PENYELESAIAN PERKARA DI LUAR PENGADILAN TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

TRI SYAHRU WIRA KOSADHA, 031214153100 (2015) PENYELESAIAN PERKARA DI LUAR PENGADILAN TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2015-kosadhatri-39788-5.abstr-i.pdf

Download (631kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tindak kekerasan dalam rumah tangga terutama yang bercorak kekerasan fisik didasari rasa emosional sesaat, dimana seorang istri yang awalnya merasa kesal setelah mengalami perilaku kasar dari suami, kemudian melaporkan perbuatan suami tersebut kepada pihak kepolisian. Namun tidak jarang juga terjadi, ketika pada akhirnya permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga tersebut dapat diselesaikan ataupun karena didorong pertimbangan perkembangan anak, pasangan suami istri tersebut akhirnya dapat kembali berdamai. Dalam keadaan yang demikian maka korban (istri/anak) cenderung menjadi tidak lagi berniat untuk melanjutkan perkaranya sampai ke tingkat persidangan, yang jutsru akan memicu ketegangan dalam rumah tangga yang sudah kembali rukun tersebut Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kualifikasi tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang bukan delik aduan dan proses penyelesaian hukum di luar pengadilan berdasarkan sifat ultimum remedium dalam kekerasan rumah tangga bukan delik aduan Delik biasa adalah perbuatan kekerasan yang dilakukan baik oleh suami terhadap istrinya dan/atau istri terhadap suaminya tindak kekerasan mempunyai dampak yang sangat traumatis bagi perempuan, baik dikaitkan maupun tidak dengan kodrat perempuan itu sendiri. Kekerasan itu baik berupa kekerasan fsiik yang mengakibatkan korban luka berat dan/atau meninggal dunia. Kemudian kekerasan psikis adalah kekerasan mental atau dalam beberapa referensi ada juga yang memakai istilah tersebut dengan kekerasan verbal. Apapun istilahnya yang dianggap lebih cocok, yang jelas kekerasan jenis ini tidak menimbulkan bukti - bukti fisik seperti adanya memar, luka, goresan dan lain sebagainya, melainkan kekerasan psikologis ini lebih berdampak pada kejiwaan dan umumnya pemulihannya tidaklah mudah, bahkan dapat melampaui waktu yang cukup lama. Kekerasan psikologis dapat merusak jiwa, semangat seseorang sebab ia menghilangkan kegembiraan dan vitalitas hidup. Konsep diversi belum dikenal dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 namun pada dasarnya dilingkungan kejaksaan sendiri mendukung adanya konsep diversi terhadap perkara kekerasan dalam rumah tangga, karena salah satu tujuan dari dibentuknya Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 adalah untuk memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Namun yang akan menjadi permasalahan adalah akan timbul kesulitan dalam pengawasan terhadap hasil diversi tersebut

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THD. 14/15 Kos p
Uncontrolled Keywords: Penyelesaian di luar pengadilan, kekerasan dalam rumah tanggas
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
TRI SYAHRU WIRA KOSADHA, 031214153100UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTOETIK RAHAYUNINGSIH, Dr. S.H., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 21 Oct 2016 22:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33935
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item