PELAKSANAAN PROSEDUR ENDOTRACHEAL SUCTION SESUAI SOP PADA PASIEN CEDERA OTAK BERAT PADA RUANG OBSERVASI INTENSIF RSUD Dr.SOETOMO

Juan Setiadi Zenniko (2015) PELAKSANAAN PROSEDUR ENDOTRACHEAL SUCTION SESUAI SOP PADA PASIEN CEDERA OTAK BERAT PADA RUANG OBSERVASI INTENSIF RSUD Dr.SOETOMO. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-zennikojua-39717-3.abst-k.pdf

Download (42kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder13.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Penanganan pasien saat ini dengan cedera kepala akibat trauma di ICU cukup banyak, sedangkan morbiditas dan motalitas masih tinggi. Hal ini menuntut pelayanan kesehatan untuk berupaya menurunkan kejadian tersebut, salah satunya yaitu melakukan penelitian tentang sejauh mana Standard Operasional Prosedur (SOP) yang ada telah diaplikasikan dengan baik oleh tenaga kesehatan. Dalam hal ini adalah endotracheal suction procedure (ETS) pasien cedera kepala berat yang rutin dilakukan di ruang observasi intensif RSUD Dr.Sutomo. Tekanan Intra Kranial (TIK) yang sudah tinggi pada pasien cedera kepala berat akan semakin meningkat ketika dilakukan ETS tanpa sedasi, namun pada beberapa pasien telah dengan sedasi juga dinilai peningkatan haemodinamiknya Metode: Tujuh orang diantara pasien cedera otak berat yang masuk ke Ruang Observasi Intensif RSUD Dr.Sutomo pada periode bulan Juni 2015 sampai Juli 2015 yang menjalani perawatan dilakukan pengamatan sebanyak 28 kali ETS yang separuhnya tanpa sedasi dan separuhnya dengan sedasi, diamati apakah sudah sesuai dengan SOP RSUD Dr.Sutomo dan diamati peningkatan hemodinamik selama prosedur. Penelitian ini akan mengamati tentang seberapa besar ketaatan terhadap SOP dan peningkatan hemodinamik (systole, diastole, MAP, nadi, TIK) sebelum suction,saat suction dan setelah suction beserta saturasi oksigen Hasil: Pada penelitian ini angka kepatuhan tenaga medis untuk mentaati SOP, 43% pasien tidak dilakukan pemeriksaan auskultasi paru sebelum suction( tidak sesuai SOP), 29 % kekuatan suction > 120 mmHg (tidak sesuai SOP), pemakaian handscoen steril, oksigenasi 100 %, ukuran kateter suction steril sesuai , penggunaan alcohol swab dan mengeluarkan kateter suction secara berputas selama 5-10 detik (sesuai SOP),sebanyak 14 % tidak mencatat jumlah, warna, bau secret (tidak sesuai SOP). Selain itu pasien tanpa sedasi terjadi peningkatan (systole 34,7 #61617; 4,3; diastole 26,3 #61617; 10,5; MAP 29,1 #61617; 7,5; nadi 16 #61617; 7,3; TIK 5,7 #61617; 0,8 ) sejak sebelum ETS, sedangkan pasien dengan sedasi terjadi peningkatan (systole 19,6 #61617; 6,4; diastole 16 #61617; 7,8; MAP 17,2 #61617; 6,8; Nadi 14,8 #61617; 8,7; TIK 3,3 #61617; 1,4 ) Kesimpulan: Masih cukup besar tenaga medis tidak mematuhi SOP yang sudah ada, hal ini memerlukan perhatian khusus terutama bagi stake holder , nantinya dapat diadakan minilokakarya atau seminar berkelanjutan sehingga kepatuhan terhadap SOP meningkat dan angka mortalitas turun. Selain itu rancangan pembuatan SOP khusus penanganan pasien cedera otak berat memasukkan sedasi sebagai unsur penting sebelum melakukan ETS sehingga peningkatan hemodinamik tidak terlalu tinggi dan pada akhirnya mortalitas turun.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.AR.09/15 Zen p
Uncontrolled Keywords: penatalaksanaan SOP pasien cedera otak berat, endotracheal suction pasien cedera otaks
Subjects: R Medicine
R Medicine > RD Surgery > RD520-599.5 Surgery by region, system, or organ
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Juan Setiadi ZennikoUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHAMZAH, DR. dr. Sp.An, KNAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 21 Oct 2016 19:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33884
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item