PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH ATAS KEPATUHAN BANK SYARIAH PADA PRINSIP SYARIAH

CHOIRUDIN, 031224253036 (2015) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH ATAS KEPATUHAN BANK SYARIAH PADA PRINSIP SYARIAH. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-choirudin-39325-3.abstr-k.pdf

Download (283kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (747kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Prinsip syariah bagi bank syariah merupakan karakteristik khas dan pembeda jika dibandingkan dengan bank konvensional. Penerapan prinsip syariah dalam dunia perbankan syariah merupakan bentuk konkret dari sistem hukum ekonomi Islam yang bersumber dari Al-Qur�an dan As-Sunnah, sehingga dalam operasional kegiatan usahanya wajib berlandaskan nilai-nilai Islami yang dituangkan melalui Fatwa oleh Dewan Syariah Nasional yang dipositifkan melalui Peraturan Bank Indonesia. Bank Syariah dalam menjalankan kegiatan usaha tidak hanya dituntut untuk patuh terhadap Perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga harus patuh pada prinsip syariah dan budaya kepatuhan. Sehingga dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah diatur mengenai kepatuhan syariah. Secara umum makna kepatuhan syariah adalah terlaksananya fuungsi kepatuhan dengan baik bagi bank syariah. Fungsi kepatuhan sendiri merupakan wujud penerapan Good Corporate Governance bagi bank syariah yang menjadi tugas Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan yang berkoordinasi dengan Dewan Pengawas Syariah serta Dewan Komisaris yang berfungsi sebagai organ pengawas intern pelaksanaan fungsi kepatuhan. Pengaturan mengenai fungsi kepatuhan ini diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/2/PBI/2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum. Salah satu tujuan pelaksanaan fungsi kepatuhan adalah melindungi kepentingan nasabah. Dalam operasional perbankan syariah perlindungan hukum tersebut meliputi perlindungan hukum preventif dan perlindungan hukum represif. Pelaksanaan fungsi kepatuhan sendiri merupakan bentuk perlindungan hukum preventif yaitu dengan melakukan berbagai tindakan baik mengenai prosedur, managemen untuk mengelola risiko atas pelanggaran yang mungkin timbul. Sedangkan bentuk perlindungan hukum represif yaitu tanggung gugat bank syariah atas pelanggaran fungsi kepatuhan yang ditimbulkan. Bank syariah dapat dikenai sanksi dan ganti kerugian atas pelanggaran yang ditimbulkannya di setiap operasional kegiatan usahanya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK.94/15 Cho p
Uncontrolled Keywords: Shariah compliance, The function of compliance, Legal Protections
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB479 Private law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
CHOIRUDIN, 031224253036UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorABDUL SHOMAD, Prof. Dr. Drs., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 20 Oct 2016 18:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33703
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item