PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA BURUH DALAM KEADAAN CACAT TETAP AKIBAT KECELAKAAN KERJA

PUJI AYU SETYANI SITORUS, 031414153040 (2015) PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA BURUH DALAM KEADAAN CACAT TETAP AKIBAT KECELAKAAN KERJA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
16.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-sitoruspuj-39517-7.abstr-k.pdf

Download (612kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normative dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Pengumpulan bahan melalui metode studi literature, dengan bahan hukum primer maupun sekunder. Selanjutnya bahan hukum dikaji dan dianalisis dengan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menjawab isu hukum dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan: Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian kecelakaan yang berhubungan dengan aktivitas dan kegiatan dalam pekerjaan. Informasi yang cukup jelas bagi para pekerja mengenai tata cara kerja yang baik dan tepat dapat mencegah bahaya kecelakaan saat melaksanakan pekerjaan di tempat kerja. Tempat serta lingkungan kerja juga sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas para pekerja, karena lingkungan dan tempat kerja yang baik dapat memberikan semangat dan ketenangan bagi para pekerja sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan mencapai tingkat produktivitas yang tinggi. Pekerja akan mendapatkan suatu perlindungan dalam Undang – undang Ketenagakerjaan, perlindungan tersebut berasal dari perusahaan yang mempekerjakannya demi menjaga kesehatan dan keselamatan kerja supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan seperti halnya kecelakaan kerja yang sering terjadi di lingkungan tempat Pekerja bekerja. PHK juga dapat terjadi terhadap pekerja yang sakit. Dalam Pasal 153 ayat (1) Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan diatur mengenai larangan pengusaha untuk melakukan PHK terhadap karyawannya yang sakit karena didukung dengan beberapa ketentuan yang berlaku. Kemudian untuk perlindungan hukum dari PHK terhadap pekerja yang sakit selanjutnya diatur dalam Pasal 153 ayat (2) UU Ketenagakerjaan. Dengan demikian, nasib pekerja yang mengalami PHK terutama karena sakit dapat lebih diperhitungkan dan kemungkinan dapat dihindari PHK tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THB. 19-15 Sit p
Uncontrolled Keywords: Accidents, Employment Termination, Law Effect, Worker, Sick.s
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV7231-9960 Criminal justice administration > HV7551-8280.7 Police. Detectives. Constabulary > HV8031-8080 Police duty. Methods of protection
K Law > K Law (General)
T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
PUJI AYU SETYANI SITORUS, 031414153040UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLanny Ramli,, Dr., S.H., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Aimmatul Mukaromah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 28 Oct 2016 17:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33785
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item