ELITE DAN IDENTITAS MEREKA : SUATU STUDI KUALITATIF TENTANG KONSTRUKSI IDENTITAS ELITE DI KOTA BANJARMASIN

Yusuf Hidayat, 090315079M (2006) ELITE DAN IDENTITAS MEREKA : SUATU STUDI KUALITATIF TENTANG KONSTRUKSI IDENTITAS ELITE DI KOTA BANJARMASIN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
73. Abstrak TS 08-07 Hid e.pdf

Download (439kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
34118.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fokus penelitian ini adalah tema-tema tentang identitas. Tema ini penting untuk diangkat karena ia menjadi wacana yang mengemuka setelah kran kebebasan masyarakat terbuka, khususnya melalui proses Pemilihan Umum. Proses politik yang terbuka telah membangkitkan masyarakat untuk mengangkat jati diri mereka dengan berbagai kebanggan kebudayaan mereka di dalam lembaga-lembaga Politik. Penelitian ini ditujukan pada Elite-elite yang ada di Kota Banjarmasin. Studi tentang elite menjadi penting dalam masa transisi demokrasi karena dalam banyak hal mereka memainkan peran yang sangat penting dalam proses itu. Ada empat permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: pertama, Bagaimanakah para elite memaknai identitas mereka? Kedua, Elemen-elemen pokok apa sajakah yang membentuk identitas sosial mereka? Ketiga, Bagaimanakah identitas sosial yang mereka maknai itu berinteraksi dengan identitas sosial lain? Dan Empat, bagaimanakah elite yang berbeda tersebut memandang keterwakilan yang adil dalam institusi-institusi politik? Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif yang menekankan pada usaha untuk mencari keunikan-keunikan masing-masing individu sebagai producer of reality. Pengambilan metode kualitatif sebagai metode penelitian, terkait dengan pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini yaitu pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilaksanakan di kota Banjarmasin selama 4 bulan dari bulan Maret sampai bulan April 2005. Penelitian ini telah mewawancarai 17 orang sebagai informan. Ke 17 orang tersebut adalah elite tradisional 2 orang, elite agama 2 orang, elite aktivis 4 orang, elite intelektual 2 orang, elite birokrasi 2 orang, elite partai politik 3 orang, elit ormas 2 orang. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan beberapa hal sebagai berikut: Pertama, Elite memahami identitas mereka ada yang mendasarkan pada garis keturunan dan ada yang mendasarkan pada kesamaan budaya dan agama dan menjadikan identitas sebagi sebuah konstruksi sosial. Kedua, elite memiliki berbagai macam sumber identitas dan senantiasa menegosiasikan sumber-sumber tadi sesuai dengan kepentingannya. Ketiga, dalam proses negosiasi di antara berbagai sumber identitas, elite seringkali dihadapkan pada keadaan dilematis untuk memilih salah satu identitas. Sebagai jalan keluarnya, mereka mengambil sisi-sisi tertentu dari identitasnya. Keempat, Elite ketika berinteraksi dengan orang yang berbeda identitasnya, ada beberapa perilaku yang berbeda bagi beberapa bidang kehidupan. Bagi bidang kehidupan sosial (interaksi sosial) mereka cenderung untuk tidak mempermasalahkan perbedaan identitas. Bagi bidang Politik, mereka mulai membedakan identitas yang mereka miliki bahkan ada beberapa elite yang menyatakan bahwa sering kali Bubuhan (Kelompok Kepentingan) memanipulasi simbol-simbol identitas tertentu untuk kepentingan kelompoknya. Dan dalam bidang ekonomi, karena kedudukan sebagian orang yang beridentitas tertentu secara ekonomi terpinggirkan mulai mempermasalahkan identitas tertentu yang dianggap berperilaku arogan. Kelima, Dalam memahami keterwakilan politik yang adil di lembaga-lembaga legislative, kebanyakan informan sudah tidak lagi mempermasalahkan tentang sumber identitas asalkan mereka dipilih melalui mekanisme yang demokratis. Namun demikian, Mereka mempermasalahkan mekanisme pemilihan yang sekarang dilakukan, khususnya dalam pemilihan anggota legislatif yang mereka anggap kurang adil karena penentuan calon anggota yang jadi berdasarkan nomor unit bukan suara terbanyak. Dan bagi masyarakat minoritas seperti kelompok etnik dayak, mekanisme pemilihan yang sekarang hanya akan menyuarakan suara mayoritas, untuk itu mereka menginginkarl ada perwakilan kelompok dalam lembaga legislatif di skimping anggota yang dihasilkan dari pemilu.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TS. 08/07 Hid e
Uncontrolled Keywords: Elite, Political identity, Ethnicity
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD8039 By industry or trade
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV3176-3199 Special classes. By race or ethnic group
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
Yusuf Hidayat, 090315079MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPriyatmoko, Drs.,MAUNSPECIFIED
ContributorDaniel T. Sparringa, Drs.,MA.,Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 14 Jun 2017 20:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34118
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item