ISOLASI BAKTERI DAN JAMUR SELULOLITIK FESES JERAPAH SEBAGAI INOKULUM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS JERAMI PADI DAN PRODUKTIVITAS DOMBA

SRI HIDANAH, 090315209 D (2007) ISOLASI BAKTERI DAN JAMUR SELULOLITIK FESES JERAPAH SEBAGAI INOKULUM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS JERAMI PADI DAN PRODUKTIVITAS DOMBA. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2008-hidanahsri-7013-dism07-k.pdf

Download (653kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-hidanahsri-7013-dism07-7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyediaan pakan hijauan memegang peranan penting dan menjadi masalah yang mendasar dalam pengembangan ternak ruminansia. Penggunaan limbah pertanian seperti pucuk tebu, jerami padi, dan jerami jagung sering dijadikan sebagai pakan ternak alternatif oleh peternak untuk mengatasi kekurangan hijauan pakan ternak. Di antara hasil sisa tanaman pangan, jerami padi memegang peranan penting, karena di samping mudah didapat terutama di daerah dataran rendah, jumlahnya melimpah pada saat panen. Namun, sebagai pakan ternak jerami padi memiliki beberapa kekurangan karena kadar proteinnya yang rendah yaitu 3-5% BK, dengan serat kasar yang tinggi mencapai 20 – 41,5 % BK, nilai kecernaan yang rendah, bersifat memakan tempat, serta konsumsi suka rela oleh ternak rendah. Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak memerlukan pra perlakuan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan bakteri dan jamur selulolitik serta melakukan suplementasi bahan pakan sumber protein untuk meningkatkan sintesis protein mikroba rumen, karena kecernaan pads ruminansia sangat tergantung pads macam dan populasi mikroba rumen. Penelitian ini bertujuan melakukan isolasi bakteri dan jamur selulolitik dari feses jerapah, kemudian menyeleksi bakteri dan jamur selulolitik basil isolasi serta memilih isolat bakteri dan jamur selulolitik terbaik untuk diaplikasikan pada fermentasi jerami padi. Jerami padi hasil fermentasi dengan isolat terbaik diberikan pada ternak domba dan dilihat pengaruhnya terhadap nilai kecernaan pakan dan retensi N, sintesis protein mikroba, profil cairan rumen, fungsi hati dan ginjal,serta performan domba. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap 1 adalah penelitian pendahuluan yang meliputi (a) isolasi bakteri dan jamur selulolitik, menggunakan feses jerapah dari Taman Safari Pandaan Jawa Timur. Media isolasi yang digunakan untuk isolasi bakteri selulolitik adalah Carboxyl Methyl Cellulose (CMC), sedang untuk isolasi jamur selulolitik digunakan media Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) ditambah kloramfenikol untuk menghambat pertumbuhan bakteri.(b) seleksi terhadap isolat¬isolat hasil isolasi, dengan melakukan uji pads fermentasi jerami padi. Jerami padi jenis IR-64 ditambah 3% urea + 3% molasis+ 5% suspensi isolat yang akan diuji. 48 kantong jerami padi masing-masing seberat 200gram, digunakan untuk uji isolat. Untuk uji isolat bakteri ada 5 perlakuan dengan 6 ulangan, sehingga ada 30 kantong jerami padi yang dibagi secara acak. Untuk uji isolat jamur, ada 3 perlakuan dan 6 ulangan, sehingga ada 18 kantong jerami yang dibagi secara acak Selanjutnya jerami padi diperam selama 7 hari, kemudian dilakukan analisis proksimat terhadap kandungan bahan kering, serat kasar, dan protein kasar. Bakteri dan jamur terbaik dipilih berdasarkan kandungan serat kasar terendah dan protein kasar tertinggi. Penelitian tahap 2 adalah penelitian utama, ada 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan, sehingga digunakan 20 ekor domba percobaan yang dibagi secara acak. Keempat perlakuan tersebut berfungsi sebagai variabel bebas, dengan masing-masing perlakuan terdiri dari 5 kali ulangan, sehingga digunakan rancangan percobaan berpola Rancangan Acak Lengkap (4 x 5 ulangan). Keempat perlakuan tersebut adalah PO : 60% (jerami padi + 3% urea + 3% molasis + tanpa isolat) + 40% konsentrat, P1 : 60% (jerami padi + 3% urea + 3% molasis + isolat bakteri Acetobacter liquefaciens) + 40% konsentrat, P2: 60% (jerami padi + 3% urea + 3% molasis + isolat khamir Geotrichum sp + 40% konsentrat, dan P3 : 60% (jerami padi + 3% urea + 3% molasis + isolat dengan isolat Acetobacter liquefaciens dan Geotrichum sp.) + 40% konsentrat, yang berfungsi sebagai variabel bebas. Masing¬masing domba diberi air minum secara adlibitum. Variabel yang diamati meliputi : nilai kecernaan pakan, retensi N, sintesis mikroba rumen, profil cairan rumen, fungsi hati dan ginjal, serta performan domba. Data yang diperoleh pads penelitian ini dianalisis menggunakan metode statistik Analisis Varian (Anava) dan untuk perbedaan rata-rata di antara perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan s (Duncan Multiple Range Test) ( Steel and Torrie, 1995). Hasil penelitian tahap 1, untuk isolasi didapat 4 isolat bakteri selulolitik yaitu : Acidophilium facilis, Acetobacter liquefaciens, Cellulomonas sp, dan Acenitobacter sp. serta 2 isolat jamur selulolitik yaitu khamir Geotrichum sp dan jamur Cryptosporium sp. Untuk seleksi isolat, terpilih isolat terbaik untuk isolat bakteri selulolitik adalah Acetobacter liquefaciens, dan untuk isolat jamur selulolitik adalah khamir Geotrichum sp. Hasil penelitian tahap 2, pada domba lokal yang diberi pakan jerami padi yang difermentasi dengan suspensi bakteri Acetobacter liquefaciens, khamir Geotrichum sp., serta campuran Acetobacter liquefaciens dan Geotrichum sp. ternyata dapat meningkatkan (P<0,05),(a) kecernaan serat kasar, protein kasar, bahan organik, NDF, ADF , ekskresi derivat purine, absorbsi derivat purine, sintesis protein mikroba dan sintesis N mikroba (b) mengoptimalkan profil cairan rumen meliputi pH, peningkatan konsentrasi Amonia, Asam Asetat, asam propionat, asam Butirat, total VFA, jumlah total jamur dan bakteri, serta jumlah jamur dan bakteri selulolitik (c) dapat meningkatkan performan domba meliputi : kenaikan berat badan, berat akhir, konsumsi serat kasar, protein kasar, bahan organik, NDF, serta menurunkan konversi pakan secara nyata (P<0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada retensi N, konsumsi ADF, serta pada kadar SCOT, SGPT, Ureum Nitogen, dan creatinine serum darah domba. Domba lokal yang diberi pakan jerami padi yang difermentasi dengan campuran bakteri selulolitik Acetobacter liquefaciens dan khamir selulolitik Geotrichum sp. memberikan basil yang terbaik, diikuti berturut-turut pemberian suspensi khamir selulolitik Geotrichum sp. dan suspensi bakteri selulolitik Acetobacter liquefaciens. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bahwa Isolat bakteri selulolitik Acetobacter liquefaciens dan khamir selulolitik Geotrichum sp. dapat digunakan sebagai inokulum untuk meningkatkan kualitas jerami padi, serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas domba. Untuk selanjutnya perlu penelitian lanjutan dengan melakukan cloning dan ekspresi gen penyandi enzim selulase terhadap isolat bakteri selulolitik Acetobacter liquefaciens dan khamir selulolitik Geotrichum sp. hasil isolasi dari feses jerapah

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis M 07/07 Hid i
Uncontrolled Keywords: Giraffes faeces, cellulolytic bacterium and cellulolytic fungi, rice straw, digestibility, rumen liquid profile, function of liver and kidney, sheep Performance
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL700-739.8 Mammals
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
S Agriculture > SF Animal culture > SF371-379 Sheep. Wool
T Technology > TS Manufactures > TS2284-2288 Animal feeds and feed mills. Pet food industry
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Matematika & IPA
Creators:
CreatorsEmail
SRI HIDANAH, 090315209 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoehartojo Hardjopanjoto, Prof.,Dr.,H.,drh.,MScUNSPECIFIED
ContributorRomziah Sidik, Prof.,Hj.,drh.,PhDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Last Modified: 02 Sep 2016 02:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32799
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item