PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI FERRO SULFAT BERSAMA ASAM ASKORBAT DAN ASAM SITRAT TERHADAP STATUS ZAT BESI PADA TIKUS RATTUS NORVEGICUS DENGAN KEADAAN DEFISIENSI ZAT BESI

Aryati Abdul, 099913290 M (2003) PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI FERRO SULFAT BERSAMA ASAM ASKORBAT DAN ASAM SITRAT TERHADAP STATUS ZAT BESI PADA TIKUS RATTUS NORVEGICUS DENGAN KEADAAN DEFISIENSI ZAT BESI. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
jiptunair-gdl-s2-2003-abdul2c-642-zat-tkd_01-03.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
jiptunair-gdl-s2-2003-abdul2c-642-zat-tkd_01-03.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Anemia akibat kekurangan zat besi masih merupakan masalah gizi pokok diIndonesia . Masyarakat terutama wanita hamil dan menyusui, wanita dewasa. anak dan bayi merupakan kelompok yang mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya anemi kekurangan zat besi . Penyebab utama anemia kekurangan zat besi adalah ketidak seimbangan antara masukan zat besi melalui absorpsi oleh usus dengan jumlah zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengimbangi kehilangan zat besi fisiologi atau patologi dan kebutuhan akibat pembentukan jaringan baru. Asam askorbat dan asam sitrat merupakan senyawa organik yan dapat meningkatkan absorpsi zat besi ke dalam usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ferro sulfat, asam askorbat dan asam sitrat terhadap peningkatan status zat besi tikus dengan keadaan defisiensi zat besi. Penelitian ini menggunakan tikus sejumlah 60 ekor jenis kelamin betina strain wistar umur sekitar 4 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah The Posttest Only Control Group Design. Sebelum diberi perlakuan tikus dibuat defisiensi zat besi dengan memberikan pakan rendah zat besi selama 8 minggu. Setelah defisiensi zat besi tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan masing-masing PI = ferro sulfat 3.6 fig; P2 = kombinasi&#039;0 sulfat 3.6 mg dan asam askorbat 4.5 fig; P3 = kombinasi ferro sulfat 3.6 mg dan asamsitrat 5.4 mg dan P4 = kombinasi ferro sul fat 3.6 fig, asam askorbat 4.5 mg dan asam sitrat&#039;15.4 mg. Dosis yang diberikan telah dikonversi dari dosis FeSO4 200 fig, asam askorbat 250 :rng dan asam sitrat 300 mg yang digunakan pada manusia dengan faktor konversi manusia tikus adalah 0.018. Parameter yang digunakan untuk mengukur status zat besi pada tikus adalah kadar Hb, kadar zat besi serum (SI), kadar TIBC dan persen saturasi transferrin. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji multivariat . Hasil penelitian dan uji statistik menunjukkan bahwa setelah 4 minggu pemberian pakan rendah zat besi telah terjadi penurunan pada kadar zat besi serum sedangkan kadar Hb dan persen saturasi transferrin penurunannya masih dalam batas normal, kadar TIBC peningkatannya juga masih dalam batas normal. Setelah 8 minggu pemberian pakan rendah zat besi telah terjadi penurunan status zat besi dalam darah tikus yang ditandai dengan penurunan kadar zat besi serum, saturasi transferrin dan kadar Hb secara bermakna sedangkan kadar TIBC peningkatannya tidak berbeda bermakna. Setelah 2 minggu perlakuan diperoleh basil bahwa pada seluruh kelompok perlakuan telah terjadi peningkatan status zat besi pada tikus yang ditandai dengan meningkatnya kadar Hb, kadar zat besi serum dan persen saturasi transferrin, serta menurunnya kadar TIBC secara bermakna hila dibandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan ( keadaan defisiensi zat besi ). Rata rata untuk kadar Hb dari 11.3 gram% meningkat hingga 15.02 gram %, kadar zat besi serum dari 72.29 ug/dl meningkat hingga 223.28 ug/dl, kadar TIBC daTi 543.15 ug/dl menurun hingga 479.627 ug/dl dan persentase saturasi transferrin daTi 13,32 % meningkat hingga 46.61 % Dari keempat kelompok perlakuan diperoleh bahwa kelompok perlakuan dengan kombinasi ferro sulfat bersama asam askorbat dan asam sitrat yang menunjukkan peningkatan status zat besi pada tikus paling tinggi jika dibandingkan dengan tiga kelompok perlakuan lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi ferro sulfat bersama asam askorbat dan asam sitrat dapat meningkatkan status zat besi pada tikus lebih baik dari tiga kelompok perlakuan lainnya. </description

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKD 01/03 Abd p
Uncontrolled Keywords: iron-deficient anemia, combination of ferrous sulfate, ascorbic acid, and/or citric acid, Hb, SI, TIBC, and transferrin saturation percentage
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Aryati Abdul, 099913290 MUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRETNO HANDAJANI, dr. MS., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Jul 2017 15:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/34839
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item