Pendidikan Demokrasi Pada Organisasi Perempuan Pengalaman Aisyiyah

Aniek Rahmaniah, 090515547M (2007) Pendidikan Demokrasi Pada Organisasi Perempuan Pengalaman Aisyiyah. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2008-rahmaniaha-6502-ts26_07-k.pdf

Download (526kB) | Preview
[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
gdlhub-gdl-s2-2008-rahmaniaha-6502-ts26_07HLM.pdf

Download (521kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2008-rahmaniaha-6502-ts26_07FULL.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
gdlhub-gdl-s2-2008-rahmaniaha-6502-ts26_07LAMP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Studi ini difokuskan pada isu Bagaimanakah peran organisasi perempuan dalam pendidikan demokrasi? Dengan mengeksplorasi gagasan dan praktik/pengalaman Aisyiyah berkaitan dengan tema-tema: demokrasi, kewarganegaraan dan pendidikan demokrasi. Secara kelembagaan Aisyiyah tidak memiliki konsep khusus tentang demokrasi, kewarganegaraan dan pendidikan demokrasi. Aisyiyah memahami demokrasi dari dua dimensi yaitu prosedural dan substantif. Berkaitan dengan demokrasi prosedural, Aisyiyah telah melaksanakan program pendidikan demokrasi kepada anggotanya dan masyarakat luas antara lain dengan program pendidikan pemilih, pendidikan kesadaran politik di kalangan perempuan dan pendidikan anti-korupsi. Sementara itu berkaitan dengan demokrasi substantif, Aisyiyah memulai pendidikan demokrasi dengan menanamkan nilai-nilai demokrasi dalam keluarga, selanjutnya menerapkannya dalam konsep jamaah (dasawisma), yang kemudian diperluas dalam jamaah pengajian dan diteruskan pada tingkat ranting atau desa binaan (sesuai dengan konsep gerakan Qaryah Thoyyibah). Program berikutnya Aisyiyah mencoba merancang program penularan nilainilai keadaban (civil values) kepada masyarakat luas. Selanjutnya pendidikan demokrasi harus menjadi gerakan kultural dan terintegrasi ke dalam program Aisyiyah. Aisyiyah dihadapkan pada berbagai pandangan/perspektif yang beragam berkaitan dengan tema-tema tentang demokrasi, kewarganegaraan dan pendidikan demokrasi. Anggota Aisyiyah terbagi dalam beberapa kelompok diantaranya kelompok akomodasionis dan kelompok rejeksionis. Perspektif tersebut berkaitan dengan beberapa faktor, seperti penafsiran teks-teks agama, pengalaman pribadi, dan interaksi dengan berbagai macam kelompok, serta dinamika politik bangsa dalam mendukung proses demokratisasi. Tetapi, Aisyiyah mengklaim bahwa nilai-nilai dasar atau ideologi Aisyiyah memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer demokratis di kalangan Aisyiyah dan masyarakat luas (sebagai modal sosial). Konsep-konsep Islam seperti .fastabiqul khairat, amar maruf nahi munkar, diyakini sebagai modal sosial bagi Aisyiyah dalam mengembangkan kehidupan sosial (hablu min an-nas). Aisyiyah mengakui bahwa Islam memiliki ajaran, seperti syura dan adl (keadilan), yang sesuai dengan gagasan demokrasi, walaupun respon yang diberikan terhadap konsepsi demokrasi bervariasi. Kelompok akomodasionis menyatakan bahwa ajaran Islam sesuai dengan semangat gagasan demokrasi Barat, sementara rejeksionis menyatakan bahwa Islam memiliki konsep kebahagiaan (material dan spiritual) sebagai tujuan demokrasi, kedaulatan, kebebasan, yang berbeda dengan konsep demokrasi Barat. Aisyiyah mengartikan masyarakat demokratis sebagai sebuah masyarakat yang para anggotanya memegang teguh nilai-nilai demokratis seperti kebebasan individu, menghormati perbedaan atau pluralitas, toleransi, kesetaraan, dan keadilan di berbagai dimensi kehidupan. Meskipun beberapa diantara anggota Aisyiyah memandang kedaulatan individu, pluralitas agama, toleransi dan kesetaraan gender sebagai persoalan sensitif bagi umat Islam Indonesia. Aisyiyah merujuk masyarakat ideal yaitu -sebuah masyarakat yang berkualitas dari seluruh aspek kehidupan yang ada agar bisa mencapai kesejahteraan, dalam rangka mencapai cita-cita dan misi Aisyiyah yaitu terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah- untuk konsep kewarganegaraan, Loyalitas kepada negara diwujudkan dalam berbagai dimensi seperti menghargai aturan hukum, mengkritisi masalah sosial, mengawasi kebijakan dan pelayanan publik lainnya. Sedangkan komitmen warga Aisyiyah termotivasi oleh semangat keikhlasan dan berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan (astabiqul khairat).

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TS 26/07 Rah p
Uncontrolled Keywords: Demokrasi; Organisasi perempuan
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ1101-2030.7 Women. Feminism
J Political Science
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Aniek Rahmaniah, 090515547MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPriyatmoko, Drs., M.AUNSPECIFIED
ContributorHaryadi, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 01 Mar 2019 02:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34467
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item