HIBAH DAN KONSEKUENSI HUKUM TERHADAP HAK WARIS MENURUT HUKUM ISLAM

M. Taufiqur Rachman, 030610188/N (2009) HIBAH DAN KONSEKUENSI HUKUM TERHADAP HAK WARIS MENURUT HUKUM ISLAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2009-rachmanmta-10154-tmk270-k.pdf

Download (329kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2009-rachmanmta-9685-tmk2709.pdf
Restricted to Registered users only

Download (562kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada dasarnya seorang pemilik harta kekayaan berhak dan leluasa memberikan (hibah) harta bendanya kepada siapapun, termasuk pula kepada anak-anaknya dengan syarat pemberian (hibah) tersebut tidak menutup dan tidak mengurangi hak-hak yang lain sebagai ahli waris. Apabila syarat dan rukunnya telah terpenuhi, maka hibah tersebut adalah sah. Sedangkan hak penerima hibah terhadap harta waris adalah mutlak bagiannya sebagai ahli waris tanpa harus dikurangi akibat diperolehnya hibah tersebut sepanjang ahli waris tersebut tidak kehilangan hak kewarisannya, karena hibah tidak ada kaitannya dengan kewarisan. Dengan demikian, maka harta hibah yang diperoleh tidak diperhitungkan sebagai warisan, sehingga ia berhak atas harta waris sesuai dengan yang seharusnya diterima sebagai bagian waris setelah orang tua (pewaris) meninggal dunia. Pemberian hibah dalam Hukum Islam dibatasi maksimal 1/3 (sepertiga) dari harta pemberi hibah. Dalam hal pemberian hibah dilakukan kepada anak-anaknya (ahli waris), maka batasannya adalah penghibahan harus dilakukan berdasarkan prinsip keadilan. Batasan pemberian hibah ini diberikan untuk melindungi hak-hak para ahli waris setelah pemberi hibah meninggal dunia, sehingga tujuan utama hibah untuk mempererat hubungan silaturrahmi. Selain batasan maksimal yang diatur dalam Hukum Islam (KHI), Hukum Adat dan BW juga memberikan batasan yang sama dalam pemberian hibah. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi hak-hak para ahli waris dan untuk menghindari kerugian yang diderita oleh para ahli waris yang menurut undang-undang bagiannya tidak boleh dikurangi, sehingga dengan hibah tersebut bagian dari ahli waris menjadi kurang dari yang seharusnya diterima.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 27/09 Rac h
Uncontrolled Keywords: Hak waris; hukum Islam
Subjects: K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB632-636.2 Inheritance and succession
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
M. Taufiqur Rachman, 030610188/NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHj. Sri Hajati, Prof. Dr., S.H., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Oct 2016 03:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34686
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item