PEMBATALAN PERJANJIAN BAKU WARALABA BERDASARKAN PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN)

LARDI, 031314153034 (2016) PEMBATALAN PERJANJIAN BAKU WARALABA BERDASARKAN PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
1. ABSTRAK.pdf

Download (125kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
2. TH 39-16 Lar p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (733kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis klausul baku perjanjian waralaba dan pembatalan perjanjian baku waralaba berdasarkan penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden). Penelitian bersifat penelitian hukum normative (legal research) dengan menggunakan metode pendekatan pendekatan perundang – undangan (statute approach) dan pendekatan konsep (conceptual approach) terhadap Pembatalan Perjanjian Baku Waralaba Berdasarkan Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden). Dari hasil penelitian dan dikaitkan dengan tujuan penelitian, maka dapat disimpulkan Penyalahgunaan keadaan ekonomi (keunggulan ekonomi) merupakan salah satu syarat dapat dibatalkannya perjanjian waralaba karena berkaitan dengan kesepakatan, sebagai syarat subyektif sebagaimana diatur dalam pasal 1320 BW, dan akibat hukumnya dapat dibatalkan (vernietigbaar) dengan cara mengajukan gugatan ke wilayah hukum sebagaimana telah disepakati kedua belah pihak. Dalam beberapa kasus di Indonesia, ajaran penyalahgunaan keadaan ini telah diterapkan oleh hakim dalam pengambilan keputusan. Hal ini membuktikan bahwa pentingnya ajaran penyalahgunaan keadaan dalam menegakkan keadilan khususnya dalam hukum perjanjian baku waralaba dan umumnya dalam perkembangan hukum di Indonesia. Bagi franchisor dan franchisee yang hendak melakukan perjanjian waralaba seharusnya diberi kebebasan untuk mengusulkan isi dari Pasal demi Pasal yang akan dimasukkan dalam perjanjian waralaba sehingga franchisee / penerima waralaba dapat seseluasa mungkin untuk menambah maupun mengurangi konsep-konsep perjanjian yang disampaikan oleh pewaralaba sehingga terjadilah bargaining power secara seimbang antara pewaralaba dan terwaralaba. Penyalahgunaan keadaan masih merupakan doktrin di Indonesia dan digunakan oleh hakim untuk memberikan putusan perihal perkara yang tidak dapat diputus dengan alasan pembatalan perjanjian yang bersifat klasik, dan penggunaannya sangat tepat untuk melindungi penerima waralaba yang berada dalam kedudukan yang tidak seimbang atau lemah dari pihak yang lain

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TH.39/16 Lar p
Uncontrolled Keywords: Batal, Baku, Waralaba, Penyalahgunaan Keadaan
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K830-968 Obligations > K840-917 Contracts
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
LARDI, 031314153034UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAGUS YUDHA HERNOKO, Prof. Dr. S.H., M.HUNSPECIFIED
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 22 Jun 2016 01:12
Last Modified: 22 Jun 2016 01:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33192
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item