalah secara langsung. Selain itu studi ini juga berhasil membuktikan bahwa produktivitas pekerja di sektor pertanian ternyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan produktivitas pekerja di sektor industri pengolahan. Dengan melihat dan memperhatikan keterbatasan penelitian ini, maka untuk pengembangan penelitian lebih lanjut nampaknya masih perlu dilakukan, utamanya penelitian yang berkaitan dengan sektor-sektor pekerjaan yang menggunakan padat modal (capital intensive) dengan teknologi tinggi (high technology), guna memperoleh berbagai input/masukan yang lebih komprehensip. Selain itu, agar penelitian ini dapat lebih bermanfaat bagi para pengambil kebijakan dan masyarakat pengguna lainnya, maka peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lanjutan dengan ruang lingkup yang lebih luas tidak hanya Jawa Timur, tetapi dapat diperluas hingga nasional agar diperoleh informasi dan pengetahuan di bidang ekonomi ketenagakerjaan yang lebih luas. Selanjutnya bagi pengambil kebijakan di bidang ketenagakerjaan, disarankan harus lebih berhati-hati dalam merumuskan sebuah kebijakan utamanya yang berkaitan dengan sebuah strategi dalam meningkatkan produktivitas, karena hasil penelitian ini ternyata ada 4 (empat) dimensi pembentuk daya tarik sektoral, yaitu : pasar (p), kesempatan kerja (k), teknologi (t), dan upah (u), serta keempat dimensi tersebut signifikan secara statistik. Hal ini berarti bahwa keempat dimensi tersebut harus diperhatikan secara bersama-sama dalam menetapkan strategi peningkatan produktivitas. Sehingga tidak benar kalau upah saja yang dijadikan pertimbangan utama bagi pengambil kebijakan untuk mendukung strategi tersebut. Demikian pula untuk karakteristik individu, di mana dalam penelitian ini ada 3 (tiga) dimensi pembentuk karakteristik individu, yaitu : dimensi pendidikan (X2.1), budaya (b), dan status sosial (s). Semua dimensi tersebut dalam penelitian ini signifikan secara statistik. Mengingat salah satu dari masalah-masalah utama dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah produktivitas tenaga kerja yang rendah, maka untuk peningkatan produktivitas pekerja disarankan untuk tidak lagi hanya mengandalkan pada sumber-¬sumber keunggulan komparatif yang tradisional, seperti tenaga kerja yang murah dan kekayaan alam, namun perlu mengembangkan keunggulan komparatif yang dinamis, yaitu sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, produktif, dan profesional. </description

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.E.27/05 Sus p
Uncontrolled Keywords: Sectoral attraction, individual characteristics, work choice conformance and productivity of the workers.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD58 Industrialization
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
SUSILO, 0998713141 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMurdijanto Purbangkoro, Prof., Dr., H., SE., SUUNSPECIFIED
ContributorImam Syakir, Prof., Dr., H., SEUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Oct 2016 03:22
Last Modified: 11 Oct 2016 03:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32661
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item