KARAKTERISASI MOLEKULER DAN IMUNOGENITAS PROTEIN KAPSID VIRUS INFEKSIUS BURSAL ISOLAT LOKAL

RAHAJU ERNAWATI, 099913614 D (2005) KARAKTERISASI MOLEKULER DAN IMUNOGENITAS PROTEIN KAPSID VIRUS INFEKSIUS BURSAL ISOLAT LOKAL. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABTSRAK)
gdlhub-gdl-s3-2006-ernawatira-3408-dism04-k.pdf

Download (498kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
32837.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit infeksius bursal (IBD) atau penyakit Gumboro merupakan penyakit viral akut pada ayam yang menyerang organ sistem kekebalan terutama bursa fabrisius sehingga bersifat imunosupresif. Penyakit ini menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar karena angka morbiditas mendekati 100% dan angka mortalitas 20 – 30%. Penyakit IBD pada dasa warsa terakhir menular hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun 1991 penyakit mewabah hampir melumpuhkan seluruh peternakan ayam di Indonesia. Upaya vaksinasi yang dilakukan sampai dengan saat ini adalah menggunakan vaksin aktif monovalen, vaksin inaktif monovalen dan vaksin inaktif multivalent tidak mendatangkan hasil yang memuaskan. Vaksinasi tersebut menghasilkan titer antibodi yang tinggi namun tidak dapat menahan serangan virus virulen. Timbulnya varian IBD very virulent di beberapa negara telah membawa perkembangan dalam strategi pembuatan vaksin yang lebih aman dan protektif yaitu pembuatan vaksin rekombinan. Protein VP2 merupakan protein struktural dominan pada kapsid yang mempunyai peranan penting dengan susunan epitop yang berperan dalam pembentukan antibodi netralisasi, tingkat virulensi serta mempunyai daerah hipervariabel yang berperan pada variabilitas strain. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan sekuens nukleotida gen penyandi VP2 virus IBD isolat lokal Jawa Timur (JT) dan Medan (M) dengan isolat referen serta membuktikan perbedaan imunogenitas pada ayam yang ditimbulkan oleh protein rekombinan isolat lokal dengan isolat vaksin. Tahapan penelitian meliputi 1. karakterisasi biologik virus IBD isolat lokal pada ayam serta identifikasi dengan AGPT kemudian dipropagasi pada kultur sel CEF, 2. karakterisasi protein dengan SDS-PAGE dan imunobloting, 3. karakterisasi molekuler dengan cara isolasi RNA dan kemudian dilakukan amplifikasi VP2 dengan RT-PCR. Hasil RT-PCR disekuensing dan homologi dengan virus IBD referens HK46 dari Genbank dianalisis dengan GenetyxMac version 8,0. Ekspresi protein kapsid dan produksi protein rekombinan dilakukan pada E.coli DH5a. Protein rekombinan yang dihasilkan diuji imunogenitasnya pada ayam umur 21 hari sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok protein, kelompok vaksin dan kelompok kontrol. Pengukuran titer antibodi dilakukan setiap minggu sampai empat minggu pasca vaksinasi. Titer antibodi diukur dengan uji ELISA indirek. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) terdapat perbedaan sekuen nukleotida VP2 antara isolat lokal JT dengan isolat referen. Isolat JT dengan isolat referen menunjukkan tingkat homologi 45,2%, homologi asam amino 30% sedangkan perbedaan nukleotida antara isolat M dengan isolat referen pads tingkat homologi 45,9%, homologi asam amino 14,3% dan antara isolat JT dengan isolat M homologi nukleotida 93,3%, homologi asam amino 89,7%. (2) Terdapat perbedaan imunogenitas (p< 0,01) titer antibodi akibat penyuntikari protein, vaksin dan kontrol. Titer antibodi tertinggi (OD = 1,830) didapatkan pada kelompok yang disuntik protein VP2 . (3) Hasil uji tantang menunjukkan respon imun yang dihasilkan oleh protein VP2 bersifat protektif dengan perbedaan sangat nyata (p<0,01) antara kelompok kontrol, protein VP2 dan vaksin terhadap persentase hidup ayam percobaan, serta perbedaan tidak nyata (p>0,05) terhadap presentase hidup ayam percobaan akibat imunisasi protein dan vaksin, tetapi ditemukan lesi bursa pada kelompok vaksin. Berdasarkan hasil penelitian ini terbukti bahwa sifat molekuler virus IBD isolat lokal tidak lama dengan sifat virus dari luar. Oleh karena itu disarankan (1) agar dilakukan pengembangan penelitian dengan menggunakan isolat IBD dari berbagai daerah di Indonesia, (2) adanya pengembangan pemakaian vaksin subunit yang terbuat dari protein virus IBD isolat lokal, (3) dalam pembuatan vaksin perlu diperhatikan variasi isolat yang berdasar geografik.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis M. 04/05 Ern k
Uncontrolled Keywords: sequence gene variation, IBDV JT isolate, IBDV M isolate
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA1-939 Mathematics
Q Science > QD Chemistry > QD241-441 Organic chemistry
Q Science > QR Microbiology > QR355 Virology
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Matematika & IPA
Creators:
CreatorsEmail
RAHAJU ERNAWATI, 099913614 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoehartojo Hardjopanjoto, Prof.,Dr.,H.,M.Sc.,drhUNSPECIFIED
ContributorWayan T. Artama, Dr.,drhUNSPECIFIED
ContributorFedik A. Rantam, Dr.,drhUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 05 Jul 2017 01:01
Last Modified: 05 Jul 2017 01:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32837
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item