Faktor-Faktor Fasilitator yang Mempengaruhi Military Sexual Trauma (MST) pada Personil Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) Kodam IX/Udayana, Bali

RINIE INDAH CHANDRA WIRASATI, dr (2015) Faktor-Faktor Fasilitator yang Mempengaruhi Military Sexual Trauma (MST) pada Personil Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) Kodam IX/Udayana, Bali. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2016-wirasatiri-40497-7.abstr-k.pdf

Download (118kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder9.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang : Peran perempuan dalam militer semakin meningkat sehingga terjadinya Military Sexual Trauma (MST) sebagai bahaya terkait tugas kemungkinan meningkat. Trauma seksual di masyarakat under reported, lebih mengkhawatirkan di lingkup militer. Terdapat faktor fasilitator yang mempengaruhi MST yaitu faktor kerentanan, faktor risiko, atau faktor konteks. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor fasilitator yang mempengaruhi MST pada Personil Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) Kodam IX/Udayana, Bali. Metode : Studi analitik kuantitatif cross sectional pada populasi KOWAD Kodam IX/Udayana, Bali yang memenuhi kriteria inklusi. Menggunakan kuisioner demografis, BFI (Big Five Inventory) dan Sexual Experiences Questionnaire military version (SEQ-DoD). Data dianalisis dengan tingkat kebermaknaan 95% (p < 0,05). Hasil : Penelitian melibatkan 50 responden dengan 64% riwayat MST. Faktor kerentanan meliputi usia 19-28 tahun (78,1%), berpangkat bintara (75%), belum menikah (81,3%), pendidikan SMA (64,5%). Belief korban tidak melakukan tindakan apapun terkait kondisi medis (90,6%) ataupun dinas militer (96,9%), disebabkan mereka tidak mengetahui cara melaporkannya secara formal (65,6%), menganggap MST bukan masalah (84,4%), dan merasa ragu/malu bila melapor (34,4%). Tidak didapatkan korelasi antara pendidikan ataupun suku terhadap MST. Didapatkan korelasi komponen kepribadian korban, neuroticism (p=0,004) dan openess (p=0,006) terhadap MST. Faktor risiko pelaku pria (84,4%). Faktor konteks saat korban bertugas di Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin) (87,5%), pangkat pelaku bintara (75%), pelaku berasal dari Satuan Bantuan Administrasi (84,4%), pelaku melakukan aksinya sendiri (90,6%), waktu dan tempat kejadian 75% saat jam dinas di lingkungan kantor. Simpulan : Terdapat faktor kerentanan meliputi usia 19-28 tahun, berpangkat bintara, belum menikah, pendidikan SMA. Belief korban tidak melakukan tindakan apapun terkait kondisi medis ataupun dinas militer, disebabkan tidak mengetahui cara melaporkannya secara formal, menganggap MST bukan masalah, dan ragu/malu bila melapor. Faktor risiko pelaku pria. Faktor konteks saat korban bertugas di Satbanmin, pangkat pelaku bintara, pelaku berasal dari Satbanmin, pelaku melakukan aksinya sendiri, waktu dan tempat kejadian di lingkungan kantor. Tidak didapatkan korelasi antara pendidikan ataupun suku terhadap MST. Didapatkan korelasi komponen kepribadian neuroticism dan openess pada korban terhadap MST.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK PPDS. IKJ. 04/15 Wir f
Uncontrolled Keywords: Military Sexual Trauma (MST), personil militer perempuan, faktor-faktor fasilitators
Subjects: R Medicine
Divisions: Unair Research
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RINIE INDAH CHANDRA WIRASATI, drUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNining Febriyana, dr,Sp.KJ(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 23 Oct 2016 19:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34002
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item