POTENSI KERANG DARAH (Anadara granosa) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH LIMFOSIT T (CD4+), KADAR -GLOBULIN, DAN sIgA MUKOSA USUS SERTA PERBAIKAN TIMUS TIKUS (Rattus norvegicus) KURANG GIZI

NETTY INO ISCHAK, 091070836 (2013) POTENSI KERANG DARAH (Anadara granosa) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH LIMFOSIT T (CD4+), KADAR -GLOBULIN, DAN sIgA MUKOSA USUS SERTA PERBAIKAN TIMUS TIKUS (Rattus norvegicus) KURANG GIZI. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2014-ischaknett-32304-9.abstr-k.pdf

Download (526kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
32876.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Prevalensi kurang gizi pada usia balita masih menjadi masalah nasional dan masih menunjukkan angka tinggi. Kerang darah (Anadara granosa ) merupakan hewan avertebrata yang memiliki kandungan protein dan zinc yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kerang darah dalam meningkatkan jumlah limfosit T (CD4+) , γ-globulin dan sIgA mukosa usus serta perbaikan timus tikus (Rattus norvegicus) kurang gizi. Studi eksperimental The Randomized Post Tes Only Control Group Design terhadap 30 ekor tikus betina Sprague Dawley. Sampel dipilih secara simple random sampling dan dibagi lima kelompok perlakuan: (1) kontrol normal (KN), (2) dan (3) adalah kelompok kurang gizi yang diberi ransum non protein sebagai kontrol positif K.kg (+), dan kasein 20% sebagai kontrol negatif K.kg(-), serta (4), (5) adalah kelompok kurang gizi yang diberi kasein 10% dikombinasi tepung kerang darah 10% (P.kg1), dan (P.kg2) tepung kerang darah 20%. Perlakuan dilakukan selama 35 hari. Kondisi kurang gizi ditandai (kadar albumin < 3,0 g/dL). Akhir penelitian, tikus dikorbankan untuk pengambilan darah dan jaringan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan jumlah limfosit T (CD4+), kadar γ-globulin, albumin dan zinc serum. Pemeriksaan histologi timus dan usus halus dengan pewarnaan HE dan analisis deskriptif sekretori imunoglobulin A (sIgA) di mukosa usus diproses dengan metode imunohistokimia. Hasil analisis data dilakukan dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan, menggunakan SPSS 18.0, serta analisis hubungan antar variabel digunakan smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan kerang darah meningkatkan jumlah limfosit T(CD4+), γ-globulin, albumin, Zinc serum dan sIgA mukosa usus serta mampu memperbaiki struktur korteks dan medula timus, kerusakan vili dan ketebalan mukosa usus di jejunum maupun di ileum tikus kurang gizi dengan signifikan (p<0,05). Hasil analisis PLS yang menguatkan hubungan antar variabel pada signifikan (T.hitung >1,96). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan kerang darah sebagai bahan pangan yang mengandung nutrisi tinggi terutama protein (asam amino) dan zinc terbukti meningkatkan respon imun seluler dan humoral tikus kurang gizi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK DIS. IK 4-14 Isc p
Uncontrolled Keywords: Kerang darah (Anadara granosa), limfosit T (CD4+), -globulin, sIgA, timus, kurang gizi
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF405.5-407 Laboratory animals
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
NETTY INO ISCHAK, 091070836UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Wirjatmadi, Prof., dr., M.S., MCN., Ph.D., Sp.GK.,UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Joko Iskandar
Date Deposited: 05 Oct 2016 04:31
Last Modified: 07 Jul 2017 01:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32876
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item