PROSES RESILIENSI INDIVIDU TERHADAP PERUBAHAN KONDISI FISIK MENJADI PENYANDANG DISABILITAS (GROUNDED THEORY PADA PENYANDANG TUNADAKSA)

WIWIN HENDRIANI, 090970810 (2013) PROSES RESILIENSI INDIVIDU TERHADAP PERUBAHAN KONDISI FISIK MENJADI PENYANDANG DISABILITAS (GROUNDED THEORY PADA PENYANDANG TUNADAKSA). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2013-hendrianiw-27454-9.abstr-k.pdf

Download (248kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
Dis. IK. 02-13 Hen p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian yang dilatarbelakangi oleh semakin tingginya angka kejadian disabilitas di Indonesia serta adanya kebutuhan teoritik yang dapat menjelaskan tentang bagaimana individu mampu bangkit dari trauma dan mencapai resiliensi sebagai penyandang disabilitas ini bertujuan untuk membangun teori substantif tentang proses resiliensi individu terhadap perubahan kondisi fisik menjadi penyandang disabilitas. Pendekatan kualitatif dengan strategi grounded theory dari Strauss dan Corbin (2003) digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Terdapat delapan orang partisipan yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk terlibat dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan wawancara mendalam, pengamatan dan penggunaan dokumen dalam proses penggalian data, serta menganalisisnya dengan teknik analisis komparatif konstan yang menggunakan tiga tahap koding, yaitu open, axial, dan selective (Strauss dan Corbin, 2003). Teori substantif yang telah dirumuskan melalui penelitian ini menjelaskan bahwa proses resiliensi terhadap perubahan kondisi fisik menjadi penyandang disabilitas berlangsung dalam empat fase yaitu: Fase stres, fase rekonstruksi diri, fase penguatan, dan fase resilien. Sebagai fase kunci dalam proses resiliensi, fase rekonstruksi diri ditandai oleh adanya koping aktif dan adaptasi positif yang dilakukan oleh individu. Koping dan adaptasi ditentukan oleh sejumlah faktor protektif, baik internal maupun eksternal yang berperan memperkuat kondisi psikologis individu dalam menghadapi stresor maupun mengurangi efek negatif dari faktor risiko. Individu dikatakan telah mencapai resiliensi ketika mampu sepenuhnya menerima diri sebagai seorang penyandang disabilitas, mengelola emosi dengan semakin baik, memiliki empati, memunculkan respon positif terhadap situasi negatif berikutnya, serta memiliki semangat dan usaha keras untuk tetap produktif berkarya. Hasil penelitian ini dilengkapi pula dengan rumusan awal implementasi temuan untuk membantu pencapaian resiliensi pada kelompok individu lain yang juga mengalami perubahan kondisi menjadi penyandang disabilitas. Implementasi hasil penelitian diarahkan pada dua tujuan, yaitu: (1) Memperkuat faktor protektif, dan (2) Mengembangkan strategi koping aktif dan adaptasi positif yang dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan dalam mencapai resiliensi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC. KK Dis. IK. 02/13 Hen p
Uncontrolled Keywords: Resilience process, individual with disability, grounded theory
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1551-3024 People with disabilities
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
WIWIN HENDRIANI, 090970810UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSofia Retnowati, Prof. Dr. , M.S., psi.UNSPECIFIED
ContributorToetik Koesbardiati, Dr. , M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 16 Sep 2016 03:25
Last Modified: 16 Sep 2016 03:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32904
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item