KEDUDUKAN HUKUM ANAK ANGKAT DALAM PEMBAGIAN HARTA PENINGGALAN MENURUT HUKUM ISLAM

Anggara Adi Loekita, 090214850M (2007) KEDUDUKAN HUKUM ANAK ANGKAT DALAM PEMBAGIAN HARTA PENINGGALAN MENURUT HUKUM ISLAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2008-loekitaang-6783-th1907-k.pdf

Download (446kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2008-loekitaang-6783-th1907-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Struktur keluarga ideal terdiri atas suami sebagai kepada keluarga, istri sebagai ibu rumah tangga, dan anak atau anak-anak sebagai anggota keluarga. Oleh karena itu kehadiran anak di tengah-tengah keluarga merupakan bagian tak terpisahkan dalam struktur keluarga bahagia, hadirnya seorang anak diharapkan akan mengganti kedudukan orang tua dalam hidup bermasyarakat sebagai anggota yang bernilai. Pewarisan merupakan peralihan hak yang terjadi karena adanya orang yang meninggal dunia dan meninggalkan harta warisan, orang yang ditinggalkan (hidup terlama) dan orang yang meninggal dan harta peninggalan. Orang yang meninggal dunia yang meninggalkan harta warisan disebut dengan pewaris, orang yang ditinggalkan atau hidup terlama yang menerima harta peninggalan disebut ahli waris dan harta warisan yaitu harta yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunia untuk kemudian dibagi-bagikan kepada ahli warisnya. Terkait dengan masalah pewarisan tersebut, maka hukum waris yang berlaku di Indonesia ada tiga ketentuan hukum, yaitu hukum BW, hukum Islam dan hukum Adat. Mengenai pihak-pihak yang berhak mendapatkan pengalihan hak pewarisan dari pewaris kepada ahli warisnya dalam hal ini adalah anak (secara yuridis) apabila terdapat anak sah dari perkawinan, anak luar kawin dan anak angkat atau anak orang lain yang diambil untuk dijadikan anak kandung sendiri. Anak sah adalah anak yang dilahirkan ketika kedua orang tuanya terikat dalam suatu perkawinan yang sah. Anak sah sama dengan anak kandung mendapat posisi yang istemewa dan kuat terhadap ke dua orang tuanya bila dibandingkan dengan anak luar kawin dan anak angkat. Hukum waris adalah suatu rangkaian ketentuan-ketentuan dimana dengan meninggalnya seseorang, akibat-akibat didalam bidang kebendaan, diatur yaitu akibat dan beralihnya harta peninggalan dari seseorang yang meninggal kepada ahli waris, baik di dalam hubungannya antara mereka sendiri, maupun dengan pihak ke tiga.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TH 19/07 Loe k
Uncontrolled Keywords: Anak angkat Pembagian harta, Hukum Islam
Subjects: K Law > KB Religious law in general
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Anggara Adi Loekita, 090214850MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAFDOL, Dr.,S.H.,M.SUNSPECIFIED
ContributorEllyne Dwi P., S.H.,MH.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 12 Jun 2017 18:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34356
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item