PENGARUH STRUKTUR PENGALOKASIAN LAHAN TERHADAP STRUKTUR PENDAPATAN BADAN OTORITA BATAM (BOB) DAN STRUKTUR PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA BATAM

HARLAS BUANA, 090010155L (2005) PENGARUH STRUKTUR PENGALOKASIAN LAHAN TERHADAP STRUKTUR PENDAPATAN BADAN OTORITA BATAM (BOB) DAN STRUKTUR PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA BATAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ASBTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2008-buanaharla-6849-te2907-t.pdf

Download (549kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2008-buanaharla-6849-te2907-ilovepdf-compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pulau Batam merupakan salah satu dari ribuan pulau di Indonesia yang memiliki perkembangan perekonomian yang cukup dinamis. Keberadaannya memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik secara nasional maupun secara regional. Guna menjadikan Batam sebagai pusat pertumbuhan tersebut, maka dikeluarkan serangkaian kebijakan pembangunan yang mendorong Batam sebagai daerah industri, perdagangan, pariswisata dan alih kapal. Dalam hal ini sejak mulai dikembangkannya sebagai pangkalan logistik dan industri penunjang eksplorasi minyak lepas pantai di awal tahun 1970-an, Batam marak dengan pembangunan sarana dan prasarna terutama di sektor perhubungan (jalan, bandara laut dan bandara udara) dan utilitas (air bersih, telepon dan listrik). Dalam rangka memberikan arah yang Iebih tepat dan jelas atas rencana pengembangan Batam sebagai pusat pertumbuhan, maka kemudian pemerintah menetapkan rencana pengembangan Batam sebagaimana tertuang dalam Master Plan Pulau Batam. Adanya Master Plan ini diharapkan menjadi pedoman bagi para pengambil kebijakan di Batam untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya keruangan dengan tetap memperhatikan fungsi-fungsi kelestarian dan keberlanjutan pembangunan di Batam. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis: (1)Mengukur dan menganalisis pengaruh struktur Pendapatan Badan Otorita Batam ; (2)Mengukur dan menganalisis pengaruh struktur Pengalokasian lahan terhadap struktur penyerapan tenaga kerja sektoral di Pulau Batam dan (3)Untuk mengukur dan menganalisis pengaruh Struktur Sumber Pendapatan yang terdiri dari indikator Pembayaran UWTO (Uang Wajib Tahunan Otorita Batam) dan indikator Sumber Pendapatan Lainnya terhadap perkembangan Penerimaan. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan (1) analisis data statistik deskriptif, yaitu statistik yang dipergunakan untuk menganalisa data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. (2) analisis faktor konfirmatori untuk masing-masing variabel. (3) analisis Jalur (Path Analysis) digunakan untuk menguji hipotesis penelitian 1 sampai dengan 3. Analisis jalur dapat digunakan untuk mengestimasi hubungan kausal antara sejumlah variabel dan hirarki kedudukan masing-masing variabel dalam serangkaian jalur-jalur hubungan kausal, baik langsung maupun tidak langsung. Analisis data dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama dilakukan analisis faktor konfirmatori untuk mendapatkan data dari variabel penelitian yang bersifat Iaten. Tahap kedua adalah analisis data untuk pengujian hipotesis penelitian, dilakukan dengan analisis jalur. Berdasarkan analisis studi dalam pembahasan yang telah dibuktikan baik secara kualitatif maupun kuantitatif dapat disusun kesimpulan sebagai berikut: (1) Struktur pemanfaatan lahan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur penyerapan tenaga kerja di Kota Batam. Hal ini terjadi karena di Pulau Batam pada tahun 2003 terdapat sebanyak 16 kawasan industri dengan jumlah perusahaan industri, baik PMA maupun PMDN, sebanyak 694 perusahaan. Tenaga kerja yang terserap di sektor industri sebanyak 140.206 orang (75,75 %) dari 185.095 orang (tidak termasuk tenaga kerja asing). Dari hasil pengujian secara kuantitatif ternyata memang struktur pemanfaatan lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur penyerapan tenaga kerja di Batam. (2) Struktur penyerapan tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap struktur pendapatan. Hal ini terjadi karena di Batam tingkat penyerapan tenaga kerja pada tahun 2003 dapat mencapai 185.095 tenaga kerja, dari jumlah tersebut 140.206 orang tenaga kerja terserap di sektor industri. Tenaga kerja asal dalam negeri tahun 2003 sebanyak 185.095 orang. Sedangkan tenaga kerja yang berasal dari Iuar negeri (asing) tahun 2003 berjumlah 2.747 orang. Tingkat daya beli masyakarat Pulau Batam pada tahun 2003 mencapai Rp 525.378,00. Sedangkan rata-rata konsumsi untuk Tahun 2003 mencapai Rp 2.830.020,00. Berdasarkan hasil pengujian secara kuantitatif ternyata memang struktur penyerapan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur pembentukan nilai tambah. (3) Berdasarkan kesimpulan 1 sampai dengan 3, maka dapat disimpulkan secara simultan bahwa pengaruh struktur pemanfaatan lahan terhadap .Sedangkan pengaruh struktur pendapatan Hal ini dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan dalam proses pembayaran UWTO dan peralihannya di Batam berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja yang ada, melalui kegiatan ekonomi yang tersebar di berbagai sektor.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TE.29/07 Bua p
Uncontrolled Keywords: Land Use, Labour, Value Added, Social Welfare
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD7260-7780.8 Industrial hygiene. Industrial welfare
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Manajemen
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HARLAS BUANA, 090010155LUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorM.S.IDRUS, Prof.Dr.H.,SE. ,M.Ec,UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 18:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34228
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item