TEKNOLOGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING TERDEGRADASI MELALUI PERBAIKAN KUALITAS KOMPOS DANBIOCHAR DENGAN INDIKATOR PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI

ASFAN, 090810064 D (2014) TEKNOLOGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING TERDEGRADASI MELALUI PERBAIKAN KUALITAS KOMPOS DANBIOCHAR DENGAN INDIKATOR PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2015-asfan-35758-4.abstr-k.pdf

Download (159kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2015-asfan-35758-fullk.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian terdiri atas tiga tahapan penelitian: Penelitian pendahuluan, penelitian tahap pertama dan penelitian tahap kedua. Tujuan penelitian: 1) untuk mengetahui apakah terdapat interaksi dosis kompos baik kompos jerami padi maupun kompos kotoran sapi dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang ditanam di lahan kering terdegradasi, 2) untuk mengetahui apakah terdapat interaksi jenis kompos dan dosis biochar baik biochar jerami padi maupun biochar kotoran sapi terhadap perubahan sifat kimia-fisika tanah,pertumbuhan dan hasil kedelai yang ditanam di lahan kering terdegradasi. Penelitian dilakukan pada lahan kering Alfisols yang mendominasi 76 % dari luas lahan kering di Bangkalan dan 73% dari luas baku lahan kering di Madura, yaitu di desa Keleyan,kecamatan Socah kabupaten Bangkalan Madura, mulai tahun 2010 sd tahun 2012. Metode penelitian: 1) penelitian pendahuluan: analisis(kimia-fisika) tanah secara komposit, dilanjutkan dengan pembuatan profil tanah di lokasi penelitian, 2) penelitian tahap pertama terdiri atas dua percobaan faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok yang diulang 3 kali. Percobaan pertama, faktor I: dosis kompos jerami padi 5 level: (P0: tanpa kompos; P1: 2,5 t/ha; P2: 5 t/ha; P3: 7,5 t/ha; P4:10 t/ha) Percobaan kedua, faktor I: dosis kompos kotoran sapi 5 level: (K0: tanpa kompos; K1: 2,5 t/ha; K2: 5 t/ha, K3: 7,5 t/ha, K4: 10 t/ha) dan factor II (percobaan I dan II): macam varietas (V1:wilis dan V2:anjasmoro). 3) penelitian tahap kedua menggunakan rancangan petak terbagi yang disusun dalam rancangan acak kelompok. Faktor I (petak utama) jenis kompos 3 level: (O0:tanpa kompos, O1: kompos jerami padi 10 t/ha, O2: kompos kotoran sapi 10 t/ha) dan faktor II (anak petak) dosis biochar 5 level: (B0:tanpa biochar, B1:biochar jerami padi 2 t/ha; B2: biochar jerami padi 4 t/ha, B3:biochar kotoran sapi 2t/ha, dan B4: biochar kotoran sapi 4 t/ha). Hasil analisis tanah secara komposit, dilihat dari sifat kimia tanahnya terjadi degradasi (penurunan kadar unsur hara) pada lahan kering Alfisol di lokasi penelitian terutama C organik tanah sangat rendah (0,97%), kadar P2O5 sangat rendah (8,08 me/100 g), pH tanah agak masam (6,35) dan kadar N rendah (0,11%). Secara fisik, masih belum tampak adanya degradasi lahan, hanya berat isi tanah cukup tinggi yaitu rata rata 1,33 g/cm3. Hasil penelitian tahap pertama: Tinggi tanaman kedelai varietas anjasmoro pengaruh dosis kompos jerami padi (7,5-10) ton/hektar berkisar (58,67- 60,89) cm, dan pengaruh dosis kompos kotoran sapi (7,5-10) ton/hektar berkisar (59,50 – 62,22) cm. Pengaruh masing masing faktor terhadap produksi, perlakuan P4 (kompos jerami padi 10 ton/hektar) dapat meningkatkan hasil kedelai 0,62 ton/hektar atau 43%, sedangkan pengaruh varietas, varietas anjasmoro dapat meningkatkan hasil kedelai 0,41 ton/hektar atau 27% dibandingkan varietas wilis. Pengaruh dosis kompos kotoran sapi terhadap produksi, perlakuan K4 (kompos kotoran sapi 10 ton/hektar) dapat meningkatkan hasil kedelai 0,53 ton/hektar atau 35%, sedangkan pengaruh varietas, varietas anjasmoro dapat meningkatkan hasil kedelai 0,36 ton/hektar atau 23% dibandingkan varietas wilis. Hasil penelitian tahap kedua, formulasi O2B4 (kombinasi kompos kotoran sapi 10 ton/hektar dan dosis biochar kotoran sapi 4 ton/hektar), dapat meningkatkan deposit karbon dalam tanah sebesar 246% (dua minggu setelah tanam) dan meningkatkan deposit karbon 195%(dua minggu setelah panen). Dengan peningkatan deposit karbon dalam tanah 195 % pada dua minggu setelah panen ini, lahan kering pada mulanya terdegradasi terutama C organik tanah yang sangat rendah (1%), produktivitasnya dapat ditingkatkan sehingga dapat ditanami kedelai minimal 5 kali musim tanam dengan kadar C organik tanah masih disekitar 2%,Disamping meningkatkan produktivitas lahan, kombinasi kompos 10 ton/ hektar (baik komposjerami padi maupun kompos kotoran sapi) dan dosis biochar 4 ton/hektar (baik biochar jerami padi maupun biochar kotoran sapi) dapat menghasilkan produktivitas tanaman kedelai (2,259 -2,298) ton/hektar atau meningkat rata rata 71%.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK DIS M 05/15 Asf t
Uncontrolled Keywords: degraded dry land, rice straw compost, catle dung compost, rice straw biochar,catle dung biochar, soil productivity and crop productivity of soybean.
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
S Agriculture > SB Plant culture > SB1-1110 Plant culture
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Matematika & IPA
Creators:
CreatorsEmail
ASFAN, 090810064 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKusriningrum Rochiman S, Prof.,Dr.,Ir.,Hj.,MSUNSPECIFIED
ContributorSucipto Hariyanto, Dr.,DEAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Last Modified: 01 Sep 2016 07:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32790
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item