IDENTITAS RELIGIUS PEREMPUAN ISLAM : KAJIAN DALAM PERSPEKTIF TEORI KRITIK ERICH FROMM ATAS PEMAKAIAN ‘JlLBAB-MODIS’ OLEH MAHASISWI DI KAMPUS MUHAMMADIYAH MALANG

ANDI MAPPIARE AT, - (2005) IDENTITAS RELIGIUS PEREMPUAN ISLAM : KAJIAN DALAM PERSPEKTIF TEORI KRITIK ERICH FROMM ATAS PEMAKAIAN ‘JlLBAB-MODIS’ OLEH MAHASISWI DI KAMPUS MUHAMMADIYAH MALANG. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (308kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berlandaskan pada fenomena empirik yaitu pemahaman perempuan Islam, mahasiswi pemakai jilbab, Jilbab Modis (Funky, NonFunky) dalam konteks struktur (religi dan ideologi, melalui otoritas). Situs penelitian adalah seputar tempat kerja Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Pemakaian Jilbab sedemikian itu dipahami oleh subjek sebagai simbol identitas religius (Islam); namun, itu dipahami oleh banyak elit Islam sebagai lain dari kaidah berjilbab. Identitas religius dikonsepsikan secara dialektis yaitu pemahaman diri, pemahaman oleh struktur, dan transaksi antar pemahaman dengan mana individu menetapkan arah identifikasi religius, sebagaimana digunakan oleh perumus teori dialektik ala Marx, termasuk Fromm. Religiusitas difokuskan pada dimensi konsekuensinya menurut Stark dan Glock (dalam Robertson, 1988:195 - 297). Atas fenomena empirik dari pengamatan awal, sejalan dengan perspektif kritik yang ditetapkan, dirumuskan permasalahan yang mengacu pada inti isu yaitu koneksitas antara identitas individu dan karakter sosial dalam teori Fromm serta interpretasi terbaru teori Fromm oleh Douglas Kellner dan George Boeree. Permasalahan pokok penelitian: (1) Bagaimanakah variasi kategori identitas religius subjek menurut pemahaman subjek mengenai karakter struktur masa lalu (otoritas keluarga) dan karakter struktur masa kini (otoritas kampus)? (2). Bagaimanakah dinamika karakter objektif struktur masa kini? (3). Bagaimanakah koneksitas identitas Subjek dengan karakter struktur masa kini? Inti permasalahan adalah pada butir nomor (3) yaitu, pertarungan subjek versus struktur. Metode penelitian adalah kualitatif jenis ethnography, varian etnografi kritik terfokus (Alvesson dan Skoldberg, 2000: 141). Pengumpulan data dengan teknik observasi berpartisipasi aktif secara medium, interviu mendalam, dan teknik life history. Analisis melalui strategi interpretasi bersusun ( triple hermeneutic ), dengan tahap: (a) representasi data, hasil refleksi pribadi, (b) interpretasi bersusun, reflektif dan refleksif, serta (c) membaca ekstensif teori, perbincangan metateori, interpretasi metateori, dan pengajuan pandangan dan teori alternatif Dari penelitian ini diperoleh inti kesimpulan, kontribusi dan saran sebagai berikut: Pertama, sebagai proposisi inti (fokus pada inti permasalahan, butir no (3) di atas), ditemukan interkoneksi dan kontradiksi antara identitas subjek dan karakter struktur. Terdapat suatu totalisme dan sifat mutually symbiotic antara variasi tipe identitas subjek dan dinamika karakter struktur. Dalam irama karakter struktur yang berftuktuasi secara dinamis, subjek secara bebas dan fleksibel membentuk tipe identitas mereka. Subjek dapat berorientasi berpunya sekaligus berbuat melalui permainan strategik, lebih didominasi- kesadaran religius - dalam mana terdapat filter agen yang menyaring filter sosial. Temuan ini tidak mendukung sepenuhnya teori Fromm yang menyatakan bahwa koneksitas subjek dan struktur bersifat linier, deterministik, subjek ditempatkan vis-a -vis dengan struktur (Fromm, 1970; interpretasi Boeree, 2002a; interpretasi Kellner, 2003a). Fromm memandang manusia tidak pernah bisa bebas sebab cenderung lari dari kebebasan atas dominasi kesadaran palsu, distorsi visi realitas, ketaksadaran bersama (Fromm, 1941), cenderung beradaptasi dan konformis sebab memuaskan secara fisik dan spiritual (Fromm, 1955); struktur patriarki menghambat kebebasan manusia menegaskan identitas (dalam interpretasi Boeree, 2002a). Kuat orientasi berpunya (having mode) manusia sehingga tidak mampu mentransformasikan bebas dari (dominasi religi, ideologi, dan ekonomi) menjadi bebas untuk (berbuat atau being mode) (Fromm, 1955; Fromm, 1976). Ditemukan pula konflik dan konsensus dalam perkembangan identitas subjek, ada tarik-menarik duniawi-ukhrawi dan bermartabat-berkerabat (sekuritas versus kebebasan). Ekspresi konflik dan konsensus diwarnai oleh kultur, bahwa tidak semua hal dapat atau boleh dikatakan. Kesadaran religius subjek mencegah konflik ke wilayah permukaan. Ada dilema utama antara kemanusiaan versus reifikasi dan komodifikasi religi dan ideologi pada struktur. Kesadaran Religius struktur menjadi pemandu struktur atau jalan keluar dari dilema utama yang menimbulkan karakter berfluktuasi secara dinamis. Semangat otoritas struktur ini adalah berlomba dalam kebajikan menuju kesejahteraan untuk semua. Ini diimbangi oleh subjek dengan filter agen dalam kesadaran religius - berciri ikhlas dan tawakkal - dalam kadar berlainan, namun ada alienasi pada subjek tertentu. Ikhwal eksistensi tujuan bermartabat dan alienasi dalam perkembangan identitas subjek adalah sama dengan proposisi . Fromm, yaitu kedudukan pada Tuhan membuat manusia lebih bermartabat namun menjauh dari kehidupan sosial dan menimbulkan alienasi sosial (Fromm, 1941). Namun, gambaran khususnya berbeda dari proposisi Fromm, karena dalam perkembangan idenitas, rerata subjek dapat bebas sekaligus aman memadukan orientasi ukhrawi dan sosial, atau bermartabat dan Berkerabat - terhindar dari alienasi. Struktur seturut Fromm agaknya tidak mengalami dilema internal dan otoritas tidak perlu memikirkan jalan keluar karena karakternya didominasi oleh ekonomi dan struktur libinal laki-laki (Fromm, 1941; Fromm, 1955; Fromm, 1976). Adapun peran unsur kultur setempat yang mewarnai kelola dilema atau konflik dan konsensus pada penelitian ini adalah mendukung sepenuhnya teori Fromm ikhwal pentingnya dan kekhasan kultur suatu masyarakat yang mewarnai tampilan karakter sosial dan identitas subjek. Kedua, sebagai konsekuensi dari tahap pengajuan pandangan dan teori alternatif penelitian kritik, ditawarkan penteorian metaforik bernama Drama Kampus. Struktur tampil dengan karakter berfluktuasi-dinamis; subjek menampilkan identitas bervariasi dan dilengkapi permainan strategik, a dance of identification (istilah Goffman,1961) - joget identifikasi. Sifat totalitas Drama Kampus adalah proses coupling (istilah Maturana, 1980) - saling-merangkai subjek dengan struktur. Sifat substansial penteorian memiliki semua unsur penyusunan teori oleh Goffman (1959): perspektif teknik, politik, struktural, kultural, dan dramaturgik Pada tataran lapangan, ditemukan suatu metode dramatis, peneliti berkonflik dengan subjek dan informan, dimainkan secara fleksibel. Pengumpulan data melalui teknik interviu mendalam sering dilaksanakan dalam suasana berkelakar, joking atau guyon sehingga dikembangkan dan ditawarkan interviu khusus yang dinamakan interviu mendalam secara berkelakar (in-depth jokingly interview). Ketiga, saran terutama ditujukan kepada: (a) para peneliti selanjutnya agar melakukan pengamatan pada struktur objektif masa lalu subjek_ (b) para pemakai temuan penelitian dapat mencobakan taraf transferibelitas temuan_ dan (c) otoritas religi dan ideologi (struktur) yang diteliti dapat menyempurnakan agenda transformasi nilai religi dan ideologi melalui penonjolan nilai kemanusiaan pada karakter struktur - yang kini bertumbuh ke arah spiral menaik (upward spiral) dan menuju keberfungsian struktur secara penuh (fully functioning structure) - alih-alih dari penonjolan tampilan reifikasi dan komodifikasi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.S.01/06 And i (TIDAK ADA FULL TEXT)
Uncontrolled Keywords: Critical theory, Ideology, religious identity, Islamic women, Metaphor, Social character, Structure, veil.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1442-1448 Women
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Sosial
Creators:
CreatorsEmail
ANDI MAPPIARE AT, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorA. RAMLAN SURBAKTI, Prof., Drs., MA., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorIrwan Abdullah, -UNSPECIFIED
ContributorSanapiah Faisal, -UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 20 Oct 2016 01:32
Last Modified: 20 Oct 2016 01:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32707
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item