KONTRAK OLEH PERSEROAN TERBATAS YANG MENGANDUNG TINDAKAN ULTRA VIRES

DYAH AYU AMBARWATI, 030510612 (2007) KONTRAK OLEH PERSEROAN TERBATAS YANG MENGANDUNG TINDAKAN ULTRA VIRES. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2008-ambarwatid-7231-tmk280-t.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2008-ambarwatid-7022-tmk2808.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berdasarkan doktrin ultra vires, kontrak yang mengandung tindakan ultra vires dalam pembuatannya menjadi tidak mengikat PT, karena dibuat oleh seseorang yang bertindak diluar kewenangannya. Walaupun seseorang yang mewakili PT tersebut memiliki kedudukan yang paling tinggi, namun apabila ia membuat suatu kontrak (baca : tindakan hukum atas narna PT) dengan tanpa memiliki kewenangan untuk itu, ia disebut tidak berwenang serta tidak berhak bertindak mewakili PT. Dalam hal kontrak PT yang mengandung ultra vires tersebut pada akhirnya menimbulkan suatu kerugian, maka berdasarkan pasal 1267 BW, pihak yang dirugikan herhak menuntut pembatalan perjanjian, disertai penggantian biaya, kerugian, dan bunga. Namun untuk menentukan upaya hukum apakah yang tepat untuk menuntut pertanggungjawabannya, kita harus melihat dari sumber perikatannya terlebih dahulu. Berdasarkan sumber perikatannya, upaya hukum untuk pemenuhan pertanggungjawaban terhadap kerugian yang ditimbulkan oleh kontrak PT yang mengandung ultra vires tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu : - Pihak ketiga (subyek hukum selain PT dalam kontrak) yang merasa dirugikan, apabila akibat adanya ultra vires dalam PT menyebabkan kontrak tersebut tidak terpenuhi dengan sempurna sehingga merugikan pihak ketiga tersebut, maka pihak ketiga itu dapat mengajukan gugatan terhadap PT, selaku rechtpersoon, dengan dasar gugatan adalah wanprestasi (pasal 1243 BW), yang berdasarkan pasal 1267 BW, dapat berupa pemenuhan kontrak, pembubaran kontrak, ganti kerugian, pemenuhan sekaligus ganti rugi, atau pembubaran sekaligus ganti rugi. Hal ini dapat dilakukan karena yang memegang peranan dalam perikatan yang terjadi karena kontrak adalah para pihak (dalam hal ini adalah PT dan pihak ketiga) itu sendiri. - PT yang merasa dirugikan karena harus membayar biaya, ganti rugi, dan bunga, terhadap pihak ketiga, akibat perbuatan ultra vires yang dilakukan oleh organ PT yang menakukan tindakan ultra vires (biasanya pelaku ultra vires adalah Direksi selaku organ pengurus PT), dapat menuntut pertanggungjawaban Direksi atas seluruh kerugian pihak ketiga yang dibebankan kepada PT. Dengan adanya perikatan antara Direksi dengan PT yang telah diatur dalam suatu peraturan perundang-undangan oleh penguasa, maka dapat dikatakan bahwa tindakan ultra vires yag dilakukan oleh Direksi merupakan suatu pelanggaran terhadap perikatan yang bersumber dari undang-undang, yang disebut onrecht matige daad , dan dapat digugat dengan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (pasal 1352 BW junto pasal 1353 BW). Berdasarkan pasal 1365 BW, tiap perbuatan melawan hukum, yang membawa kerugian pada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK.28/08 Amb k
Uncontrolled Keywords: Kontrak; Perseroan Terbatas; Ultra Vires
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K623-968 Civil law > K830-968 Obligations > K840-917 Contracts
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
DYAH AYU AMBARWATI, 030510612UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorY. Sogar Simamora, Dr.,SH.,M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 2016
Last Modified: 21 Oct 2016 21:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34192
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item