PROFIL GULA DARAH PERIOPERATIF PADA PASIEN NON DIABETIK YANG MENJALANI PEMBEDAHAN TUMOR OTAK ELEKTIF DI RSU DR. SOETOMO SURABAYA

Stefanus Lumi, - (2015) PROFIL GULA DARAH PERIOPERATIF PADA PASIEN NON DIABETIK YANG MENJALANI PEMBEDAHAN TUMOR OTAK ELEKTIF DI RSU DR. SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-lumistefan-39722-3.abst-k.pdf

Download (35kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder17.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Hiperglikemi merupakan fenomena yang umum selama periode perioperatif. Anestesi dan pembedahan dapat menyebabkan timbulnya respon stres dengan akibat terjadinya peningkatan gula darah atau stres hiperglikemi. Hiperglikemi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya peningkatan angka kematian dan kesakitan pada periode perioperatif. Deksametason merupakan kortikosteroid yang paling sering digunakan untuk mengatasi edema vasogenik akibat tumor otak sebelum dilakukan pembedahan, dimana hal ini sangat berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah. Metode: Penelitian ini melibatkan dua puluh tujuh pasien yang menjalani pembedahan tumor otak dan berusia 18-65 tahun. Seluruh pasien mendapat kortikosteroid preoperatif dengan dosis 3 x 5 mg sejak dirawat sampai menjelang operasi. Pasien juga mendapat kortikosteroid dosis tunggal 10 mg intraoperatif, dan 5 mg postoperatif. Seluruh pasien diinduksi dan mendapat pemeliharaan anestesi dengan obat anestesi yang telah ditentukan. Pada masing-masing sampel diambil data lebih dari satu kali yaitu gula darah sebagai baseline (Preop di ruangan), 2 jam setelah induksi, 4 jam setelah induksi, dan 12 jam setelah induksi anestesi. Juga dilakukan pengambilan data hemodinamik pada setiap pemeriksaan gula darah. Hasil: Pada penelitian ini terjadi perubahan kadar gula darah yang secara statistik bermakna (P<0,05) didapatkan meningkat pada pemeriksaan 2 jam setelah induksi anestesi, diikuti 4 jam dan 12 jam setelah induksi anestesi. Dibandingkan dengan gula darah preoperatif sebagai gula darah awal sebelum dilakukan pembedahan dengan kisaran 69 mg/dL sampai 141 mg/dL dan rerata 94,1 mg/dL, maka peningkatan gula darah intraoperatif pada 2 jam pertama setelah induksi anestesi berkisar antara 62 mg/dL sampai 166 mg/dL dengan rerata 114,9 mg/dL dan diikuti 4 jam setelah induksi anestesi berkisar antara 95 mg/dL sampai 214 mg/dL dengan rerata 133,9 mg/dL. Pada postoperatif setelah 12 jam induksi anestesi juga terdapat peningkatan gula darah dengan kisaran 103 sampai 337 mg/dL dengan rerata 175,0 mg/dL. Dari penelitian ini juga ditemukan peningkatan kadar gula darah >180 mg/dL pada 2 pasien, 4 jam setelah induksi anestesi. Sedangkan pada 10 pasien terjadi peningkatan >180 mg/dL, 12 jam setelah induksi anestesi. Kesimpulan: Hampir separuh penderita dengan pembedahan tumor otak elektif, mengalami peningkatan kadar gula darah yang membutuhkan perhatian hingga terapi, sehingga membutuhkan protokol terapi insulin. Penggunaan kortikosteroid preoperatif yang tidak meningkatkan kadar gula darah preoperatif dapat disebabkan karena tidak diketahui dengan pasti hubungan antara pemberian kortikosteroid dan saat pemeriksaan kadar gula darah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.AR.11/15 Lum p
Uncontrolled Keywords: profil gula darah, pasien non diabetik, pembedahan tumor otaks
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
R Medicine > RD Surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsEmail
Stefanus Lumi, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSITI CHASNAK SALEH, Prof. dr. SpAn. KIC.KNA.UNSPECIFIED
ContributorBAMBANG HARIJONO, dr. SpAn. KNAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 21 Oct 2016 20:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33888
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item