PEMIKIRAN POLITIK NEGARA DAN AGAMA “AHMAD SYAFII MAARIF”

AHMAD SHOLIKIN, 070913057 (2013) PEMIKIRAN POLITIK NEGARA DAN AGAMA “AHMAD SYAFII MAARIF”. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-sholikinah-24233-8.abstra-.pdf

Download (97kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-sholikinah-24233-17full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (956kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Persoalan relasi antara Negara dan Agama merupakan hal yang penting. Dalam konteks Indonesia, Islam memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Sebagai agama mayoritas maka banyak Muslim Indonesia yang memiliki otoritas sebagai intelektual yang dapat memberikan penafsiran terhadap pemahaman Islam dalam konteks hubungan Islam dan kenegaraan. Salah satu dari tokoh Muslim Indonesia adalah Ahmad Syafii Maarif, dalam desertasinya: Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia yang kemudian menjadi buku fenomenalnya dalam menyoroti pola hubungan neraga dan agama yang ada di Indonesia. Peneliti ingin melihat bagaimana Ahmad Syafii Maarif dalam mendamaikan perseteruan antara negara dan agama dalam konteks Indonesia. Selain itu peneliti juga ingin melihat bagaimana latar belakang Ahmad Syafii Maarif sehingga ia mengeluarkan gagasannya. Penelitian ini dilakukan penulis secara kualitatif dan deskriptif dengan menggunakan karya-karya Ahmad Syafii Maarif baik berupa buku atau jurnal sebagai data primer penelitian. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan Ahmad Syafii Maarif sebagai data pendukung data primer. Hasil penelitian ini adalah, pertama, Ahmad Syafii Maarif adalah seorang Intelektual Muslim yang menggunakan semangat moral Islam sebagai dasar berpijak dari seluruh pemikiran politiknya. Pola hubungan antara negara dan agama tergambar dalam pola yang saling memerlukan, Negara memerlukan agama sebagai sumber prinsip moral-transendental bagi tegaknya keadilandan prinsip persamaandalam sebuah negara, sedangkan Agama butuh negara sebagai institusi pelindung bagi terlaksananya ajaran moral agama dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.Kedua, Ahmad Syafii Maarif dalam hal pemikiran negara dan agama mengalami transformasi pemikiran yang sangat kontras, dari syariat orientedpemikiran Moh. Natsir sebelum menjadi seorang sosial-demokrat yang menjadi orientasi dari Muhammad Hatta. Titik kontras pemikirannya adalah sebelum Chicago dan pasca Chicago.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.P.21/13 Sho p
Uncontrolled Keywords: Pemikiran Politik Islam, Ahmad Syafii Maarif, Relasi Negara dan Agama.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL1-50 Religion (General)
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AHMAD SHOLIKIN, 070913057UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSutrisno, Drs., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 18 Oct 2016 22:01
Last Modified: 18 Oct 2016 22:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32737
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item