ADUAN SAPI: STUDI TENTANG PERUBAHAN FUNGSI ADUAN SAPI PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN JEMBER

SUTJITRO, 099913323M (2003) ADUAN SAPI: STUDI TENTANG PERUBAHAN FUNGSI ADUAN SAPI PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN JEMBER. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2008-sutjitro-6386-ts1407-k.pdf

Download (522kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2008-sutjitro-6386-ts1407.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bagi masyarakat Madura, sapi merupakan salah satu simbol dalam kehidupannya. Hubungan antara manusia dan sapi sangat erat, hal ini karena begitu besarnya manfaat dan fungsi sapi bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat petani. Salah satu fungsi sapi yang berkaitan dengan kegemaran masyarakat Jember Utara yang mayoritas etnis Madura adalah untuk diadu dan kemudian lebih dikenal dengan aduan sapi atau sapi tok-tok. Pada dasarnya aduan sapi berkaitan dengan gengsi pemiliknya, sehingga mengadu sapi sama halnya dengan mengadu gengsi. Selain itu aduan sapi menjadi ajang bisnis dan judi. Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan ingin mengungkapkan dan menganalisis tentang perubahan fungsi aduan sapi pada masyarakat di Kabupaten Jember. Dalam menelaah mengenai aduan sapi, teori yang digunakan meliputi konsep tentang aduan, teori perubahan, dan teori fungsionalisme. Aduan sapi atau sapi tok-tok pada dasarnya merupakan kompetisi binatang, yakni suatu pertarungan antara dua ekor sapi jantan. Semula pelaksanaan aduan sapi hanya sebagai hiburan saja dan terkait dengan acara ritual. Kemudian dalam perkembangannya terjadi perubahan fungsi, yakni lebih cenderung kepada orientasi bisnis bahkan judi ikut mewarnai di dalamnya. Perubahan fungsi terjadi karena muncul ide-ide baru dan adanya kepentingan tertentu yang berbeda dengan tatanan nilai yang berlaku sebelumnya. Aduan sapi yang di dalamnya melibatkan beberapa elemen masyarakat seperti pemilik sapi, tokang rabat, petaruh, pendukung dan penonton biasanya dalam berinteraksi sarat dengan simbol-simbol yang dihubungkan dengan status sosial seseorang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tergolong jenis penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data menggunakan metode observasi dan wawancara secara mendalam serta ditambah dengan metode dokumenter. Dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif analisis, maksudnya menggambarkan secara objektif data-data atau temuan-¬temuan di lapangan. Selanjutnya digambarkan pula mengenai kondisi Kabupaten Jember yang meliputi gambaran umum wilayah Jember, keadaan penduduk, pertanian, peternakan, pendidikan, keagamaan, karena semua ini ada relevansinya dengan aduan sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan aduan sapi hanya terdapat di daerah Bondowoso dan Jember. Memilih bibit sapi harus bibit unggulan yang berasal dari hasil kawin silang antara sapi Jawa dengan sapi dari Selandia Baru. Pola hubungan antara pemilik sapi dengan tokang rabat, semula merupakan Patron-Klien (kedua belah pihak saling ada ketergantungan dan keuntungan) yang didasarkan pada status sosial yang berbeda. Sekarang sudah terjadi perubahan karena kedua belah pihak sebagai mitra usaha yang didasarkan pada orientasi bisnis. Perubahan fungsi aduan sapi pada masyarakat dapat dilihat bahwa pada awalnya berfungsi sebagai hiburan dan tasyakuran, namun dalam perkembangannya berfungsi sebagai pertunjukan untuk memeriahkan hari Besar Islam (Idhul Fitri) dan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Belakangan ini aduan sapi berfungsi sebagai ajang bisnis dan taruhan. Dewasa ini penyelenggaraan aduan sapi tidak secara formal, akan tetapi secara insidental, dan tujuannya untuk melanjutkan hobbi serta melestarikan budaya warisan nenek moyang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan aduan sapi dilakukan secara formal, non formal dan secara insidental. Adapun fungsinya semula sebagai hiburan dan berkaitan dengan acara ritual, kemudian berubah menjadi media bisnis dan judi serta sebagai upaya melestarikan budaya lokal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TS 14/07 Sut a
Uncontrolled Keywords: Bulls fights function, bull owner, tokang rabat, and Cacagan.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3770-3795 Science and arts. Research
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
SUTJITRO, 099913323MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLaurentius Dyson P., Prof. , dr.,P.MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 22 Jan 2019 04:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34566
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item