NGEROROT PERCERAIAN ORANG SASAK LOMBOK

SYAFRUDDIN, 090112427 D (2006) NGEROROT PERCERAIAN ORANG SASAK LOMBOK. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-syafruddin-3584-diss02-n-abs.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-syafruddin-3584-diss02-n.pdf

Download (15MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Impresi awal tentang masyarakat Sasak yang mengenangkan bagi orang luar (out group) adalah pada struktur mikro masyarakat yaitu keluarga. Kehidupan keluarga dengan komitmen perkawinan yang rendah telah menjadikan institusi inimengalami berbagai persoalan yang mengakibatkan terjadinya disorganisasi dalam keluarga. Suatu fakta sosial bahwa peristiwa ngerorot yang dilakukan oleh isteri-isteri yang berakibat terjadinya perceraian, manandai bahwa persoalan perceraian bukan saja monopoli kaum laki-Iaki, tetapi harus diakui bahwa ketidakpatuhan isteri dalam perkawinan juga menjadi faktor pendorong dari terputusnya ikatan perkawinan. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pola ngerorot pada masyarakat Sasak lombok, ngerorot yang bagaimana yang dapat berakhir dengan perceraian, faktor sosial budaya yang bagaimana mendorong perempuan melakukan ngerorot dan perlawanan pada kekuasaan laki-Iaki sebagai suami . Tujuan Penelitian adalah ingin mengetahui; pola ngerorot, ngerorot yang berakhir dengan terjadinya perceraian, kenapa isteri-isteri melakukan perlawanan dan melakukan ngerorot, dan faktor sosial budaya yang mendorong terjadinya ngerorot isteri-isteri di masyarakat suku Sasak lombok. Untuk mempelajari dan memahami peristiwa ngerorot dalam masyarakat Sasak, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan somber non-manusia yang berupa data-data dokumentasi. Perspektif teori yang digunakan untuk memahami peristiwa ngerorot dan perceraian di dalam kehidupan masyarakat Sasak adalah perspektif teori konflik. Perspektif ini memandang bahwa institusi keluarga dianggap sebagai sumber terjadinya pertentangan dan ketidakadilan sosial, karena di dalam keluarga terjadi dominasi dan subordinasi oleh laki-Iaki terhadap perempuan. Perspektif ini juga melihat bahwa institusi keluarga adalah tempat perlindungan yang kurang mengenangkan, karena di dalam keluarga dapat terjadi pertentangan, kekerasan dan adanya eksploitasi terhadap perempuan. Ini memberikan gambaran bahwa di dalam kehidupan perkawinan (suami-isteri) , selain adanya perasaan cinta (loving), pada aspek lain juga akan timbul perasaan benci dan iri hati (hating) yang akan dapat menimbulkan pertentangan atau pertikaian, artinya bahwa semakin intim dan akrab suatu hubungan, maka kecenderungan semakin tinggi pula rasa benci dan seringnya terjadi pertikaian. Berbeda dalam hubungan yang bersifat sekunder, perasaan bermusuhan dapat diekspresikan secara relatif bebas, dan ini tidak terjadi dalam hubungan primer (suami-isteri), karena keterlibatan emosi mereka secara total untuk mengeluarkan perasaan dapat membahayakan hubungan. Penelitian ini menemukan bahwa ada dua pola ngerorot yang dilakukan para perempuan Sasak: Pertama, ngerorot nenangin diriq, ngerorot ini dilakukan oleh seorang perempuan (isteri) sekedar untuk menenangkan diri guna meredakan ketegangan atau konflik yang terjadi antara suami dan isteri atau keluarga lain. Pada pola ini seorang isteri tidak memiliki keinginan untuk membubarkan perkawinan (cerai) , konflik dalam tataran ini dapat disebut konflik komunal. Kedua, ngerorot kemeleq seang, ngerorot pola ini seseorang isteri melakukan ngerorot adalah suatu tindakan simbolik bahwa ia menginginkan terjadinya perceraian dari suami. Konflik ini dapat disebut konflik non-komunal, karena di antara suami-isteri tidak ada kesamaan yang dapat ditemukan untuk mencapai sebuah kompromi. Pada ngerorot kemeleq seang (ngerorot ingin bercerai) ditemukan tiga bentuk ngerorot yang berakhir dengan perceraian yaitu: ngerorot seang tegantung, ngerorot seang lansung, dan ngerorot nyerah hukum. Ada dua pola perceraian ngerorot yang banyak digunakan oleh masyarakat Sasak Lombok untuk membubarkan perkawinan mereka, yaitu ngerorot seang tegantung dan ngerorot seang lansung. kedua pola ini selain diakui oleh masyarakat dan juga menggunakan saluran yang tidak formal. Sedangkan pola ngerorot seang nyerah hukum, proses ini jarang digunakan, karena kurang dipahami, berbelit-belit dan terlalu formal, yaitu melalui badan-badan peradilan seperti; KUA dan Pengadilan Agama (PA) untuk memutuskan ikatan perkawinan (perceraian). Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan (isteri) melakukan perlawanan dan pemberontakan di dalam keluarga karena tidak terpenuhi kewajiban-kewajiban moral yang mendasar, tidak adanya distribusi yang adil terhadap sumber daya dalam keluarga. Selain itu adanya struktur sosial di dalam masyarakat bertindak overdeterminis sebagai regulator agensi untuk melakukan pengaturan terhadap tingkah laku perempuan (isteri) , sehingga mereka tidak bisa independen, dan semuanya sangat tergantung dari adanya perijinan sosial. Dan Apa yang dilakukan oleh perempuan Sasak dengan ngerorot adalah suatu peristiwa yang bersifat lokal, dan sporadis.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.S.02/06 Sya n
Uncontrolled Keywords: Ngerorot, Conflict, Divorce, Resistance.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ811-960.7 Divorce
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV3176-3199 Special classes. By race or ethnic group
Creators:
CreatorsEmail
SYAFRUDDIN, 090112427 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSalladien, Prof., DrUNSPECIFIED
ContributorL Dyson, Prof., Dr., Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 11 Oct 2016 02:05
Last Modified: 11 Oct 2016 02:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32710
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item