HUBUNGAN UNSUR HARA, FITOHORMON DAN APARAT FOTOSINTESIS DI DALAM DAUN DENGAN KERAGAAN TANAMAN TEBU KEPRASAN

SUYOTO HADISAPUTRO, 099813155 D (2005) HUBUNGAN UNSUR HARA, FITOHORMON DAN APARAT FOTOSINTESIS DI DALAM DAUN DENGAN KERAGAAN TANAMAN TEBU KEPRASAN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2006-hadisaputr-3388-dism14-k.pdf

Download (625kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2006-hadisaputr-3388-dism14-5.pdf

Download (11MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian untuk mengetahui hubungan antara kandungan unsur hara, fitohormon dan aparat fotosintesis di dalam daun dengan keragaan tanaman tebu keprasan telah dilakukan di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan dan di Laboratorium Biologi Molekuler Universitas Negeri Jember (UNEJ). Persiapan tanaman percobaan dilakukan pada bulan Mei 2000 – Januari 2002, pelaksanaan percobaan lapangan dilakukan pada bulan Februari — Agustus 2002, sedangkan penelitian laboratorium berlangsung dua tahap, yaitu: analisis media dilakukan pada April 2000 dan analisis sampel penelitian berlangsung antara bulan April 2002 – April 2003. Penelitian disusun dalam percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan tiga jenis media sebagai kelompok. Faktor per¬lakuan yang digunakan meliputi: (1) varietas, yaitu: M 442-51 (tahan dikepras) dan PS 60 (tidak tahan dikepras), (2) kategori tanaman, yaitu: tanaman pertama (plant crop, PC) dan keprasan kedua (the second ratoon crop, RC2), (3) dosis pupuk N, yaitu: 1 ku ZA/ha (N1) dan 8 ku ZA/ha (N2), dan (4) dosis pupuk K, yaitu: 1 ku KCl/ha (K1) dan 5 ku KCl/ha (K2). Variabel yang diamati meliputi: (1) keragaan tanaman tebu, mencakup tiga variabel, yaitu: (a) fase pertunasan, terdiri atas dua variabel, yaitu: indeks pertumbuhan tunas (IPT) dan indeks kematian tunas (IKT), (b) komponen hasil tebu, meliputi tiga variabel, yaitu: tinggi tanaman, berat jenis (BJ) dan berat batang segar (BBS), dan (c) komponen kualitas nira, meliputi nilai Brix dan Poi; (2) kandungan unsur hara, meliputi: (a) unsur makro, yaitu: N, P, K, Ca dan Mg, dan (b) unsur mikro, yaitu: Fe dan Cu, (3) kandungan fitohormon, meliputi: (a) Auxin, (b) Gibberellic Acid (GA), (c) Cytokinin dan (d) Abscisic acid (ABA), dan (4) kandungan aparat fotosintesis, meliputi: (a) Phosphoenolpyruvate – Carboxylase (PEP-Case), (b) total protein terlarut (Prot tlr) dan (c) total klorofil a+b (Klo) di dalam daun tebu. Variabel keragaan tanaman, khususnya fase pertunasan diamati pada tebu umur 1, 2, 3 dan 6 bulan, sedangkan variabel komponen hasil kualitas tebu diamati pada tebu umur 6 bulan. Sementara itu, variabel-variabel unsur hara, fitohormon dan aparat fotosintesis diamati pada 0, 1 dan 4 minggu setelah perlakuan pupuk (msp) yang dilakukan pada tebu umur 2 bulan. Perbedaan pengaruh antar perlakuan diuji dengan analisis ragam (analysis of variance) dengan taraf kepercayaan 5 %. Pengujian lanjutan dengan uji kontras orthogonal hanya dilakukan apabila terdapat interaksi dua atau lebih faktor perlakuan dan untuk membedakan tiga atau lebih taraf perlakuan. Pola keeratan hubungan antara unsur hara, fitohormon dan aparat fotosintesis di dalam daun dengan keragaan tanaman tebu diidentifikasi berda¬sarkan nilai pengaruh Iangsung analisis lintas (direct effect of path analysis) dengan taraf kepercayaan 1 %. Hasil-hasil analisis ragam menunjukkan bahwa secara umum tidak dijumpai interaksi antara varietas (V), kategori tanaman (T), dosis pupuk nitrogen (N) dan kalium (K) pada semua variabel yang dikaji. Interaksi V x T dijumpai pada semua variabel keragaan tanaman kecuali nilai Brix dan Poi, dan ditemukan pada kandungan Auxin dan ABA, dan interaksi N x K dijumpai pada kandungan ABA, aktivitas PEP-Case dan total klorofil. Tampaknya, semua faktor perlakuan yang dicobakan mempunyai kontribusi nyata terhadap keraga¬an tanaman tebu. Selain itu ditemukan bahwa pemberian perlakuan pupuk N dan K dapat meningkatkan IPT dan menekan IKT pada kedua varietas tebu yang diuji (M 442-51 dan PS 60). Sifat ketahanan terhadap kepras suatu varietas tebu tercermin pada variabel-variabel fase pertunasan dan komponen hasil tebu, namun tidak tampak pada variabel komponen kualitas nira. Meskipun pengeprasan pada tebu varietas M 442-51 (tahan kepras) menyebabkan penurunan indeks pertumbuhan tunas (IPT) lebih besar namun secara umum nilai IPT M 442-51 masih lebih tinggi daripada PS 60 (tidak tahan kepras). Selain itu, penurunan indeks kematian tunas (IKT) dan komponen hasil (tinggi tanaman, berat jenis dan bobot batang segar) antara PC dan RC2 pada M 442-51 lebih kecil dibanding dengan PS 60. Di lain pihak, hasil-hasil analisis lintas menunjukkan bahwa terdapat keeratan hubungan antara kandungan unsur hara, fitohormon dan aparat fotosintesis di dalam daun dengan keragaan tanaman tebu. Selain itu, apabila dirinci menurut varietas tebu (M 442-51 dan PS 60) dan kategori tanaman (PC dan RC2), ditemukan bahwa terdapat perbedaan pola keeratan hubungan antara kandungan unsur hara, fitohormon dan aparat fotosintesis di dalam daun dengan keragaan fase pertunasan tebu antara varietas M 442-51 dan PS 60, serta antara PC dan RC2 dari kedua varietas uji tersebut. Secara umum sifat pertunasan tebu dipengaruhi oleh kandungan K dan Mg, sedangkan kematian tunas anakan tebu dipengaruhi oleh kandungan N, P, K, total protein terlarut dan jumlah klorofil di dalam daun tebu. Hasil analisis lintas per varietas menunjukkan bahwa sifat pertunasan M 442-51 mempunyai keeratan hubungan dengan kandungan N, sedangkan sifat pertunasan PS 60 mempunyai keeratan hubungan dengan kandungan K di dalam daun. Di lain pihak, tingkat kematian tunas anakan tebu M 442-51 dipacu oleh meningkatnya kandungan Cytokinin, P dan Ca, sedangkan tingkat kematian tunas PS 60 dipacu oleh meningkatnya kandungan Mg dan N yang tinggi di dalam daun tebu. Sebaliknya, meningkatnya kandungan klorofil, Mg dan N di dalam daun M 442-51 dan meningkatnya kandungan K di dalam daun tebu PS 60 dapat menekan kematian tunas anakan pada kedua varietas tersebut.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis M 14/05 Had h
Uncontrolled Keywords: Sugarcane; variety; ratooning ability; nutrients; phytohormones; photosynthetic apparatuses; M 442-51 and PS 60.
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD241-441 Organic chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QK Botany > QK1-989 Botany
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Matematika & IPA
Creators:
CreatorsEmail
SUYOTO HADISAPUTRO, 099813155 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKusriningrum Rochiman S, Prof.,Dr.,Hj.,Ir.,MSUNSPECIFIED
ContributorGunawan Sukarso, Ir.,M.Sc.,PhDUNSPECIFIED
ContributorMirzawan PDN, Ir.,MS.,PhDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Last Modified: 02 Sep 2016 09:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32818
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item