BIOANALISIS 3,4 - METHYLENEDIOXYMETAMPHETAMINE (MDMA) DAN BENTUK METABOLITNYA DI DALAM URIN HEWAN COBA KELINCI

MAGDALENA SRI HANDAJANI, 099913697 D (2005) BIOANALISIS 3,4 - METHYLENEDIOXYMETAMPHETAMINE (MDMA) DAN BENTUK METABOLITNYA DI DALAM URIN HEWAN COBA KELINCI. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-handajanim-3462-dism20-k.pdf

Download (514kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
32848.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Panyalahgunaan psikotropika di Jawa Timur dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, semenjak tahun 1996 terutama penyalahgunaan tablet Ecstasy. Banyak kendala yang dihadapi baik oleh penyidik, maupun orang tua pengguna untuk membuktikan apakah dia pengguna tablet Ecstasy atau bukan. Hal ini disebabkan seringnya tidak diketemukan adanya kandungan 3,4 - methylenedioxymetamphetamine atau disingkat MDMA di dalam urin maupun darah yang diambil sebagai barang bukti diduga pengguna narkoba . Berdasarkan alasan tersebut diatas maka diperlukan penelitian metode bioanalisis MDMA di dalam urin yang cepat dan valid dengan menggunakan hewan coba kelinci. Tidak dilakukan percobaan terhadap manusia karena menurut UU RI no 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, MDMA adalah psikotropika termasuk golongan satu yang dilarang digunakan untuk pengobatan. Menurut Gibson and Skett (1994), biotransformasi amphetamine pada kelinci ada kesamaan dengan manusia, sedangkan MDMA termasuk turunan amphetamine, maka keliunci dapat dipilih sebagai hewan coba. Bahan MDMA berasal dari isolat tablet Ecstasy yang didapat dari penyisihan barang bukti yang telah diperiksa di Laboratorium Forensik Cabang Surabaya menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam Silica Gel F 254, fase gerak ethyl acetate : methanol : ammonia (80 : 10: 5) v/v. Pada penelitian I dilakukan pembuktian isolat tablet Ecstasy adalah MDMA, dengan melakukan karakterisasi dan identifikasi secara fisiko kimia menggunakan analisis reaksi warna, GC-MS, FT-IR, dan FT-1HNMR, FT - 13CNMR. Penelitian II dilakukan derivatisasi MDMA dengan truoroacetyl anhydride (TFAA) dan pentafluoropropionic anhydride (PFPA), terbentuknya MDMA-TFA dan MDMA-PFA dibuktikan dengan analisis menggunakan GC-MS. Selanjutnya dilakukan uji validasi yang meliputi uji: linieritas, presisi , Limit of Detection (LD) dan Limit of Quantization (LQ) terhadap MDMA, MDMA¬TFA dan MDMA-PFP. Digunakan instrumen analisis GC-MS teknik Selected lon Monitoring (SIM) dengan ion terseleksi untuk MDMA adalah: 58, 135, 77 amu (atomic mass unit ). Sedangkan MDMA-TFA: 154, 162, 135 amu dan MDMA¬PFP: 204, 162, 135 amu. Hasil yang paling baik dan valid di antara ketiganya adalah MDMA-PFP dengan koefisien korelasi (r) dari uji linieritas adalah 0,9999, koefisien variasi fungsi (Vxo) adalah 0,4572%. Hasil uji presisi didapatkan relatif standar deviasi (RSD) adalah 0,7434, hasil uji LD adalah 0,0274 ppm dan uji LQ adalah 0,0822 ppm. Penelitian III melakukan Bioanalisis MDMA di dalam urin hewan coba kelinci dengan cara ekstraksi menggunakan Solid Phase Extraction (SPE), dilakukan derivatisasi dengan pentafluoropropionic anhydride (PFPA) menjadi MDMA-PFP pelarut ethyl acetate. Menggunakan GC - MS teknik Selected Ion Monitoring (SIM), dengan ion molekul terseleksi adalah 204, 162, 135 amu didapatkan persen perolehan kembali (Recovery) rata - rata adalah (88,877 ± 5,554) %. Ekskresi akhir MDMA melalui urin pada hewan kelinci didapatkan 1 hari setelah pemberian. Persen rata-rata MDMA di dalam urin kelinci setelah 1 hari pemberian adalah sangat kecil yaitu (0,13967 ± 0,015984) %. Hal ini disebabkan pH urin kelinci bersifat basa (pH = 9 - 9,5), sehingga.MDMA di dalam ginjal lebih banyak direabsorpsi ke dalam tubuh dari pada diekskresi melalui urin. Penelitian IV merupakan penelitian metabolit MDMA di dalam urin didapatkan bahwa Biotransformasi MDMA pada hewan coba kelinci adalah deamtnasi MDMA menghasilkan gugusan keton yaitu 3,4-methylenedioxyphenyl acetone, dan mengalami reduksi menjadi alkohol yaitu dihasilkan 3,4 - (methylenedioxy)-2-propanol, keluar melalui urin sebagai metabolit MDMA. Selain itu didapatkan metabolit 3,4 - methylenedioxyamphetamine (MDA) merupakan hasil demetilasi dari MDMA.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis M. 20/05 Han b
Uncontrolled Keywords: 3,4 - methylenedioxymetamphetamine (MDMA), derivatization, Solid Phase Extraction (SPE), rabbit urine, Gas Chromatography — Mass Spectrometry (GC - MS)
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD415-436 Biochemistry
Q Science > QP Physiology > QP501-801 Animal biochemistry
S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF451-455 Rabbits and hares
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Matematika & IPA
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MAGDALENA SRI HANDAJANI, 099913697 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMuhammad Mulja, Prof.,Dr.,H.,AptUNSPECIFIED
ContributorKurnia Firman, Prof.,Dr.,H.,M.Sc.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 06 Jul 2017 18:06
Last Modified: 06 Jul 2017 18:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32848
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item