PERBANDINGAN KADAR NEOPTERIN SERUM PADA PASIEN TB PARU KASUS BARU BTA POSITIF DAN KASUS BEKAS TB PARU

Parluhutan Doli Siregar (2015) PERBANDINGAN KADAR NEOPTERIN SERUM PADA PASIEN TB PARU KASUS BARU BTA POSITIF DAN KASUS BEKAS TB PARU. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2016-siregarpar-40512-12.abst-k.pdf

Download (813kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder10.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit yang telah lama dikenal dan sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian di dunia. Prevalensi TB di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya cukup tinggi. Saat ini diperlukan teknik diagnosis baru, yang dapat mendiagnosis TB dengan lebih cepat, akurat dan dapat juga membantu para klinisi untuk menegakkan apakah TB pada pasien tersebut aktif atau tidak pada kasus-kasus bekas TB. Neopterin sebagai biomarker yang diproduksi oleh makrofag yang teraktivasi oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis dapat digunakan sebagai diagnosis tambahan dan monitoring terapi selain juga menilai aktifasi dari sel makrofag. Tujuan dari mengkaji potensi neopterin sebagai biomarker untuk mendiagnosis TB dan membandingkan kadar neopterin serum pada pasien TB paru kasus baru BTA positif dengan kasus bekas TB. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian jenis analitik dengan desain studi Cross Sectional yang dilakukan di di poli paru, poli DOTS serta rawat inap di RSUD Dr Soetomo Surabaya tahun 2014. Subyek penelitian adalah pasien TB paru kasus baru BTA positif dan pasien kasus bekas TB paru yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Total sebanyak 50 pasien dimana 25 pasien TB paru kasus baru BTA positif dan 25 pasien kasus bekas TB paru. Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien TB paru kasus baru BTA positif memiliki kadar neopterin serum yang lebih tinggi secara bermakna dengan nilai p sebesar 0,000 < 0,05 daripada pasien bekas TB paru. Kemudian juga ada hubungan yang bermakna p < 0,05, yaitu semakin positif sputum BTA, maka kadar neopterin serum pasien TB paru kasus baru BTA positif semakin tinggi. Kesimpulan Kadar neopterin serum pada pasien TB paru kasus baru BTA positif lebih tinggi dibanding kasus bekas TB paru.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: KKA KK PPDS . PKR. 02-15 Sir p
Uncontrolled Keywords: New cases of pulmonary TB smear positive, inactive pulmonary tuberculosis, neopterin serum.s
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Paru
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Parluhutan Doli SiregarUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSOEDARSONO, dr,SpP (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 23 Oct 2016 19:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34005
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item