ANALIS KEBERLANJUTAN KEGIATAN PEMBANGUNAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Studi Program Pengembangan Kecamatan (ppk) Di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang (Periode 2003 s/d 2005)

DAMIN, 090310680-I (2006) ANALIS KEBERLANJUTAN KEGIATAN PEMBANGUNAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Studi Program Pengembangan Kecamatan (ppk) Di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang (Periode 2003 s/d 2005). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
8.pdf

Download (140kB) | Preview
[img] Text (HALAMAN DEPAN)
gdlhub-gdl-s2-2008-damin-6402-ts1207-minHLM DPN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB) | Request a copy
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2008-damin-6402-ts1207-minFULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
gdlhub-gdl-s2-2008-damin-6402-ts1207-minLAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Aspek keberlanjutan kegiatan pembangunan sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut masalah: (a) sumber pembiayaan pembangunan yang berasal dari hutang luar negeri, akan semakin menumpuk jika pelaksanaan pembangunan selalu mengalami kegagalan atau tidak berkelanjutan. Akibatnya akan terjadi penurunan kualitas generasi dan mental bangsa (lost generations), karena hidupnya dibebani dengan hutang dari generasi tuanya; (b) menurunnya kepercayaan (trust) masyarakat terhadap kinerja pembangunan yang notabene sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya; (c) masalah disempowering, tanpa proses pemberdayaan masyarakat tak mungkin akan tumbuh partisipasi dan rasa untuk melanjutkan kegiatan pembangunan, karena tak ada self generation of input. Dengan demikian partisipasi, rasa tanggungjawab antara masyarakt dan pemerintahan lokal terhadap hasil-hasil pembangunan merupakan faktor penting sebagai input pasca prograam. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan kegiatan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan Program Pengembangan Kecamatan di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang periode Tabun 2003 s/d 2005. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berdasarkan pada sifat data penelitian, maka pendekatan penelitian ini yang tepat adalah kualitatif dengan memperhatikan topik penelitian, bersifat mikro dan sebagai penelitian pendahuluan. Proses analisis data menggunakan analisis interaktif yang diadopsi dari Miles dan Huberman dengan siklus. Sehingga hasil analisis merupakan hasil penarikan kesimpulan antara lain : 1. Keberlanjutan kegiatan pembangunan, khususnya PPK di Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang dapat berproses dengan indikator : (a) tingkat partisipasi masyarakat secara aktif dapat terwadahi melalui mekanisme dan kelembagaan kegiatan PPK, baik pada tahap pengambilan keputusan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan pasca program; (b) kelembagaan program dan pengelolanya dibentuk dan ditetapkan secara demokratis melalui forum warga dengan azas dari, oleh dan untuk masyarakat, yaitu dalam Forum Musyawarah Antar Desa (MAD) maupun Musdes. Di Kecamatan Kabuh untuk melakukan pengawasan terhadap administrasi TPK ditetapkan Tim Pengawas Terpadu (TPP) yang terdiri dari 6 orang dari unsur Fasilitator Desa yang bertugas melakukan pengawasan kinerja pelaku PPK di masing-masing Desa. Sedangkan dana bergulir dari UPK yang dikelola Pokmas-Pokmas (UEP dan SPP), disepakatinya aturan mainnya sebagai dana pinjaman modal usaha dengan kesepakatan dan ketetapan di Forum MAD mengenai jumlah pinjaman, agunan, bunga dan sistem tanggungrenteng yang diterapkan UPK kepada Pokmas melalui Surat Perjanjian Kredit. (c) peran pemerintahan lokal dalam memfasilitasi dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan PPK di Kecamanatan Kabuh melalui pemahaman perubahan masyarakat, paradigma pembangunan dan pemerintahan, ketrampilannya dalam menghadapi perubahan dan penanganan permasalahan pelaksanaan kegiatan. Selain itu peran dalam kebijakan pembangunan dan alokasi anggaran APBD Kabupaten untuk melakukan adopsi pola pembangunan partisipatif PPK. Dalam hal ini Kabupaten Jombang telah melakukan perencanaan pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) di seluruh kecamatan; (d) tokoh-tokoh masyarakat setempat diangkat dalam Forum MAD sebagai pelaku-pelaku PPK, sebab karakter masyarakat Kecamatan Kabuh yang agraris (suka tolong menolong), agamis (yang bertoleransi) dan patrimonial (berketokohan) dapat menopang keberlanjutan kegiatan pembangunan karena. 2. Faktor yang mampu menopang keberlanjutan kegitan pembangunan di Kecamatan Kabuh antara lain terjadi : (a) Keberlanjutan partisipasi masyarakat dalam kinerja pembangunan; (b) Keberlanjutan pengelolaan UPK yang profesional dalam pengelolaan dana modal bergulir yang sehat; (c) Peningkatan kapasitas masyarakat, yaitu proses transfer pengetahuan, moral dan tehnologi, terutama yang berperan sebagai pelaku program; (d) Keberlanjutan pengelolaan kelembagaan program dan peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah. 3. Bahwa faktor penghambat keberlanjutan kegiatan pembangunan, dalam hal ini pelaksanaan PPK di Kecamatan Kabuh Jombang antara lain : (a) Faktor budaya birokrasi lokal, di Kecamatan Kabuh nampak sekali karakter masyarakat agraris yang sangat memegang budaya patrimonial akan selalu menganggap aparat birokrasi sebagai patron dan masyarakat sendiri berposisi cleans-nya. Hal ini sangat potensial menjadi penghambat, jika sang patron membina, memfasilitasi dan memberi contoh yang kurang baik; (b) Faktor Pengelola UPK dan Karakter Masyarakat. Hal ini sangat mungkin dan potensial menjadi penghambat karena menyangkut daya tahan mental dan moral pengelola, yaitu dana yang dikelola UPK sudah satu milyar lebih; (c) Faktor Pelaksanaan Program terdahulu (IDT, JPS dsb) dan pelaksanaan Program BLT BBM, cukup berpengaruh pada sistim tanggungrenteng yang diterapkan PPK Kecamatan Kabuh. (d) Faktor Konsultan/Fasilitator. Pada fase tertentu keberadaan fasilitator/konsultan sangat dibutuhkan dan pada fase yang lain dapat menjadi penghambat keberlanjutan kegiatan pembangunan. Pada saat masyarakat sudah memahami dan dapat menjalankan perannya dalam proses kinerja pembangunan, seharusnya pada saat itu pula keberadaan fasilitator/konsultan harus dicabut perannya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TS 12/07 Dam a
Uncontrolled Keywords: Development, Sustainability, Community Empowerment
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3820-3836 Economic constitution, policy, planning, and development
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu ilmu Sosial
09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu ilmu Sosial
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DAMIN, 090310680-IUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAntun Mardiyanta, Drs. , MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 06 Jun 2017 20:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34240
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item