IDENTITAS PASCAKOLONIAL KONSUMEN DAN MAKNA BUDAYA KONSUMSI MAKANAN JEPANG DI SURABAYA

FIDY RAMZIELAH FAMIERSYAH, 121214153025 (2015) IDENTITAS PASCAKOLONIAL KONSUMEN DAN MAKNA BUDAYA KONSUMSI MAKANAN JEPANG DI SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-famiersyah-38383-6.abst-k.pdf

Download (133kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Meningkatnya kelas menengah di Indonesia secara langsung telah mempengaruhi budaya konsumsi di Indonesia. Di Surabaya, makanan Jepang saat ini telah menjelema menjadi makanan popular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentukbentuk identitas pascakolonial dalam praktik konsumsi makanan Jepang di Surabaya, serta untuk menganalisis makna bentuk-bentuk pascakolonialitas tersebut dalam praktik konsumsi makanan Jepang di Surabaya. Sebagai langkah awal penelitian, penulis menggunakan metode kuantitatif dengan membagikan kuisioner untuk mencari responden yang potensial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam dan observasi. Dengan menggunakan teori Pascakolonial Homi Bhabha penelitian ini menemukan bahwa muncul bentuk-bentuk pascakolonial dalam praktik konsumsi makanan Jepang di Surabaya. Ambivalensi terdapat pada praktik konsumsi makanan Jepang di Surabaya. Konsumen makanan Jepang di Surabaya mengkonsumsi makanan Jepang sebagai gaya hidup dan bentuk mimikri dari budaya barat, yang telah memperkenalkan makanan Jepang sebagai makanan global. Hibriditas juga terlihat pada makanan Jepang yang dikonsumsi. Bentuk-bentuk pascakolonial ini merupakan ciri identitas pascakolonial dan bentuk imperialisme modern yang terjadi di Indonesia melalui budaya makanan. Bentuk identitas pascakolonial lahir bukan hanya karena Jepang adalah bekas penjajah, tetapi terdapat rasa kagum terhadap nilai-nilai budaya Jepang. Di sisi lain, produsen juga melakukan mimikri dan hibriditas terhadap makanan Jepang yang dijualnya. Produsen yang dimaksud dalam penelitian ini adalah orang Jepang yang memproduksi, mendistribusikan, dan menjual produk makanan mereka di Surabaya. Mimikri dan hibriditas yang dilakukan oleh produsen tidak terlepas dari pengaruh budaya makanan Indonesia. Identitas pascakolonial ini muncul juga berkat arus globalisasi yang membawa ide-ide tentang globalitas. Sehingga budaya konsumsi makanan Jepang menjadi sebuah gaya hidup di Indonesia, khususnya di Surabaya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TKSB.13/15 Pam i
Uncontrolled Keywords: makanan Jepang, ambivalensi, mimikri, dan hibriditass
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
FIDY RAMZIELAH FAMIERSYAH, 121214153025UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDIAH ARIANI ARIMBI, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 26 Oct 2016 22:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33541
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item