RELASI SOSIAL PATRONASE DI DALAM KOMUNITAS HOME INDUSTRI (Studi pada Komunitas Pengrajin Tempe Tenggilis Kota Surabaya)

CHAROLIN INDAH ROSETA, 071314753011 (2015) RELASI SOSIAL PATRONASE DI DALAM KOMUNITAS HOME INDUSTRI (Studi pada Komunitas Pengrajin Tempe Tenggilis Kota Surabaya). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-rosetachar-39222-8.abstr-k.pdf

Download (546kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berawal dari adanya fenomena keunikan relasi sosial yang berada di kota besar. Surabaya sebagai daerah urban menawarkan berbagai pilihan pekerjaan dengan karakteristik materialis dan transaksional. Namun dalam setting social industry Surabaya diketahui terdapat komunitas yang masih mempertahankan pola kehidupan tradisional yang cenderung guyub dan dengan relasi yang mengarah pada patron-klien. Kajian patronase dalam dunia home industri di setting social ini menjadi kajian yang menarik untuk diteliti karena dapat menambah wawasan tentang praktek patron-klien yang berada di konteks social urban. Seting sosial yang peneliti ambil adalah pada komunitas pengrajin tempe tenggilis di Kecamatan Tenggilis Mejoyo kota Surabaya. Pencarian informan yang akan diteliti merupakan warga Tenggilis dan pihak-pihak terkait yang mengetahui dan atau mengalami kehidupan patron-klien di sana. Oleh karena keunikan konteks social berjalankan relasi patronase, maka fokus penelitian ini dispesifikkan pada kajian tentang bagaimana bentuk perubahan norma resiprokal dalam praktek patronase yang dijalankan komunitas pengrajin tempe di Tenggilis Penelitian relasi social pada pengrajin tempe ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan prespektif fenomenologi. Adapun landasan teori utama yang digunakan adalah konsep etika subsistensi dan norma resiprositas yang dikemukakan oleh James Scott. Secara garis besar, dalam penelitian ini dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni kehidupan patron klien yang biasanya terjadi di kalangan petani atau masyarakat pedesaan ternyata juga berlaku dalam konteks home industri di metropolis seperti Surabaya. Kedua dalam konteks home industri tempe Tenggilis terdapat suatu komunitas pendatang Pekalongan yang hidup diambang batas (subsisten) karena tidak adanya alternative pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga besarnya yang ikut merantau. Kesimpulan ketiga, dalam praktek patron klien yang dijalankan dalam tiga cluster home industri tempe terdapat varian bentuk patronase yakni pola paternalistik kuat di cluster 2 dan 3. Sedangkan di cluster 1 yang oleh karena kebijakan eksploitatif dan diskriminatif tuan rumah menimbulkan kekcewaan di kalangan pengrajin tempe serta memicu adanya gerakan perlawanan yang cenderung terbuka dan semi struktual. Kesimpulan keempat yakni tentang temuan adanya pergeseran relasi patron klien dalam beberapa aspek yang terjadi di komunitas tempe berupa adanya perubahan standart subsisten pengrajin tempe yang memiliki kecenderungan mengikuti gaya hidup masyarakat perkotaan. Pun demikian dengan adanya budaya keterbukaan serta peluang-peluang structural di kota sedikit banyak mempengaruhi bentuk perlawanan pengrajin terhadap tuan rumah yang eksploitatif menjadi lebih terbuka, aktif dan semi structural.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TSO. 11-15 Ros r
Uncontrolled Keywords: Patron client, The Worker Tempe, Home Industrial in Surabayas
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD8039 By industry or trade
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
CHAROLIN INDAH ROSETA, 071314753011UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHOTMAN SIAHAAN, prof.Dr.M.DRSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 20 Oct 2016 23:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33689
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item