LOGAM BERAT DI PERAIRAN PANTAI PULAU AMBON DAN KORELASINYA DENGAN KERUSAKAN CANGKANG, RASIO SEKS UKURAN CANGKANG,KEPADATAN INDIVIDU DAN INDEKS KERAGAMAN JENIS SIPUT Narita (Neritidae: Gastropoda)

FREDY LEIWAKABESSY, 090013757 D (2005) LOGAM BERAT DI PERAIRAN PANTAI PULAU AMBON DAN KORELASINYA DENGAN KERUSAKAN CANGKANG, RASIO SEKS UKURAN CANGKANG,KEPADATAN INDIVIDU DAN INDEKS KERAGAMAN JENIS SIPUT Narita (Neritidae: Gastropoda). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-leiwakabes-3470-dism17-k.pdf

Download (476kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-leiwakabes-3470-dism17-5.pdf

Download (9MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Aktivitas masyarakat di perairan pantai pulau Ambon tergolong tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan bahan-bahan berbahaya, khususnya Iogam beret di perairan tersebut. Hal ini dapat berdampak terhadap kehidupan organisme laut. Siput nerita termasuk hewan bentos yang mempunyai mobilitas rendah, melekat pada berbagai macam substrat dan sedimen. Melalui rantai makanan, logam berat yang terdapat di dalam air maupun yang mengendap di dalam sedimen dapat masuk ke dalam tubuh hewan tersebut. Semakin banyak kadar logam berat di dalam lingkungan dimana siput hidup, semakin besar pula dampak yang ditimbulkan terhadap siput tersebut. Karakteristik morfologi, fisiologi dan struktur populasi suatu organisme, dapat digunakan sebagai parameter untuk mengetahui efek polusi lingkungan terhadap suatu organisme. Tiga kajian dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui: (1) kadar logam berat (Cd, Pb, Hg) di dalam sedimen dan di dalam siput nerita; (2) aspek-aspek biologis dari siput nerita, terutama yang berkaitan dengan jumlah individu yang mengalami kerusakan cangkang, rasio seks, ukuran cangkang, kepadatan individu siput nerita dan indeks keragaman jenis siput tersebut pada empat lokasi penelitian di perairan pantai pulau Ambon; dan (3) hubungan antara kadar Iogam berat (Cd, Pb, Hg) dengan jumlah individu yang mengalami kerusakan cangkang, rasio seks, ukuran cangkang, kepadatan individu serta perbedaan indeks keragaman spesies siput nerita pada empat lokasi penelitian di perairan pantai pulau Ambon. Observasi dalam penelitian ini, terbagi atas dua tahap, yaitu tahap pertama, data-data yang kumpulkan antara lain: (a) spesimen siput nerita dari empat lokasi penelitian; (b) sampel sedimen pada empat lokasi penelitian; dan (c) pengukuran suhu, pH dan salinitas. Pada tahap kedua, data-data yang dikumpulkan antara lain: (a) analisis kadar Iogam berat Cd, Pb, Hg di dalam sedimen; (b) analisis kadar logam berat Cd, Pb, Hg di dalam siput; (c) identifikasi setiap jenis siput nerita yang dikumpulkan dari setiap lokasi penelitian; (d) pengukuran tinggi, lebar, berat penuh, dan berat kosong cangkang dari semua individu siput nerita; (e) pengamatan kerusakan cangkang dari semua individu spesies siput nerita; dan (f) pengamatan rasio seks dari semua individu setiap spesies siput nerita. Dengan statistik analisis varians (anava), analisis korelasi Produc Moment dan korelasi ganda (multiple correlation) dilakukan pengujian sembilan hipotesis, sebagai berikut: (a) tiga hipotesis masing-masing hipotesis 1, 2, dan 9 menggunakan menggunakan anava; (b) satu hipotesis yaitu hipotesis 3 menggunakan korelasi Product Moment; dan (c) lima hipotesis yaitu hipotesis 4, 5, 6, 7, dan 8 menggunakan korelasi ganda. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis, yang sekaligus menjawab permasalahan penelitian, antara lain: (1) Kadar logam berat (Cd, Pb, Hg) di dalam sedimen pada empat lokasi penelitian di perairan pantai pulau Ambon menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan; (2) Kadar Iogam berat (Cd, Pb, Hg) di dalam siput Nerita pada empat lokasi penelitian di perairan pantai pulau Ambon juga menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan; (3) Terdapat korelasi sangat signifikan antara kadar Iogam berat (Cd, Pb, Hg) dalam sedimen dengan kadar Iogam berat (Cd, Pb, Hg) dalam siput Nerita pada empat lokasi penelitian di perairan pantai pulau Ambon; (4) Ada korelasi sangat signifikan antara kadar logam berat (Cd, Pb, Hg) dalam sedimen dengan jumlah individu tiga jenis siput Nerita, yaitu: N. planospira, N. umlaasiama, dan N. picea. Sebaliknya, tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan jumlah individu lima jenis siput Nerita lain yang mengalami kerusakan cangkang, yaitu: N. albicilla, N. costata, N. literata, N. maura dan N. maxima; (5) Ada korelasi sangat signifikan antara kadar Iogam berat (Cd, Pb, Hg) dalam sedimen dengan rasio seks dua jenis siput Nerita, yaitu: N. planospira dan N. picea. Sebaliknya, tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan rasio seks enam jenis siput Nerita yang lain, yaitu: N. albicilla, N. costata, N. literata, N. umlaasiama, N. maura dan N. maxima; (6) Ada korelasi sangat signifikan antara kadar Iogam berat (Cd, Pb, Hg) dalam sedimen dengan ukuran cangkang sembilan jenis siput Nerita, yaitu: N. planospira, N. costata, N. umlaasiama, N. picea, N. literata, N. maura, N. antiquata, N. maxima dan N. insculpta. Sebaliknya, tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan ukuran cangkang satu jenis siput Nerita, yaitu: N. albicilla; (7) Ada korelasi sangat signifikan antara kadar logam berat (Cd, Pb, Hg) dalam sedimen dengan kepadatan relatif individu enam jenis siput Nerita, yaitu: N. a/bid/la, N. planospira, N. umlaasiama, N. picea, N. literata, dan N. maxima. Sebaliknya, tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kepadatan relatif individu empat jenis siput Nerita, yaitu: N. costata, N. maura, N. antiquata, dan N. insculpta; (8) Ada korelasi sangat signifikan antara persentase komposisi butiran sedimen (60mm, 80mm, 100mm) dengan kepadatan relatif individu delapan jenis siput Nerita, antara lain: N. albicilla, N. planospira, N. costata, N. umlaasiama, N. picea, N. literata, N. maura dan N. maxima. Sebaliknya, tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kepadatan relatif individu dua jenis siput Nerita yaitu N. antiquata dan N. insculpta; dan (9) Terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara indeks keragaman jenis siput Nerita pada empat lokasi penelitian di perairan pantai pulau Ambon. Melalui penelitian ini, diperoleh beberapa hasil penelitian lain yang dapat dikaji lebih lanjut, antara lain: (1) Kadar logam berat (Cd, Pb, Hg) dalam sedimen pada empat pantai lokasi penelitian menunjukkan kecenderungan bahwa kadar Pb > Hg > Cd. Sedangkan dalam siput Nerita kadar Pb > Cd > Hg; (2) Terlihat kecenderungan kuat bahwa siput Nerita yang ditemukan pada empat pantai lokasi penelitian di perairan pantai pulau Ambon telah terakumulasi oleh logam berat yang terdapat di dalam sedimen; (3) Jika menggunakan kriteria indeks keragaman jenis yang ditetapkan, maka tingkat pencemaran di perairan pantai pulau Ambon, tergolong dalam tingkat tercemar sedang sampai tingkat tercemar berat; (4) Berdasarkan hasil penelitian ini dan kajian teoritis yang dilakukan, maka dapat dinyatakan bahwa meningkatnya jumlah individu siput Nerita yang mengalami kerusakan cangkang, kemungkinan berhubungan dengan paling kurang dua faktor yaitu: (a) faktor meningkatnya konsentrasi bahan pencemar Iogam berat dalam sedimen dan dalam jaringan siput; dan (b) faktor hempasan atau terpaan gelombang yang kuat di suatu daerah perairan; (5) Kepadatan individu siput Nerita pada empat pantai lokasi penelitian, paling kurang disebabkan oleh dua faktor, yaitu: (a) konsentrasi kadar Iogam berat di dalam sedimen; dan (b) oleh komposisi butiran sedimen (komposisi substrat).

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis M. 17/05 Lei l
Uncontrolled Keywords: Metal (Cd, Pb, Hg), shells deformation, sex ratio, size of shells, individual density, diversity index, nerita snail, coastal waters off island of Ambon.
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QL Zoology > QL360-599.82 Invertebrates
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD878-894 Special types of environment. Including soil pollution, air pollution, noise pollution
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Matematika & IPA
Creators:
CreatorsEmail
FREDY LEIWAKABESSY, 090013757 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Subekti B, Prof.,Dr.,drh.,DEAUNSPECIFIED
ContributorRochiman Sasmita, Prof.,Dr.,H.,drh.,MSUNSPECIFIED
ContributorA.D. Corebima, Prof.Dr., M.PdUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Last Modified: 05 Sep 2016 06:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32845
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item