HAK MEWARIS WANITA YANG MULIH DAHA DALAM HUKUM WARTS ADAT DI BALI

I NYOMAN TRIBAYU, 030410473 (2007) HAK MEWARIS WANITA YANG MULIH DAHA DALAM HUKUM WARTS ADAT DI BALI. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2007-tribayuiny-3904-tmk04_0-k.pdf

Download (362kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2007-tribayuiny-3904-tmk04_07.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Akibat hukum mulih daha dalam bidang kekeluargaan adalah apabila Janda telah diterima dengan tulus ikhlas dan telah melakukan upacara yang berhubungan dengan mulih daha maka selanjutnya akan diterima kembali sebagai anak kandung yang belum menikah. Hal sebaliknya bagi wanita mulih daha adalah berkewajiban merawat kedua orang tua, membantu saudara-saudaranya serta ikut serta dalam penyelenggaraan upacara keagamaan di Iingkungan keluarga besarnya. Dalam bidang pewarisan, wanita mulih daha bukanlah ahli waris yang mutlak dapat memiliki hak mewaris yang penuh, wanita mulih daha hanya dapat memiliki hak untuk menikmati hasil atau laba dari harta warisan orang tuanya. Namun ada pengecualian yang dapat diberikan oleh Pengadilan Negeri. Anak akan memperoleh status kedudukan dari ayah dan mendapatkan hak mewaris darinya, pada kasus wanita mulih daha. Hal ini dapat terjadi apabila pads saat seorang wanita mulih daha melakukan proses perceraian, kemudian mulih daha, telah tampak dalam dirinya tanda¬tanda kehamilan dan hal tersebut telah diketahui oleh suaminya dan mengakui bahwa anak dalam kandungan adalah anaknya. agar anak tersebut mempunyai tempat dan status kedudukan yang sah di lingkungan masyarakat. Namun hal terpenting yang perlu juga untuk dipikirkan adalah, dalam diri anak tersebut timbul kepercayaan diri untuk menapak masa depan meraih cita-cita. c. Sejalan dengan kemajuan pembangunan dalam masyarakat yang menuju ke arah persamaan derajat, wanita setara dengan pria serta gerakan emansipasi wanita, hal ini menuntut para wanita khususnya yang mulih daha untuk memperjuangkan hak yang ingin diperoleh dalam bidang pewarisan. Namun ada hal lain yang menjadi ganjalannya, diantaranya adalah aturan-aturan dalam hukum adat yang tertulis maupun tidak tertulis yang tidak dapat dirubah begitu saja dan keberatan wanita mulih daha untuk menyelenggarakan upacara keagamaan pada dua tempat suci apabila wanita mulih daha kelak berkeinginan berumah tangga lagi karena hal ini tentu memberatkan dirinya dalam bidang finansial.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK. 04/07 Tri h
Uncontrolled Keywords: Hak Mewaris Wanita
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K625-709 Persons > K670-709 Domestic relations. Family law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
I NYOMAN TRIBAYU, 030410473UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSri Hajati, Prof. Dr. Hj. SH., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 2016
Last Modified: 24 Oct 2016 23:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34163
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item