MAKNA PEMBANGUNAN PERTANIAN BAGI KIAI, SANTRI, DAN PETANI DI MADUSARI MALANG Studi Proses Perubahan Sosial Bidang Pertanian dalam Perspektif Fenomenologi

ACH FATCHAN, 099913647 D (2004) MAKNA PEMBANGUNAN PERTANIAN BAGI KIAI, SANTRI, DAN PETANI DI MADUSARI MALANG Studi Proses Perubahan Sosial Bidang Pertanian dalam Perspektif Fenomenologi. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-fatchanach-3540-diss07-k.pdf

Download (477kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT1)
gdlhub-gdl-s3-2007-fatchanach-3540-diss07-a.pdf

Download (10MB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT2)
gdlhub-gdl-s3-2007-fatchanach-3540-diss07-b.pdf

Download (10MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Studi ini mendeskripsikan makna berbagai tindakan individu (noumena) dari (kiai, santri, dan petani) dalam suatu pembangunan pertanian. Penelitian ini secara umum bertujuan memahami makna pembangunan pertanian bagi kiai, santri dan petani. Pemahaman makna tindakan ditelusuri berdasarkan atas konteks yang melatarbelakanginya, pengaruh patterns of thinking yang diidolakan oleh masing-masing individu, berbagai motif tujuan (in order to motives), dan berbagai motif sebab (because motives) dari tindakan masing-masing individu pelaku pembangunan pertanian. Untuk mengungkap makna berbagai tindakan individu tersebut digunakan pendekatan perspektif fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi partisipasi (partisipate observations), dan wawancara mendalam (depth interview). Data primer yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, kondisi konteks yang melatarbelakangi tindakan individu menunjukkan: Desa Madusari merupakan desa pertanian yang sedang mengalami perubahan dari pola bertanam secara monokultur ke pola multiple cropping. Pada era Orde Baru tekanan pemerintah sangat kuat, tetapi setelah Orde Reformasi tekanan ekonomi yang menjadi dominan. Pengaruh kharismatik dan ke-elite-an kiai sangat kuat atau dominan. Kiai menciptakan public image atribut spiritual dan legitimasi kepemim-pinan dalam mempertahankan kekharismatik¬annya. Pondok pesantren di desa ini berkarakter spesifik yakni: (1) merupakan pesantren centre of development bidang pertanian, (2) pesantren dibangun atas dasar keberadan buruh tani ngawulo kemudian menjadi santri ngawulo, (3) kekuasaan kiai absolute bagi para santri dan masyarakat desa sekitarnya. Gadai sawah telah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Kiai Madusari membolehkan gadai asal manfaatnya lebih besar daripada mudaratnya. Tindakan gadai lebih dilatarbelakangi aspek pemahaman religius dan budaya daripada ekonomi ataupun politik. Terjadi proses penjelimetan dalam pelaksanaan slamten untuk usaha tani. Secara operasional slametan itu seperti slametan waktu tanam dengan cara sesaji dan membaca salawat Nariyah 11 kali. Slametan pada saat padi bunting dengan cara sesaji. Slametan panen padi: slametan dengan cara sesaji, slametan dengan cam membaca doa tasyakuran dan juga slametan dengan cara membaca tahlil. Terjadi tindakan guthitan atau sesideman (merupakan tindakan atau menyerobot secara diam-diam) dalam proses penyebarluasan teknologi pertanian. Guthitan dapat menimbulkan golongan elite lokal secara teknologis kendatipun bukan golongan petani kaya. Hal ini berbeda dari konsep elite desa pada umunya yang hanya dilihat dari penguasaan modal dan luas lahan. Kedua, kiai, santri, dan petani memaknai proses perubahan sosial bidang pertanian secara berbeda dan mereka meaakukan suatu tindakan yang berbeda pula. Tindakannya itu didasari oleh pattern of thinking yang mereka punyai, motif tujuan (in order to motives) dan motif sebab (because motives) yang berbeda. Tindakan itu seperti: tindakan menurut menerapkan teknologi pertanian bagi individu (wong manut), tindakan menerapkan teknologi pertanian secara adaptif dan kreatif bagi individu (wong lecet), tindakan menerapkan teknologi pertanian secara aktif dan kreatif bagi individu (wong mblebes), dan tindakan menerapkan teknologi pertanian semau gue bagi petani (wong keset). Kiai dalam menyebarluaskan teknologi pertanian (kiai mediator) bertindak eklektik, seperti bertindak manut, lecet, dan mblebes bahkan menolak (tidak manut) atau tidak pada pakem yang ada. Berbagai tindakan kiai itu diikuti oleh para santri dan petani di sekitarnya (kiai sebagai mediator), kecuali petani bertindak keset. Tindakan penolakan yang dilakukan oleh kiai, santri, atau petani didasari oleh rasionalitasnya sendiri. Tindakan penolakan itu tidak hanya didasarkan atas orientasi masa datang (motif tujuan) tetapi juga masa yang lalu (motif sebab). Penolakan itu juga diikuti dengan konsekuensi solusi atas tindakannya. Penolakan individu semacam itu belum pernah diungkap oleh Popkin. Pada studi Popkin penolakan yang dilakukan individu cenderung berorientasi terhadap kehidupan masa depan berdasarkan atas motif ekonomi. Namun, studi ini menemukan penolakan dilakukan atas dasar orientasi masa lalu, kini, dan depan (baca: berdasar motif sebab dan motif tujuan). Berbagai tindakan penolakan itu didasarkan atas interpretasi individu terhadap aspek pola pikir, motif sebab, dan motif tujuan. Penekanan terhadap berbagai aspek itu sangat tergantung pada kondisi kehidupan keagamaan (rasionalitas religius), di samping kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Hal inilah yang membedakan temuan studi ini dengan temuan penelitian Popkin yang lebih menekankan pada rasionalitas ekonomi dan orientasi masa depan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 S 07/04 Fat m
Uncontrolled Keywords: Agriculture development, social changes in agriculture, perspective phenomenology, kiai, santri and farmers.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT401-485 Rural groups. Rural sociology
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Sosial
Creators:
CreatorsEmail
ACH FATCHAN, 099913647 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorA. RAMLAN SURBAKTI, Prof., Drs., MA., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorSalladien, Prof., DRUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 20 Jun 2016 01:37
Last Modified: 20 Jun 2016 01:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32740
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item