PEMANFAATAN KALSIUM OKSIDA, FEROSULFAT, AERASI DANKARBON AKTIF TEMPURUNG KEMIRI UNTUK PENYISIHAN POLUTAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KAYU LAPIS

MUH. AMIR MASRUHIM, 090013765 D (2005) PEMANFAATAN KALSIUM OKSIDA, FEROSULFAT, AERASI DANKARBON AKTIF TEMPURUNG KEMIRI UNTUK PENYISIHAN POLUTAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KAYU LAPIS. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-masruhimmu-3464-dism18-k.pdf

Download (443kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-masruhimmu-3464-dism18-6.pdf

Download (8MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian dan pengembangan model pengolahan limbah cair industri kayu lapis secara terpadu dengan sistem pengolahan kalsium oksida, ferosulfat, aerasi dan karbon aktif memfokuskan pada inti permasalahan. Intl permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) apakah penambahan kalsium oksida, ferosulfat pada konsentrasi dan waktu kontak dapat meningkatkan kualitas limbah cair industri kayu lapis? (2) apakah penggunaan karbon aktif tempurung kemiri pada konsentarsi dan waktu kontak dapat meningkatkan kualitas limbah cair industri kayu lapis? (3) apakah penggunaan aerasi pada efektifitas oksigen dan waktu kontak dapat meningkatkan kualitas limbah cair industri kayu lapis? dan (4) apakah penggunaan kalsium oksida, ferosulfat, karbon aktif tempurung kemiri dan aerasi secara terpadu pada konsentrasi dan waktu kontak dapat meningkatkan kualitas limbah cair industri kayu lapis? Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kalsium oksida dan ferosulfat, aerasi dengan aerator, adsorpsi dengan karbon aktif tempurung kemiri dan pengaruh penggabungan keempatnya pada konsentrasi dan waktu kontak yang paling optimal terhadap kualitas efluen limbah cair industri kayu lapis. Penelitian dilakukan dengan penelitian observasional untuk mengenal karakteristik limbah cair industri kayu lapis dan penelitian eksperimental dengan pola percobaan faktorial dengan ulangan 5 kali, dan melibatkan dua faktor yaitu faktor waktu kontak dan konsentrasi untuk mengamati pengaruh kalsium oksida, ferosulfat, adsorpsi karbon aktif tempurung kemiri dan aerasi terhadap kualitas efluen limbah cair industri kayu lapis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; 1) proses koagulasi dengan kalsium oksida dan ferosulfat dengan konsentrasi 0, 10, 20, 30, dan 40 mg/L dengan waktu kontak 0, 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. 2) Proses aerasi menggunakan aerator dengan efektifitas oksigen 0, 1 aerator dan 2 aerator dan waktu kontak 0, 6, 12, 18, dan 24 jam dan 3) Proses adsorpsi menggunakan karbon aktif tempurung kemiri dengan konsentrasi 0, 50, 100, 200 dan 300 mg/L dan waktu kontak 0, 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Parameter yang diamati dari proses tersebut adalah pH, TSS, COD, BOD, NH3-N dan fenol. Hasil yang diperoleh dari pengamatan tersebut dianalisis dengan menggunakan uji statistik Anova dua arah, uji t dan LSD untuk mengetahui pengaruh lebih lanjut. Hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Penambahan kalsium oksida pada berbagai konsentrasi dan waktu kontak tertentu, dalam proses pengolahan limbah cair industri kayu lapis menunjukkan bahwa konsentrasi 20 mg/L dengan waktu kontak 120 menit dapat menurunkan nilai fenol dari 16,70 menjadi 9,14 mg/L (45.27%); (2) Penambahan koagulan FeSO4 dengan konsentrasi 40 mg/L dan waktu kontak 120 menit dapat menurunkan konsentrasi TSS dari 333 menjadi 163 mg/L (51.05%), COD dari 1948 menjadi 739 mg/L (61,02%),dan amoniak dari 37.49 menjadi 21,17 mg/L (43.53%): (3) Penambahan adsorban karbon aktif tempurung kemiri pada konsentrasi 300 mg/L dan waktu kontak 150 menit dapat menurunkan konsentrasi NH;-N dari 37,13 menjadi 19,39 mg/L(47,78%) dan fenol dari 16,37 menjadi 7,03 mg/L (57,05%) (4) Aerasi dengan 2 aerator waktu kontak 24 jam dapat menurunkan nilai NH3-N dari 37,11 menjadi 15,74 mg/L (57,58%). Hasil penelitian secara terpadu menunjukkan bahwa teknologi pengolahan limbah cair industri kayu lapis dengan Cara koagulan, aerasi dan karbon aktif memberikan perbaikan kualitas efluen limbah cair industri kayu lapis yang paling optimal yaitu nilai pH dari 9,90 menjadi 7,62 (23,32%); TSS dari 318 menjadi 44 mg/I. (86,43%); COD dari 1994 menjadi 179 mg/1. (91,02%); BOD dari 1235 menjadi 69 mg/L (94,41%); NH3-N dari 36,56 menjadi 0,23 mg/L (99,37°/o) dan fenol dari 15,99 menjadi 0,08 mg/L (99,50°/o)

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis M. 18/05 Mas p
Uncontrolled Keywords: Plywood, active carbon, coagulant and aeration
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD241-441 Organic chemistry
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD896-899 Industrial and factory wastes
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Matematika & IPA
Creators:
CreatorsEmail
MUH. AMIR MASRUHIM, 090013765 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoemadi, Prof.,Drs.,AptUNSPECIFIED
ContributorH.J. Mukono, Prof.,Dr.,dr.,MS.,MPHUNSPECIFIED
ContributorAmiruddin Prawita, Prof.,Dr.,H.,Drs.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Last Modified: 05 Sep 2016 06:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32846
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item