PRILAKU MEMILIH MASYARAKAT DALAM PILKADA BOJONEGORO (Studi Hubungan antara Identifikasi Partai, Afiliasi Ormas, dan Kesesuaian Program Kandidat dengan Pemilih atas Pilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati)

Ali Sahab, 090610174M (2008) PRILAKU MEMILIH MASYARAKAT DALAM PILKADA BOJONEGORO (Studi Hubungan antara Identifikasi Partai, Afiliasi Ormas, dan Kesesuaian Program Kandidat dengan Pemilih atas Pilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
PRILAKU MEMILIH MASYARAKAT DALAM PILKADA BOJONEGORO - gdlhub-gdl-s2-2009-sahabali-9899-ts0309.pdf

Download (197kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s2-2009-sahabali-9899-ts0309.pdf
Restricted to Registered users only

Download (959kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 10 Desember 2007 melakukan pemilihan kepala daerah langsung yang diikuti oleh 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Pasangan pertama yaitu M Thalhah�Tamam Syaifudin (Tahta) yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PKPB dan PBR. Pasangan kedua yaitu Bupati sebelumnya HM Santoso�Budi Irawanto (Sowan), diusung oleh PDI-P, PD, PKS dan pasangan terakhir Suyoto�Setyo Hartono (Toto) diusung oleh PAN, PPP dan PNBK. Kalau dilihat dari partai-partai pendukungnya pasangan M. Thalhah-Tamam Syaifudin (Tahta) yang paling banyak didukung oleh partai-partai besar. Seperti PKB di Kabupaten Bojonegoro mendapatkan 14 kursi di DPRD, Partai Golkar mendapatkan 9 kursi, PKPB 1 kursi dan PBR 1 kursi. Sedangkan partai-partai pengusung pasangan HM. Santoso-Budi Irawan (Sowan) seperti PDI-P dalam pemilihan legislatif hanya memperoleh 8 kursi, P. Demokrat 4 kursi, dan PKS 1 kursi. Pasangan Suyoto-Setyo Hartono (Toto) yang memenangkan pilkada hanya di dukung oleh partai kecil seperti PAN yang memperoleh 5 kursi dalam pemilihan legislatif. PPP mendapatkan 1 kursi dan 1 kursi untuk PNBK. Awalnya memang yang diunggulkan yaitu pasangsan Thalhah-Tamam dengan dukungan partai besar, namun justru pasangan Suyoto-Setyo Hartono yang menjadi pemenang. Kemenangan pasangan Suyoto-Setyo Hartono ini lebih dikarenakan kemampuan memberikan perubahan dan harapan baru bagi masyarakat Bojonegoro. Pasangan ini mampu menawarkan program yang berbeda dengan pasangan lainnya. Selain itu program yang ditawarkan oleh pasangan Suyoto-Setyo Hartono memang menyentuh masyarakat dan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. Dengan skala prioritas sesuai dengan kondisi di Kabupaten Bojonegoro pasangan ini akan lebih banyak mengalokasikan APBD untuk bidang-bidang yang dibutuhkan masyarakat seperti (1) bidang pertanian, (2) perbaikan jalan (3) kesehatan dan (4) pendidikan. Dalam penelitian ini variabel yang di uji yaitu hubungan antara identifikasi partai, afiliasi ormas dan kesesuaian program kandidat dengan pilihan masyarakat terhadap pilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Dari ketiga variabel yang diuji dalam penelitian ini seperti variabel identifikasi partai, afiliasi ormas, dan kesesuaian program kandidat ketiganya mempunyai hubungan terhadap perilaku memilih masyarakat dalam pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Namun dari ketiga variabel yang diuji da lam penelitian ini variabel kesesuaian program kandidat-lah yang mempunyai korelasi yang signifikan atas pilihan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Dalam Teori Rasional Choice Gerald Pomper melihat bahwa perilaku pemilih seseorang sangat berhubungan dengan isu-isu politik dan penilaian kandidat. Prilaku memilih masyarakat dalam Pilkada Kabupaten Bojonegoro lebih ditentukan oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan (maximazing benefits) dalam hal ini kesesuaian program kandidat dan harapan baru seperti peningkatan sosial-ekonomi masyarakat Bojonegoro dan ketidakinginan masyarakat terpuruk dalam kemiskinan dengan minimnya pembangunan (minimizing risk/costs) atau dalam bahasa Hilde Himmelweit maximizing utility dengan memilih Suyoto-Setyo Hartono yang menawarkan program yang berbeda dengan program pasangan calon lainnya yang tidak terukur. Hal ini-lah yang membuat Pasangan Suyoto-Setyo Hartono memenangkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten ojonegoro. Dan dari hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan pelajaran bagi semua kalangan seperti: pertama, bagi calon kepala daerah, hendaknya berani menawarkan program perubahan dan perbaikan yang terukur walaupun kurang didukung dengan funding yang besar. Kedua, para pemilih hendaknya menjadi smart voters dengan memilih pemimpin yang mempunyai program yang benar-benar mensejahterkan masyarakat dan memilih sesuai dengan hati nurani.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK- 2 TS 03/09 Sah P
Uncontrolled Keywords: prilaku masyarakat; pilkada
Subjects: J Political Science > J General legislative and executive papers
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Ali Sahab, 090610174MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKacung Marijan, Prof., Drs., MA., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Oct 2016 02:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34693
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item