UPAYA MENINGKATKAN KINERJA BIDAN DI DESA DALAM PELAYANAN ANTENATAL BERDASARKAN PERSPEKTIF KARAKTERISTIK BIDAN DI DESA DAN IBU HAMIL DI KABUPATEN BANGKALAN

Hindun, 099913555M (2007) UPAYA MENINGKATKAN KINERJA BIDAN DI DESA DALAM PELAYANAN ANTENATAL BERDASARKAN PERSPEKTIF KARAKTERISTIK BIDAN DI DESA DAN IBU HAMIL DI KABUPATEN BANGKALAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (RINGKASAN)
gdlhub-gdl-s2-2008-hindun-6326-tka890-k.pdf

Download (673kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2008-hindun-6326-tka890-u.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia merupakan tantangan yang cukup berat bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan di desa. Untuk Repelita VI salah satu sasaran Pembangunan Kesehatan adalah menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dari 425 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup (Sensus Kesehatan Rumah Tangga, 1995). Akan tetapi kenyatannya dilapangan masih menunjukkan AKI sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup. Upaya yang telah dilakukan Pemerintah secara langsung kepada masyarakat adalah dengan menempatkan Bidan di desa sejak tahun 1990 dimana hingga akhir Pelita VI diperkirakan 54.270 Bidan telah ditempatkan di posisinya masing-masing. Berdasarkan PERMENKES No. 572/PER/MENKES/VI/1996 diberikan kewenangan dan perlindungan kepada Bidan dalam melaksanakan tindakan penyelamatan Ibu, Janin dan Bayi Baru Lahir. AKI dan AKB dapat dikurangi dengan memberikan Ante Natal Care (ANC) atau pelayanan kebidanan dan pertolongan persalinan yang bersih dan aman. Tujuan memberikan pelayanan Antenatal adalah untuk mendapatkan hasil yang sehat dan positif bagi Ibu maupun Bayinya dengan jalan menegakkan hubungan kepercayaan jiwa, mempersiapkan kelahiran, dan memberikan pendidikan. Pemeriksaan yang dilakukan dalam tiap trimester kehamilan ini dianggap sebagai salah satu indikator kinerja Bidan. Hal ini dikarenakan pemeriksaan bertujuan untuk memperkirakan usia kehamilan, mengenal resiko tinggi berkaitan dengan pendeteksian anemia, kurang gizi, hypertensi, infeksi sebagai bagian dari pelayanan Antenatal, pemantauan pertumbuhan Janin, penentuan letak, posisi dan bagian bawah janin (Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO, 2001). Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika K1 dan K4 dibawah standar maka pelayanan Antenatal yang dilakukan oleh Bidan di Desa masih rendah. Harapan untuk mencapai target tersebut terletak pada Bidan di Desa yang merupakan ujung tombak dalam melakukan pelayanan Antenatal. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun upaya untuk meningkatkan kinerja bidan di desa dalam melakukan pelayanan Antenatal berdasarkan pengukuran karakteristik bidan di desa (tingkat pengetahuan, keterampilan dan persepsi bidan terhadap beban kerja) dan karakteristik ibu hamil Tingkat pengetahuan, pengalaman, harapan ibu hamil terhadap pelayanan Antenatal) di Kabupaten Bangkalan. Selain itu juga mempelajari pelaksanaan pelayanan Antenatal baik yang bersifat medis maupun non medis oleh bidan di desa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Mengingat kinerja Bidan di desa setiap wilayah berbeda maka unit analisis dalam penelitian ini adalah individu Bidan di desa. Prosedur pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan panduan kuisioner dan teknik studi dokumentasi. Data yang telah ditabulasi, dianalisis secara deskriptif kemudian diuji secara statistic setelah melalui proses editing dan koding. Kemudian tingkat hubungan dari variabel yang diteliti dianalisis secara deskriptif yang kemudian diuji secara statistic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan bidan di desa tentang pelayanan Antenatal masih kurang terutama dalam hal menghitung denyut jantung janin dan pembinaan terhadap ibu hamil dalam persiapan persalinan. Untuk keterampilan yang kurang atau belum terampil adalah dalam hal menilai perubahan fisik ibu hamil sebelum usia kandungan 3 bulan dan pengarahan kepada ibu hamil untuk persiapan persalinan. Persepsi bidan desa terhadap beban kerja baik, misalnya adalah walaupun tugas mereka banyak yang harus dilakukan tetapi para bidan desa tidak merasakan adanya beban kerja yang berat. Pelaksanaan pelayanan Antenatal yang bersifat medis oleh bidan desa belum sepenuhnya dilakukan misalnya dalam hal test protein dan glukosa urine, memeriksa penyakit menular seksual dan memeriksa kadar Hb. Sedangkan yang pelaksanaannya kurang memuaskan yaitu membicarakan persiapan persalinan, mendengarkan denyut jantung janin, cara minum tablet besi dan penyuluhan gizi, memeriksa perut atau bekas luka pada abdomen, pemeriksaan fisik secara lengkap dan mengukur tinggi dalam cm serta mengukur berat badan dan lingkar lengan atas atau LILA. Pelaksanaan pelayanan Antenatal yang bersifat non medis oleh bidan juga tidak dilakukan sepenuhnya misalnya dalam hal mengisi perkiraan kantong persalinan, membuat peta sasaran dan membuat rencana kerja bulanan. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan keterampilan bidan di desa dengan kinerja bidan di desa. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi bidan didesa, pelaksanaan pelayanan Antenatal, pengetahuan ibu hamil tentang manfaat pelayanan Antenatal, pengalaman ibu hamil tentang pelayanan Antenatal, dan harapan ibu hamil terhadap pelayanan Antenatal dengan kinerja bidan di desa. Agar kinerja bidan di desa dapat meningkat maka perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan mutu dari bidan itu sendiri. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pendidikan bagi bidan misalnya bidan melanjutkan pendidikan ke tingkat DIII, DIV, a t a u S1 Kebidanan. Selain itu diperlukan adanya pengawasan Tingkat II dalam pelaksanaan pelayanan Antenatal di desa, adanya pembentukan kader sehingga frekwensi kunjungan rumah dapat ditingkatkan, perlu diadakan penyuluhan kepada ibu hamil tentang manfaat pemeriksaan kehamilan. Polindes yang ada di desa harus ditempati oleh bidan desa sehingga pelayanan Antenatal bisa dilakukan secara maksimal. Sedangkan untuk bidan yang baru diangkat, sebelum melakukan tugasnya harus magang terlebih dahulu di KIA atau bidan praktek swasta.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 89/07 Hin u
Uncontrolled Keywords: Antenatal care, work, midwives in the village
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Hindun, 099913555MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorM.R. Emma Pesik Adam, Dra., MARSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Jun 2017 19:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34311
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item