SAHAM SEBAGAI JAMINAN TAMBAHAN DALAM PENYALURAN DANA PINJAMAN BANK

HJ. NOVIE BUDI PURNAMAWATI, 030510652 N (2008) SAHAM SEBAGAI JAMINAN TAMBAHAN DALAM PENYALURAN DANA PINJAMAN BANK. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2009-purnamawat-10098-tmk870-k.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2009-purnamawat-9302-tmk87_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bank dalam memberikan kredit meminta adanya suatu jaminan. Fungsi jaminan kredit itu sendiri untuk melancarkan clan mengamankan pemberian kredit yang bersangkutan. Sebagaimana diketahui dana yang disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit bersumber pada modal clan dana masyarakat yang dihimpun oleh bank. Sehingga bank perlu mengamankan dana masyarakat yang disalurkan dalam bentuk kredit tersebut dengan Cara menetapkan prosedur pemberian kredit yang ketat dan selektif. Dalam menjalankan aktivitas bisnis, adakalanya pelaku bisnis mengalami kesulitan dana. Sementara biaya kegiatan usaha harus terus beroperasi. Dalam situasi seperti ini, maka perlu dicari jalan keluar salah satunya adalah mencari bantuan dana melalui lembaga keuangan bank. Hanya saja, bila pilihannya jatuh ke lembaga perbankan, peminjam (debitor) harus menyiapkan berbagai persyaratan yang ditentukan oleh bank. Syarat yang dimaksud adalah pihak peminjam (debitor) harus menyediakan jaminan. Satu pilihan yang cukup rasional adalah mengagunkan saham. Lembaga jaminan yang cligunakan adalah gadai sebagaimana yang tertera dalam pasal 1150 BW. Dengan mengacu kepada ketentuan diatas dapat disimpulkan bahwa saham dapat dijadikan objek gadai atau diagunkan ke bank. Sebagai ketentuan khusus tentang gadai saham diatur lebih lanjut dalam UUPT Nomor 40 tahun 2007 yang menegaskan bahwa saham dapat digadaikan. Hanya saja dalam undang-undang ini tidak dijelaskan bagaimana teknis pelaksanaan gadai saham. Keuntungan melakukan perbuatan hukum gadai saham ini adalah, bagi para pelaku bisnis cukup membawa angin surga karena dengan menggadaikan saham untuk mendapatkan kucuran dana dari bank, perusahaannya tetap dapat menjalankan operasional bisnisnya dengan optimal, dibandingkan jika Para pelaku bisnis itu harus menggadaikan mobil atau truk yang berguna untuk operaional transportasi dalam usahanya. Kendalanya adalah sekalipun saham dapat dijadikan obyek gadai, dikarenakan tingkat fluktuasi harga saham yang unpredictable dan mengandung resiko tinggi, maka dari itu pada umumnya bank hanya mau menerima saham sebagai agunan tambahan dan tidak berdiri sendiri. Jika debitur wanprestasi maka bank mempunyai kuasa untuk menjual saham yang diagunkan tersebut dengan cara menjual didepan umum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 87/08 Pur s
Uncontrolled Keywords: Saham, Jaminan tambahan; Penyaluran dana pinjaman Bank
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts > K1066-1089 Banking
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
HJ. NOVIE BUDI PURNAMAWATI, 030510652 NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorH. Moch Isnaeni, Prof. Dr., S.H., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Oct 2016 03:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34682
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item